Museum-museum Seks dari Penjuru Dunia, Ada Koleksi Kondom hingga Kelamin

Museum-museum Seks dari Penjuru Dunia, Ada Koleksi Kondom hingga Kelamin

- detikHealth
Jumat, 27 Sep 2013 13:26 WIB
Museum-museum Seks dari Penjuru Dunia, Ada Koleksi Kondom hingga Kelamin
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Jakarta -

1. Venustempel Sexmuseum di Amsterdam, Belanda

(Foto: femalefirst)
Amsterdam's Venustempel atau Temple of Venus, adalah museum seks pertama dan tertua di dunia. Rumah erotisme pertama kali membuka pintunya pada tahun 1985 dan sekarang dikunjungi oleh sekitar 500.000 pengunjung setiap tahun.

Dengan tiga lantai, Venustempel menampilkan potret erotis, foto, lukisan dan rekaman, yang mewujudkan sifat sangat seksual dari kota Eropa.

2. Condom Museum di Nonthaburi, Thailand

(Foto: CNN)
Sebagai produsen kondom terbesar di dunia, Departemen Kesehatan Masyarakat Thailand membuka museum kecil ini, yang terletak di gedung Departemen Ilmu Kedokteran, pada tahun 2010. Tujuannya adalah untuk mengembangkan kesadaran tentang HIV- AIDS dan menghilangkan persepsi negatif publik tentang penggunaan kondom.

3. Museum of Sex di New York

(Foto: museum-new-york)
Ini mungkin bukan museum kota yang paling terkenal di New York, tapi monumen ini ditujukan untuk mengetahui pendidikan, sejarah, dan budaya seks penting tidak hanya untuk akademisi. Museum ini juga dilengkapi dengan pameran dan instalasi virtual kehidupan seksual pada dunia hewan.

4. Icelandic Phallological Museum di Husavik, Islandia

(Foto: reuters)
Ide untuk mendirikan museum unik itu datang dari sang pemilik, Sigurdur Hjartarson yang mulai mengoleksi penis kerbau pada tahun 1974. Perlahan-lahan koleksinya bertambah banyak, hingga akhirnya memutuskan untuk mendirikan museum kecil di kota Reykjavik.

Setelah koleksinya mencapai 242 batang penis semua makhluk, museum itu menempati gedung baru di Husavik pada tahun 2004. Di lokasi baru yang masih ditempati hingga saat ini, terdapat koleksi dari sekitar 92 spesies mamalia atau makhluk menyusui termasuk manusia yang baru saja ditambahkan.

Icelandic Phallological Museum, sebuah museum unik yang berlokasi di Husavik Islandia ini akhirnya resmi mendapatkan koleksi penis manusia, Jumat 8 April 2011. Penis tersebut disumbangkan oleh Pall Arasson, pria 95 tahun asal Akureyri yang meninggal 5 Januari 2011.

5. China Sex Museum di Tongli, China

(Foto: chinadaily)
Terletak 50 mil di luar Shanghai di bekas desa nelayan, museum ini didedikasikan untuk lebih dari 9.000 tahun sejarah seksual China, dengan lebih dari 1.500 benda koleksi dan artefak.

6. Museu de l'erotica, Barcelona

(Foto: thewow)
Didedikasikan untuk eksplorasi erotika dalam berbagai bentuk, seperti antropologi, arkeologi, sosiologi, seni, sastra, dan sesuatu yang disebut 'seni plastik'. Terletak di lingkungan arsitektur Barcelona yang menakjubkan, La Rambla.

7. World Erotic Art Museum, Miami

(Foto: my miami beach)
Museum ini terkenal di dunia erotis hot spot, menampilkan 20 galeri seks sepanjang zaman. 'Ini seni, bukan pornografi,' itulah motto pendidikan seks yang ditonjolkan museum ini. Kurator Naomi Wilzig, juga kurator dari Museum Holocaust di Washington, DC, telah merancang museum sedemikian rupa untuk mendidik pengunjung tentang banyak cara untuk mengekspresikan makhluk seksual.

Dari galeri budaya tradisional, ke galeri topikal seks gay dan lesbian, masturbasi dan fetish, World Erotic Art Museum mencakup semuanya.
Halaman 2 dari 8
Amsterdam's Venustempel atau Temple of Venus, adalah museum seks pertama dan tertua di dunia. Rumah erotisme pertama kali membuka pintunya pada tahun 1985 dan sekarang dikunjungi oleh sekitar 500.000 pengunjung setiap tahun.

Dengan tiga lantai, Venustempel menampilkan potret erotis, foto, lukisan dan rekaman, yang mewujudkan sifat sangat seksual dari kota Eropa.

Sebagai produsen kondom terbesar di dunia, Departemen Kesehatan Masyarakat Thailand membuka museum kecil ini, yang terletak di gedung Departemen Ilmu Kedokteran, pada tahun 2010. Tujuannya adalah untuk mengembangkan kesadaran tentang HIV- AIDS dan menghilangkan persepsi negatif publik tentang penggunaan kondom.

Ini mungkin bukan museum kota yang paling terkenal di New York, tapi monumen ini ditujukan untuk mengetahui pendidikan, sejarah, dan budaya seks penting tidak hanya untuk akademisi. Museum ini juga dilengkapi dengan pameran dan instalasi virtual kehidupan seksual pada dunia hewan.

Ide untuk mendirikan museum unik itu datang dari sang pemilik, Sigurdur Hjartarson yang mulai mengoleksi penis kerbau pada tahun 1974. Perlahan-lahan koleksinya bertambah banyak, hingga akhirnya memutuskan untuk mendirikan museum kecil di kota Reykjavik.

Setelah koleksinya mencapai 242 batang penis semua makhluk, museum itu menempati gedung baru di Husavik pada tahun 2004. Di lokasi baru yang masih ditempati hingga saat ini, terdapat koleksi dari sekitar 92 spesies mamalia atau makhluk menyusui termasuk manusia yang baru saja ditambahkan.

Icelandic Phallological Museum, sebuah museum unik yang berlokasi di Husavik Islandia ini akhirnya resmi mendapatkan koleksi penis manusia, Jumat 8 April 2011. Penis tersebut disumbangkan oleh Pall Arasson, pria 95 tahun asal Akureyri yang meninggal 5 Januari 2011.

Terletak 50 mil di luar Shanghai di bekas desa nelayan, museum ini didedikasikan untuk lebih dari 9.000 tahun sejarah seksual China, dengan lebih dari 1.500 benda koleksi dan artefak.

Didedikasikan untuk eksplorasi erotika dalam berbagai bentuk, seperti antropologi, arkeologi, sosiologi, seni, sastra, dan sesuatu yang disebut 'seni plastik'. Terletak di lingkungan arsitektur Barcelona yang menakjubkan, La Rambla.

Museum ini terkenal di dunia erotis hot spot, menampilkan 20 galeri seks sepanjang zaman. 'Ini seni, bukan pornografi,' itulah motto pendidikan seks yang ditonjolkan museum ini. Kurator Naomi Wilzig, juga kurator dari Museum Holocaust di Washington, DC, telah merancang museum sedemikian rupa untuk mendidik pengunjung tentang banyak cara untuk mengekspresikan makhluk seksual.

Dari galeri budaya tradisional, ke galeri topikal seks gay dan lesbian, masturbasi dan fetish, World Erotic Art Museum mencakup semuanya.

(mer/vit)

Berita Terkait