Waspada! Ini Daftar Pria-pria yang Punya 'Bakat' Impotensi

Waspada! Ini Daftar Pria-pria yang Punya 'Bakat' Impotensi

- detikHealth
Rabu, 25 Sep 2013 16:04 WIB
Waspada! Ini Daftar Pria-pria yang Punya Bakat Impotensi
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Jakarta - Disfungsi ereksi alias impotensi merupakan salah satu ketakutan terbesar bagi pria. Betapa tidak, kemampuan beraksi di atas ranjang seringkali dianggap sebagai lambang kejantanan. Ada banyak faktor penyebab kondisi ini. Apakah Anda juga berisiko?

Disfungsi ereksi (impotensi) terjadi ketika seorang pria tidak bisa lagi mendapatkan atau mempertahankan ereksi yang cukup untuk melakukan hubungan seksual. Meskipun terasa aneh untuk berbicara dengan dokter, tapi kondisi ini harus segera mendapatkan pertolongan karena disfungsi ereksi erat hubungannya dengan kondisi kesehatan, seperti diabetes atau penyakit jantung.

Gairah seksual laki-laki adalah sebuah proses kompleks yang melibatkan otak, hormon, emosi, saraf, otot dan pembuluh darah. Disfungsi ereksi dapat disebabkan oleh masalah dengan salah satunya. Demikian juga, stres dan masalah kesehatan mental dapat menyebabkan atau memperburuk disfungsi ereksi. Kadang-kadang kombinasi masalah fisik dan psikologis menyebabkan disfungsi ereksi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Secara lengkap, berikut beberapa faktor risiko yang bisa membuat pria memiliki 'bakat' disfungsi ereksi, seperti dilansir Mayoclinic, Rabu (25/9/2013):


1. Pria dengan Penyakit Tertentu

Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Kondisi kesehatan terutama diabetes dan penyakit jantung juga dapat membuat pria kehilangan kemampuan di atas ranjang. Perlu diketahui, untuk dapat ereksi dengan sempurna, penis membutuhkan elastisitas pembuluh darah dan ritme jantung yang stabil untuk memompa darah ke bagian tersebut. Pengerasan arteri dan penyumbatan oleh plak dapat menyebabkan disfungsi ereksi.

Diabetes dapat merusak pembuluh darah di tubuh, termasuk pembuluh darah di penis sehingga menyebabkannya mengalami disfungsi ereksi. Sedangkan orang dengan penyakit jantung memiliki kondisi jantung yang abnormal, yang tidak memungkinkan darah terpompa secara baik ke bagian kelamin.

2. Pria Perokok

Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Dalam setiap bungkus rokok yang dijual di Indonesia, telah tercantum peringatan bahaya kesehatan yang salah satunya menyatakan bahwa merokok dapat menyebabkan impotensi. Peringatan tersebut tentu bukan tanpa alasan.

Kandungan nikotin pada rokok dan produk tembakau dapat membatasi aliran darah ke pembuluh darah dan arteri. Seiring waktu penggunaan tembakau dapat menyebabkan masalah kesehatan kronis yang menyebabkan disfungsi ereksi.

3. Pria Gemuk

Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Penyebab terbesar disfungsi ereksi adalah karena terhambatnya aliran darah ke penis, yang dapat disebabkan karena obesitas, yang merupakan faktor penyebab berbagai penyakit. Kelebihan berat badan juga terkait dengan tekanan darah tinggi dan pengerasan pembuluh darah yang dapat mengurangi aliran darah ke penis.

Obesitas bahkan telah terkait dengan penurunan produksi hormon testosteron yang juga berpengaruh terhadap kemampuan ereksi pria. Testosteron adalah hormon seks utama pada pria dan memainkan peran penting dalam gairah seksual dan fungsi seksual.

4. Pria yang Jalani Perawatan Medis

Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Perawatan medis yang berhubungan langsung dengan organ kelamin pria, seperti operasi prostat, juga dapat menyebabkan pria mengalami disfungsi ereksi. Termasuk juga perawatan yang berhubungan dengan radiasi, seperti terapi untuk kanker.

5. Pria yang Alami Cedera

Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Di daerah kelamin banyak terdapat saraf-saraf yang memungkinkan pria untuk ereksi. Karena itu, cedera yang dapat merusak saraf yang mengontrol ereksi bisa menyebabkan pria impotensi.

6. Pengonsumsi Obat-obatan

Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Obat-obatan tertentu juga bisa menyebabkan disfungsi ereksi, seperti antidepresan, antihistamin (obat alergi), dan obat untuk mengobati tekanan darah tinggi, nyeri atau kanker prostat. Amfetamin, kokain, dan ganja pun dapat menyebabkan masalah seksual pada pria.

7. Pria Stres

Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Kondisi psikologis seperti stres, kecemasan atau depresi dapat membuat Anda tak mampu beraksi di atas ranjang. Sangat tidak mudah untuk mendapatkan gairah atau mood bercinta ketika sedang mengalami masalah psikologi.

