Rabu, 27 Nov 2013 19:07 WIB

Studi Pastikan Stres Ganggu Kehidupan Seks, Begini Cara Menanggulanginya

- detikHealth
Ilustrasi (dok: Thinkstock) Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta - Stres telah lama terbukti dapat mengganggu fungsi fisik dan mental seseorang, dan yang tak kalah benar stres mengganggu kehidupan seksual seseorang. Sebuah studi baru pun mengatakan ini bukan hanya karena Anda sedang tak mood tapi juga tubuh menanggung beban stres yang terlalu besar.

Temuan studi yang dipublikasikan dalam Journal of Sexual Medicine ini diperoleh setelah peneliti membagi sampel sejumlah partisipan wanita ke dalam dua kelompok; yang kadar stresnya tinggi dan yang kadar stresnya rata-rata saja, lalu hasrat seksual mereka diukur ketika peneliti menyodori mereka sebuah video erotis.

Ternyata wanita yang tergolong kadar stresnya tinggi dilaporkan memiliki hasrat seksual yang rendah, mudah terdistraksi atau teralihkan perhatiannya dan kadar hormon stres atau kortisolnya tinggi. Ini dikatakan peneliti berkontribusi terhadap penurunan gairah fisik seseorang.

Ironisnya, cara terbaik untuk mengatasi hal ini adalah berhubungan intim dengan suami/istri. "Orgasme merupakan pereda stres alami yang luar biasa. Bercinta akan memberi Anda pembebasan fisiologis yang membuat Anda merasa lebih baik," ungkap pakar seks Joan Price, yang juga pendiri situs NakedAtOurAge.com.

Untuk itu penulis buku "Naked At Our Age: Talking Out Loud About Senior Sex" ini juga menyarankan tiga langkah sederhana untuk memastikan kehidupan seks setiap orang tak menderita, bahkan ketika tengah stres, seperti halnya dilansir NBC News, Rabu (27/11/2013) berikut ini.

1. Olahraga
"Tak hanya dikenal sebagai pereda stres, olahraga juga meningkatkan aliran darah, termasuk ke daerah kemaluan," terang Price. Anda dapat mencoba yoga, karena belakangan banyak studi yang menemukan yoga rutin dapat meningkatkan hasrat seksual dan pelumasan.

2. Minta pasangan menggosok punggung
Kendati Anda sedang tidak mood bercinta, kontak antarkulit pasangan adalah pereda stres yang krusial. Memijat pun tak hanya menurunkan kadar hormon stres, tapi keintimannya membuat Anda dan pasangan tetap mesra atau terkoneksi, sehingga mungkin bisa mendorong Anda dan si dia untuk bercinta.

"Orang-orang mengira hasrat seks harus datang sebelum munculnya respons fisiologis, tapi bukan itu sebenarnya. Untuk itu cara ini lebih pas jika digunakan oleh wanita dan pria paruh baya yang keinginan bercintanya tidak disetir lagi oleh hormon," jelas Price.

Jadi mulailah dengan meminta si dia menggosok punggung Anda hingga ke bawah, lalu biarkan pasangan tahu apa yang Anda inginkan selanjutnya.

3. Buat jadwal bercinta
Bagi sebagian orang cara ini kurang seru, tapi jika Anda tipikal orang yang sangat sibuk dan kerap stres karena pekerjaan cara ini jauh lebih mungkin mendorong Anda untuk berhubungan seksual dengan suami/istri, alih-alih hanya menunggu inisiatif masing-masing.

Ini juga membuat tubuh dan otak Anda berjalan beriringan. "Terutama ketika membayangkan lingerie apa yang akan Anda pakai, apakah Anda ingin mencoba sex toy bersama suami atau tidak, dan apa yang ingin Anda lakukan bersamanya nanti dapat meningkatkan antisipasi Anda termasuk memicu respons fisiologis dari gairah seks Anda," tutur Price.



(up/vit)