Seluk-beluk Sperma yang Perlu Diketahui

Seluk-beluk Sperma yang Perlu Diketahui

- detikHealth
Kamis, 21 Nov 2013 10:26 WIB
Seluk-beluk Sperma yang Perlu Diketahui
Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta -

1. Usia Hidup Sperma

Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Usia hidup sperma bergantung dari sejumlah faktor, salah satunya adalah di mana lokasi sperma berada. Jika sperma berada di permukaan yang kering seperti baju atau seprai, maka sperma akan mati seiring mengeringnya semen.

Sedangkan jika berada dalam air, misalnya di bak air hangat, maka sperma akan bertahan lebih lama, sebab sperma berkembang pesat di lingkungan yang hangat dan basah. Jika demikian, perempuan yang mandi bersama seorang pria yang diam-diam ejakulasi, apakah bisa hamil? Tidak semudah itu, karena sperma perlu mencari jalan yang benar untuk masuk ke vagina dan membuahi sel telur.

Sedangkan di dalam tubuh perempuan, sperma dapat hidup hingga 5 hari, tergantung kondisinya. Dengan usianya itu, meskipun hubungan seks tanpa pengaman dilakukan sebelum masa ovulasi perempuan, peluang kehamilan masih tetap ada.

2. Jumlah Sperma untuk Tingkatkan Peluang Hamil

Foto: Ilustrasi/Thinkstock

Hanya butuh satu sperma untuk membuahi sel telur agar terjadi kehamilan. Meski demikian, ada jutaan sperma yang gagal mencapai sel telur dan bahkan membuahinya lho. Menurut badan kesehatan dunia (WHO), rata-rata setiap kali ejakulasi seorang pria mampu menghasilkan hingga sekitar 100 juta sperma. Karena itu seorang pria yang memiliki kurang dari 20 juta sperma per milimeter semen-nya, berisiko mengalami masalah ketidaksuburan.

Untuk bisa bertemu sel telur, sperma melakukan perjalanan yang panjang dari vagina menuju tuba fallopi. Perjalanan itu sangat tidak mudah, seningga hanya sedikit sperma yang bisa bertahan. Nah, begitu sperma berhasil menyelesaikan perjalanan dan bertemu sel telur, penetrasi atas sel terus harus dilakukan. Lagi-lagi ini bukan pekerjaan gampang lantaran sel telur diselimuti lapisan yang tebal. Karena itu para pakar yakin proses pembuahan hanya mungkin dilakukan oleh sperma paling sehat, sehingga akan memperbesar peluang lahirnya seorang bayi yang sehat juga.

3. Cara Meningkatkan Kesehatan Sperma

Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Upaya menjaga kesehatan Anda juga berarti upaya untuk meningkatkan kesehatan sperma. Bagaimana caranya?
1. Hindari rokok dan obat-obatan haram, khususnya steroid anabolik.
2. Menghindari paparan racun, seperti yang terkandung dalam pestisida dan logam berat.
3. Membatasi asupan alkohol
4. Makan makanan yang sehat dan menjaga berat badan ideal.
5. Tak kalah pentingnya adalah dengan menjaga skrotum tetep dingin, sebab skrotum yang panas akan memperlambat produksi sperma. Karena itu hindari memangku laptop, mandi air panas, dan jangan memakai celana ketat.

4. Jumlah dan Kerapatan Cairan Sperma

Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Sperma dapat dianalisis untuk menentukan penyebab infertilitas. Untuk melakukan tes, sperma hasil ejakulasi ditampung dalam cangkir, kemudian dianalisis oleh ahli. Umumnya saat ejakulasi terjadi, ada 2-6 mililiter cairan sperma atau sekitar setengan sampai satu sendok teh. Kurangnya cairan sperma berarti tidak cukup sperma untuk mendapatkan kehamilan. Sedangkan cairan yang berlebih bisa mencairkan konsentrasi sperma.

Setelah ejakulasi, cairan sperma harus cukup rapat dan kemudian merenggang atau menjadi lebih tipis setelah 10-15 menit kemudian. Cairan sperma yang tetap rapat setelah beberapa waktu mengindikasikan bahwa sperma sulit untuk bergerak.

5. Konsentrasi dan Pergerakan Sperma

Foto: Ilustrasi/Thinkstock
Konsentrasi sperma disebut juga densitas sperma, yang merujuk pada jumlah sperma dalam jutaan per mililiter cairan sperma. Dua puluh juta sperma atau lebih per mililiter merupakan densitas yang normal.

Dalam uji sperma, dikenal pula motilitas spema. Ini merujuk pada persentase sperma dalam sampel yang bergerak serta penilaian gerakan sperma. Satu jam setelah ejakulasi, minimal 50 persen sperma harus bergerak maju dalam garis lurus. Dalam uji sperma, biasanya akan dicatat pula morfologi sperma yang meliputi ukuran, bentuk, dan penampilan.
Halaman 2 dari 6
Usia hidup sperma bergantung dari sejumlah faktor, salah satunya adalah di mana lokasi sperma berada. Jika sperma berada di permukaan yang kering seperti baju atau seprai, maka sperma akan mati seiring mengeringnya semen.

Sedangkan jika berada dalam air, misalnya di bak air hangat, maka sperma akan bertahan lebih lama, sebab sperma berkembang pesat di lingkungan yang hangat dan basah. Jika demikian, perempuan yang mandi bersama seorang pria yang diam-diam ejakulasi, apakah bisa hamil? Tidak semudah itu, karena sperma perlu mencari jalan yang benar untuk masuk ke vagina dan membuahi sel telur.

Sedangkan di dalam tubuh perempuan, sperma dapat hidup hingga 5 hari, tergantung kondisinya. Dengan usianya itu, meskipun hubungan seks tanpa pengaman dilakukan sebelum masa ovulasi perempuan, peluang kehamilan masih tetap ada.


Hanya butuh satu sperma untuk membuahi sel telur agar terjadi kehamilan. Meski demikian, ada jutaan sperma yang gagal mencapai sel telur dan bahkan membuahinya lho. Menurut badan kesehatan dunia (WHO), rata-rata setiap kali ejakulasi seorang pria mampu menghasilkan hingga sekitar 100 juta sperma. Karena itu seorang pria yang memiliki kurang dari 20 juta sperma per milimeter semen-nya, berisiko mengalami masalah ketidaksuburan.

Untuk bisa bertemu sel telur, sperma melakukan perjalanan yang panjang dari vagina menuju tuba fallopi. Perjalanan itu sangat tidak mudah, seningga hanya sedikit sperma yang bisa bertahan. Nah, begitu sperma berhasil menyelesaikan perjalanan dan bertemu sel telur, penetrasi atas sel terus harus dilakukan. Lagi-lagi ini bukan pekerjaan gampang lantaran sel telur diselimuti lapisan yang tebal. Karena itu para pakar yakin proses pembuahan hanya mungkin dilakukan oleh sperma paling sehat, sehingga akan memperbesar peluang lahirnya seorang bayi yang sehat juga.

Upaya menjaga kesehatan Anda juga berarti upaya untuk meningkatkan kesehatan sperma. Bagaimana caranya?
1. Hindari rokok dan obat-obatan haram, khususnya steroid anabolik.
2. Menghindari paparan racun, seperti yang terkandung dalam pestisida dan logam berat.
3. Membatasi asupan alkohol
4. Makan makanan yang sehat dan menjaga berat badan ideal.
5. Tak kalah pentingnya adalah dengan menjaga skrotum tetep dingin, sebab skrotum yang panas akan memperlambat produksi sperma. Karena itu hindari memangku laptop, mandi air panas, dan jangan memakai celana ketat.

Sperma dapat dianalisis untuk menentukan penyebab infertilitas. Untuk melakukan tes, sperma hasil ejakulasi ditampung dalam cangkir, kemudian dianalisis oleh ahli. Umumnya saat ejakulasi terjadi, ada 2-6 mililiter cairan sperma atau sekitar setengan sampai satu sendok teh. Kurangnya cairan sperma berarti tidak cukup sperma untuk mendapatkan kehamilan. Sedangkan cairan yang berlebih bisa mencairkan konsentrasi sperma.

Setelah ejakulasi, cairan sperma harus cukup rapat dan kemudian merenggang atau menjadi lebih tipis setelah 10-15 menit kemudian. Cairan sperma yang tetap rapat setelah beberapa waktu mengindikasikan bahwa sperma sulit untuk bergerak.

Konsentrasi sperma disebut juga densitas sperma, yang merujuk pada jumlah sperma dalam jutaan per mililiter cairan sperma. Dua puluh juta sperma atau lebih per mililiter merupakan densitas yang normal.

Dalam uji sperma, dikenal pula motilitas spema. Ini merujuk pada persentase sperma dalam sampel yang bergerak serta penilaian gerakan sperma. Satu jam setelah ejakulasi, minimal 50 persen sperma harus bergerak maju dalam garis lurus. Dalam uji sperma, biasanya akan dicatat pula morfologi sperma yang meliputi ukuran, bentuk, dan penampilan.

(vit/up)

Berita Terkait