Otak merupakan zona sensitif seksual yang sering diabaikan. Gairah seksual dimulai di kepala dan bekerja ke bawah. Depresi dapat membuang hasrat dan ini dapat menyebabkan disfungsi ereksi. Ironisnya, banyak obat yang dipakai untuk mengobati depresi juga dapat menekan dorongan seksual sehingga membuat lebih sulit mendapatkan ereksi.

Stres pun mempengaruhi kinerja penis. Untuk mengatasinya, ubahlah gaya hidup dengan melakukan relaksasi. Selain itu lakukan pula olahraga secara teratur, cukup tidur. Jika penis masih juga tak mau berdiri, carilah bantuan profesional.

8. Pengonsumsi Alkohol

Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Minuman beralkohol biasanya diminum untuk mendapatkan mood yang baik, tetapi kebanyakan alkohol justru menyulitkan kaum pria untuk mencapai ereksi. Konsumsi alkohol berat dapat mengganggu proses ereksi.

Halaman 2 dari 9
Kondisi kesehatan terutama diabetes dan penyakit jantung juga dapat membuat pria kehilangan kemampuan di atas ranjang. Perlu diketahui, untuk dapat ereksi dengan sempurna, penis membutuhkan elastisitas pembuluh darah dan ritme jantung yang stabil untuk memompa darah ke bagian tersebut. Pengerasan arteri dan penyumbatan oleh plak dapat menyebabkan disfungsi ereksi.

Diabetes dapat merusak pembuluh darah di tubuh, termasuk pembuluh darah di penis sehingga menyebabkannya mengalami disfungsi ereksi. Sedangkan orang dengan penyakit jantung memiliki kondisi jantung yang abnormal, yang tidak memungkinkan darah terpompa secara baik ke bagian kelamin.

Dalam setiap bungkus rokok yang dijual di Indonesia, telah tercantum peringatan bahaya kesehatan yang salah satunya menyatakan bahwa merokok dapat menyebabkan impotensi. Peringatan tersebut tentu bukan tanpa alasan.

Kandungan nikotin pada rokok dan produk tembakau dapat membatasi aliran darah ke pembuluh darah dan arteri. Seiring waktu penggunaan tembakau dapat menyebabkan masalah kesehatan kronis yang menyebabkan disfungsi ereksi.

Penyebab terbesar disfungsi ereksi adalah karena terhambatnya aliran darah ke penis, yang dapat disebabkan karena obesitas, yang merupakan faktor penyebab berbagai penyakit. Kelebihan berat badan juga terkait dengan tekanan darah tinggi dan pengerasan pembuluh darah yang dapat mengurangi aliran darah ke penis.

Obesitas bahkan telah terkait dengan penurunan produksi hormon testosteron yang juga berpengaruh terhadap kemampuan ereksi pria. Testosteron adalah hormon seks utama pada pria dan memainkan peran penting dalam gairah seksual dan fungsi seksual.

Perawatan medis yang berhubungan langsung dengan organ kelamin pria, seperti operasi prostat, juga dapat menyebabkan pria mengalami disfungsi ereksi. Termasuk juga perawatan yang berhubungan dengan radiasi, seperti terapi untuk kanker.

Di daerah kelamin banyak terdapat saraf-saraf yang memungkinkan pria untuk ereksi. Karena itu, cedera yang dapat merusak saraf yang mengontrol ereksi bisa menyebabkan pria impotensi.

Obat-obatan tertentu juga bisa menyebabkan disfungsi ereksi, seperti antidepresan, antihistamin (obat alergi), dan obat untuk mengobati tekanan darah tinggi, nyeri atau kanker prostat. Amfetamin, kokain, dan ganja pun dapat menyebabkan masalah seksual pada pria.

Kondisi psikologis seperti stres, kecemasan atau depresi dapat membuat Anda tak mampu beraksi di atas ranjang. Sangat tidak mudah untuk mendapatkan gairah atau mood bercinta ketika sedang mengalami masalah psikologi.

Otak merupakan zona sensitif seksual yang sering diabaikan. Gairah seksual dimulai di kepala dan bekerja ke bawah. Depresi dapat membuang hasrat dan ini dapat menyebabkan disfungsi ereksi. Ironisnya, banyak obat yang dipakai untuk mengobati depresi juga dapat menekan dorongan seksual sehingga membuat lebih sulit mendapatkan ereksi.

Stres pun mempengaruhi kinerja penis. Untuk mengatasinya, ubahlah gaya hidup dengan melakukan relaksasi. Selain itu lakukan pula olahraga secara teratur, cukup tidur. Jika penis masih juga tak mau berdiri, carilah bantuan profesional.

Minuman beralkohol biasanya diminum untuk mendapatkan mood yang baik, tetapi kebanyakan alkohol justru menyulitkan kaum pria untuk mencapai ereksi. Konsumsi alkohol berat dapat mengganggu proses ereksi.

(mer/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads