Disfungsi ereksi (impotensi) terjadi ketika seorang pria tidak bisa lagi mendapatkan atau mempertahankan ereksi yang cukup untuk melakukan hubungan seksual. Meskipun terasa aneh untuk berbicara dengan dokter, tapi kondisi ini harus segera mendapatkan pertolongan karena disfungsi ereksi erat hubungannya dengan kondisi kesehatan, seperti diabetes atau penyakit jantung.
Gairah seksual laki-laki adalah sebuah proses kompleks yang melibatkan otak, hormon, emosi, saraf, otot dan pembuluh darah. Disfungsi ereksi dapat disebabkan oleh masalah dengan salah satunya. Demikian juga, stres dan masalah kesehatan mental dapat menyebabkan atau memperburuk disfungsi ereksi. Kadang-kadang kombinasi masalah fisik dan psikologis menyebabkan disfungsi ereksi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Pria dengan Penyakit Tertentu
|
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
|
Diabetes dapat merusak pembuluh darah di tubuh, termasuk pembuluh darah di penis sehingga menyebabkannya mengalami disfungsi ereksi. Sedangkan orang dengan penyakit jantung memiliki kondisi jantung yang abnormal, yang tidak memungkinkan darah terpompa secara baik ke bagian kelamin.
2. Pria Perokok
|
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
|
Kandungan nikotin pada rokok dan produk tembakau dapat membatasi aliran darah ke pembuluh darah dan arteri. Seiring waktu penggunaan tembakau dapat menyebabkan masalah kesehatan kronis yang menyebabkan disfungsi ereksi.
3. Pria Gemuk
|
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
|
Obesitas bahkan telah terkait dengan penurunan produksi hormon testosteron yang juga berpengaruh terhadap kemampuan ereksi pria. Testosteron adalah hormon seks utama pada pria dan memainkan peran penting dalam gairah seksual dan fungsi seksual.
4. Pria yang Jalani Perawatan Medis
|
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
|
5. Pria yang Alami Cedera
|
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
|
6. Pengonsumsi Obat-obatan
|
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
|
7. Pria Stres
|
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
|
Otak merupakan zona sensitif seksual yang sering diabaikan. Gairah seksual dimulai di kepala dan bekerja ke bawah. Depresi dapat membuang hasrat dan ini dapat menyebabkan disfungsi ereksi. Ironisnya, banyak obat yang dipakai untuk mengobati depresi juga dapat menekan dorongan seksual sehingga membuat lebih sulit mendapatkan ereksi.
Stres pun mempengaruhi kinerja penis. Untuk mengatasinya, ubahlah gaya hidup dengan melakukan relaksasi. Selain itu lakukan pula olahraga secara teratur, cukup tidur. Jika penis masih juga tak mau berdiri, carilah bantuan profesional.
8. Pengonsumsi Alkohol
|
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
|
Halaman 2 dari 9











































