Sebenarnya gatal-gatal pada vagina adalah sesuatu yang umum. Meski demikian, jangan disepelekan. Apalagi jika gatal itu disertai bau tidak sedap dan keputihan berlebihan.
Dikutip dari Boldsky, Kamis (25/7/2013), ada berbagai macam penyebab gatal-gatal pada vagina. Umumnya keluhan ini muncul karena terkait masalah higienitas. Karena itu perempuan selalu disarankan mencuci organ genitalnya seusai buang air kecil dan mengganti celana dalamnya secara rutin dua kali sehari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jamur bisa muncul karena aktivitas seks, asupan gula berlebihan dalam tubuh, antibiotik, dan lemahnya sistem kekebalan tubuh. Bahkan iritasi kimia yang dikarenakan mencuci vagina dengan sabun tertentu bisa membuat ketidakseimbangan skala pH di vagina yang akhirnya menyebabkan gatal-gatal.
Untuk mengtsinya, Anda bisa mengambil obat oral atau gel yang memberikan efek menenangkan pada vagina. Selain itu hindarilah asupan yang manis seperti minuman manis atau kue-kue karena meningkatkan pertumbuhan ragi dalam vagina.
Pakailah pakaian katun karena mudah kering dan tidak membuat Anda merasa basah sepanjang waktu. Pastikan Anda mengganti celana dalam dua kali setiap hari.
Ingat juga untuk selalu mencuci vagina setelah buang air kecil. Jaga kebersihan dan keseimbangan pH-nya.
Mengingat reaksi alergi juga dapat menyebabkan gatal pada vagina, maka disarankan untuk tidak menggunakan parfum beraroma kuat, lotion atau sabun pada vagina. Bisa jadi juga Anda alergi terhadap kain tertentu seperti polyester, jadi hati-hati saat memilih kain.
Jika cara-cara tersebut sudah dilakukan tetapi gatal-gatal vagina tidak berkurang, segeralah menghubungi dokter.
(vit/vit)











































