1. Wanita Pra-menopause (Sebelum Menopause)
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
|
Menurut sebuah studi pada Desember 2003 dari University of Catania di Italia, wanita pra-menopause yang mengonsumsi sildenafil melaporkan peningkatan gairah seksual, hampir dua kali lipat lebih dari plasebo.
2. Wanita Pasca-menopause (Setelah Menopause)
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
|
Sebuah studi terpisah melaporkan efek dari pengonsumsian sildenafil oleh wanita pasca-menopause. Penelitian ini, selesai pada bulan Maret 1999 oleh para peneliti di Columbia University di New York, melaporkan bahwa 18,1 persen wanita yang menyelesaikan studi menemukan peningkatan yang signifikan dalam fungsi seksual mereka, termasuk gairah seksual.
3. Peningkatan Denyut Jantung
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
|
Data dari studi ketiga pada wanita pra-menopause bulan Juni 2000, yang dilakukan oleh para ahli dari Mount Sinai School of Medicine di New York, menunjukkan bahwa pengonsumsian sildenafil dapat menyebabkan peningkatan denyut jantung kira-kira empat sampai lima kali per menit.
4. Menurunkan Tekanan Darah
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
|
Data dari studi Sipski dan rekan juga menunjukkan bahwa sildenafil dapat menurunkan tekanan darah pada wanita rata-rata 2-4 mm/Hg.
5. Efek Samping
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
|
Efek samping yang umum dialami oleh wanita di antara tiga studi adalah sakit kepala dan pusing. Efek samping ini menyebabkan beberapa wanita berhenti minum 'obat kuat lelaki' tersebut.
Menurut sebuah studi pada Desember 2003 dari University of Catania di Italia, wanita pra-menopause yang mengonsumsi sildenafil melaporkan peningkatan gairah seksual, hampir dua kali lipat lebih dari plasebo.
Sebuah studi terpisah melaporkan efek dari pengonsumsian sildenafil oleh wanita pasca-menopause. Penelitian ini, selesai pada bulan Maret 1999 oleh para peneliti di Columbia University di New York, melaporkan bahwa 18,1 persen wanita yang menyelesaikan studi menemukan peningkatan yang signifikan dalam fungsi seksual mereka, termasuk gairah seksual.
Data dari studi ketiga pada wanita pra-menopause bulan Juni 2000, yang dilakukan oleh para ahli dari Mount Sinai School of Medicine di New York, menunjukkan bahwa pengonsumsian sildenafil dapat menyebabkan peningkatan denyut jantung kira-kira empat sampai lima kali per menit.
Data dari studi Sipski dan rekan juga menunjukkan bahwa sildenafil dapat menurunkan tekanan darah pada wanita rata-rata 2-4 mm/Hg.
Efek samping yang umum dialami oleh wanita di antara tiga studi adalah sakit kepala dan pusing. Efek samping ini menyebabkan beberapa wanita berhenti minum 'obat kuat lelaki' tersebut.
(mer/vit)