Sebuah studi baru yang dipublikasikan dalam Journal of Sexual Medicine menemukan permukaan kulit di sekeliling klitoris diklaim dapat menyebabkan orgasme yang luar biasa, jika disentuh atau dirangsang.
Fakta ini diperoleh peneliti setelah meminta sejumlah wanita menilai intensitas orgasmenya sendiri dan upaya yang mereka butuhkan untuk mendapatkan orgasme tersebut, berdasarkan rangsangan yang diberikan pada bagian-bagian tubuh tertentu mereka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Partisipan pun sepakat orgasme mereka yang paling intens tapi membutuhkan upaya yang paling sedikit juga berasal dari rangsangan terhadap ketiga titik ini. Demikian dilansir Men's Health, Kamis (10/10/2013).
"Mulailah dengan menyentuh seluruh bagian yang ada di seputaran klitorisnya, entah di kedua sisinya, di atasnya, di bawahnya, labianya, dan di sekitar bukaan vaginanya. Lakukan hal ini terutama ketika si dia masih mengenakan celana dalamnya," saran terapis seks Marianne Brandon, Ph.D., yang juga penulis buku Monogamy: The Untold Story.
Usai seluruh kain yang menempel di tubuhnya telah ditanggalkan, tekan kedua sisi disamping klitorisnya dengan dua jari Anda yang membentuk V. Saat Anda ingin menambah intensitas rangsangan, targetkan rasangan Anda itu pada kuadran kiri atas klitorisnya. Menurut Brandon, ini merupakan area yang sangat sensitif bagi kebanyakan wanita.
"Ketahuilah bahwa ada semacam tudung di atas klitoris istri Anda. Setelah menemukannya, tariklah tudung itu pelan-pelan dan lihatlah bagaimana responsnya," timpal Brandon. Dijamin kontak langsung pada klitoris bagian ini akan membantu pasangan mencapai orgasme seketika.
Jika sudah begitu, jangan langsung berhenti karena Brandon memperkirakan Anda dapat memperoleh dua-tiga putaran seks lagi. "Apalagi lebih mudah bagi wanita untuk mendapatkan orgasme berkali-kali (multiple orgasm) apabila kontak (dengan klitoris) tidak berhenti begitu saja," kata Brandon.
Hanya saja karena mungkin intensitasnya tak sebesar sebelumnya, Brandon menyarankan agar para suami menempatkan kedua jarinya seperti semula, namun tekanan yang diberikan sebaiknya hanya sedikit saja.
"Perlahan mulailah bergerak lagi dan lihat bagaimana ia meresponsnya. Kalau si dia terlalu excited, berhentilah agak lama. Namun jika ia sudah bisa merespons, Anda dapat memulai putaran kedua atau ketiga Anda malam itu juga," pungkas Brandon.











































