Fakta Klitoris, Bisa Ereksi Hingga Bantu Orgasme pada Wanita

Fakta Klitoris, Bisa Ereksi Hingga Bantu Orgasme pada Wanita

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Selasa, 19 Nov 2013 16:00 WIB
Fakta Klitoris, Bisa Ereksi Hingga Bantu Orgasme pada Wanita
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Dibandingkan pria, wanita lebih sulit untuk mengalami orgasme saat berhubungan intim. Salah satu cara meningkatkan kesempatan wanita untuk bisa orgasme adalah melalui klitoris. Namun tidak banyak yang tahu fakta-fakta menarik lain yang terdapat pada klitoris.

Berikut 5 fakta lain yang terdapat pada klitoris, seperti dilansir Your Tango, Selasa (19/11/2013):

1. Stimulasi klitoris cara utama wanita capai orgasme

ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Seperti penis pada pria, klitoris merupakan organ vital yang harus mendapatkan stimulasi jika ingin mencapai orgasme. Bagi sebagian besar wanita, rangsangan klitoris merupakan cara paling efektif untuk bisa orgasme. Melakukan stimulasi pada klitoris, bahkan sebelum penetrasi, akan meningkatkan peluang seorang wanita untuk orgasme.

2. Klitoris bisa ereksi

ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Tak hanya pria, wanita nyatanya juga bisa merasakan ereksi, yaitu pada klitorisnya. Klitoris memiliki jaringan erektil seperti penis. Selama bercinta dan jika telah mencapai klimaksnya, klitoris akan membesar. Jaringan erektil yang terdapat pada klitoris akan terisi oleh darah dan memaparkan ujung saraf yang lebih besar, sehingga klitoris akan menjadi lebih sensitif.

3. Klitoris adalah bagian paling sensitif dari sistem seksual wanita

ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Klitoris memiliki sekitar 6.000 sampai 8.000 ujung saraf. Jumlah saraf ini lebih banyak dibandingkan dengan yang ada di ujung jari, bibir, dan lidah. Bahkan, jumlah ini juga 2 kali lebih banyak dari yang ada di ujung penis. Oleh sebab itu, klitoris bisa dikatakan sangat sensitif.

4. Memiliki ukuran sebesar penis

ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Tahukah Anda bahwa klitoris secara keseluruhan memiliki ukuran sebesar penis? Ya, faktanya jaringan dan katup ereksi organ intim wanita sebenarnya tersebar dalam sebuah area yang lebih besar jika dibandingkan dengan organ intim pria. Meskipun memiliki area yang lebih besar, namun penis dan klitoris memiliki ukuran dan berat yang hampir sama.

5. Klitoris bisa 'menghilang'

ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jika Anda pasif secara seksual atau tidak menggunakan klitoris, maka Anda berisiko mengalami atrofi klitoris. Ini merupakan kondisi medis di mana klitoris akan 'mundur' ke dalam tubuh. Seperti semua jaringan lain dalam tubuh, klitoris bergantung pada aliran darah agar tetap sehat. Jaga klitoris tetap sehat dengan cara tetap aktif secara seksual.
Halaman 2 dari 6
Seperti penis pada pria, klitoris merupakan organ vital yang harus mendapatkan stimulasi jika ingin mencapai orgasme. Bagi sebagian besar wanita, rangsangan klitoris merupakan cara paling efektif untuk bisa orgasme. Melakukan stimulasi pada klitoris, bahkan sebelum penetrasi, akan meningkatkan peluang seorang wanita untuk orgasme.

Tak hanya pria, wanita nyatanya juga bisa merasakan ereksi, yaitu pada klitorisnya. Klitoris memiliki jaringan erektil seperti penis. Selama bercinta dan jika telah mencapai klimaksnya, klitoris akan membesar. Jaringan erektil yang terdapat pada klitoris akan terisi oleh darah dan memaparkan ujung saraf yang lebih besar, sehingga klitoris akan menjadi lebih sensitif.

Klitoris memiliki sekitar 6.000 sampai 8.000 ujung saraf. Jumlah saraf ini lebih banyak dibandingkan dengan yang ada di ujung jari, bibir, dan lidah. Bahkan, jumlah ini juga 2 kali lebih banyak dari yang ada di ujung penis. Oleh sebab itu, klitoris bisa dikatakan sangat sensitif.

Tahukah Anda bahwa klitoris secara keseluruhan memiliki ukuran sebesar penis? Ya, faktanya jaringan dan katup ereksi organ intim wanita sebenarnya tersebar dalam sebuah area yang lebih besar jika dibandingkan dengan organ intim pria. Meskipun memiliki area yang lebih besar, namun penis dan klitoris memiliki ukuran dan berat yang hampir sama.

Jika Anda pasif secara seksual atau tidak menggunakan klitoris, maka Anda berisiko mengalami atrofi klitoris. Ini merupakan kondisi medis di mana klitoris akan 'mundur' ke dalam tubuh. Seperti semua jaringan lain dalam tubuh, klitoris bergantung pada aliran darah agar tetap sehat. Jaga klitoris tetap sehat dengan cara tetap aktif secara seksual.

(ajg/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads