Hal-hal Menarik Seputar Vagina Ini Perlu Anda Tahu (2)

Hal-hal Menarik Seputar Vagina Ini Perlu Anda Tahu (2)

- detikHealth
Jumat, 10 Jan 2014 09:33 WIB
Hal-hal Menarik Seputar Vagina Ini Perlu Anda Tahu (2)
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta -

Membicarakan vagina terkadang membuat seorang perempuan malu. Tak heran kata vagina kemudian diganti dengan kata lain agar vagina tak lagi tabu. Ada yang menyebutnya dompet, 'meki', ' cha-cha', atau 'wee-wee'. Padahal istilah vagina sendiri sudah merupakan istilah yang ilmiah.

Menyambung artikel sebelumnya, inilah bagian kedua tentang hal-hal menarik seputar vagina yang perlu diketahui, seperti dikutip dari Health Me Up dan sumber-sumber lainnya, Jumat (10/1/2014):

Hal-hal Menarik Seputar Vagina Ini Perlu Anda Tahu (2)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Membicarakan vagina terkadang membuat seorang perempuan malu. Tak heran kata vagina kemudian diganti dengan kata lain agar vagina tak lagi tabu. Ada yang menyebutnya dompet, 'meki', ' cha-cha', atau 'wee-wee'. Padahal istilah vagina sendiri sudah merupakan istilah yang ilmiah.

Menyambung artikel sebelumnya, inilah bagian kedua tentang hal-hal menarik seputar vagina yang perlu diketahui, seperti dikutip dari Health Me Up dan sumber-sumber lainnya, Jumat (10/1/2014):

1. Vagina Tidak Suka Celana 'Mewah'

Vagina tidak menyukai celana dalam 'mewah' yang didominasi renda ataupun terbuat dari sutra. Vagina justru menyukai celana dalam yang terbuat dari katun karena bersifat menyerap keringat dan cepat kering. Selain itu katun juga memungkinkan adanya perjalanan udara, yang mana hal ini dapat membantu mencegah infeksi jamur karena kondisi yang lembab.

2. Vagina Juga Bisa Kendur

Seperti payudara dan pantat, vagina juga bisa kendur. Ada berbagai macam alasan yang bisa menyebabkan kondisi ini, misalnya karena perubahan hormonal, melahirkan, dan genetika. Untuk mencegah vagina kendur, ada baiknya melakukan latihan kegel, menjaga agar berat badan tetap seimbang, tidak merogok, dan konsumsilah asupan seimbang agar tidak mengalami sembelit.

3. Bau Vagina

Saat Anda baru saja mandi, vagina tidak akan berbau. Namun vagina kemudian akan mengeluarkan bau pada saat Anda berkeringat selepas olahraga. Vagina berbau seperti besi pada saat seorang perempuan sedang menstruasi. Sementara itu bau roti akan tercium mana kala ada akumulasi ragi kuantitas tinggi dalam vagina. Nah, setelah berhubungan seks, vagina berbau seperti pemutih. Ketika pertumbuhan bakteri di vagina sangat berlebihan, maka baunya sangat tidak sedap.

Bau vagina sebenarnya tergantung dari berbagai faktor. Selain pertumbuhan bakteri di vagina, diet, higienitas, dan jumlah keringat turut mempengaruhi aroma vagina. Lalu bagaimana jika vagina kentut? Kentut vagina sama sekali tidak berbau karena gasnya tidak melewati tinja, seperti kentut yang dikeluarkan dubur.

4. Cara Terbaik Membersihkan Vagina

Meski letaknya tersembunyi, namun jangan pernah melupakan menjaga kebersihan vagina. Cara terbaik untuk menjaga kebersihannya antara lain:

1. Mencukur bulu kemaluan secara teratur. Sebab bulu kemaluan yang gondrong akan membuat area sekitar vagina lebih lembab, sehingga bakteri jahat senang bersemayam di sana.

2. Gunakan tisu bayi saat setelah selesai buang air kecil. Sebab tisu bayi lembut sehingga tidak akan melukai kulit di sekitar vagina. Selain itu tisu akan menjaga vagina tetap kering setelah Anda membasuhnya dengan air.

3. Minum jus cranberry. Cranberry adalah makanan anti-bakteri, untuk itu sesekali minumlah segelas jus ini untuk mencegah bakteri berlebih.

4. Bebaskan vagina dari celana saat di rumah. Kadang Anda perlu membiarkan vagina bebas 'bernapas'. Karena itu ada baiknya selama beberapa jam Anda melepaskan celana dalam saat sedang di rumah. Lakukan ini pada saat akan tidur, sehingga vagina akan lebih bebas.

5. Hindari jins ketat dan stoking. Pemakaian celana jins ketat dan stoking tidak dilarang, namun jangan dipakai terus-menerus. Sebab hal ini akan membuat vagina sulit 'bernapas'. Alhasil area di sekitar vagina akan lembab oleh keringat.

6. Batasi makanan yang bisa memicu bau vagina. Alkohol, bawang merah, bawang putih, dan kopi bisa meningkatkan bau pada vagina. Untuk itu, batasi konsumsinya agar tidak berlebihan.

1. Vagina Tidak Suka Celana 'Mewah'

Vagina tidak menyukai celana dalam 'mewah' yang didominasi renda ataupun terbuat dari sutra. Vagina justru menyukai celana dalam yang terbuat dari katun karena bersifat menyerap keringat dan cepat kering. Selain itu katun juga memungkinkan adanya perjalanan udara, yang mana hal ini dapat membantu mencegah infeksi jamur karena kondisi yang lembab.

2. Vagina Juga Bisa Kendur

Seperti payudara dan pantat, vagina juga bisa kendur. Ada berbagai macam alasan yang bisa menyebabkan kondisi ini, misalnya karena perubahan hormonal, melahirkan, dan genetika. Untuk mencegah vagina kendur, ada baiknya melakukan latihan kegel, menjaga agar berat badan tetap seimbang, tidak merogok, dan konsumsilah asupan seimbang agar tidak mengalami sembelit.

3. Bau Vagina

Saat Anda baru saja mandi, vagina tidak akan berbau. Namun vagina kemudian akan mengeluarkan bau pada saat Anda berkeringat selepas olahraga. Vagina berbau seperti besi pada saat seorang perempuan sedang menstruasi. Sementara itu bau roti akan tercium mana kala ada akumulasi ragi kuantitas tinggi dalam vagina. Nah, setelah berhubungan seks, vagina berbau seperti pemutih. Ketika pertumbuhan bakteri di vagina sangat berlebihan, maka baunya sangat tidak sedap.

Bau vagina sebenarnya tergantung dari berbagai faktor. Selain pertumbuhan bakteri di vagina, diet, higienitas, dan jumlah keringat turut mempengaruhi aroma vagina. Lalu bagaimana jika vagina kentut? Kentut vagina sama sekali tidak berbau karena gasnya tidak melewati tinja, seperti kentut yang dikeluarkan dubur.

4. Cara Terbaik Membersihkan Vagina

Meski letaknya tersembunyi, namun jangan pernah melupakan menjaga kebersihan vagina. Cara terbaik untuk menjaga kebersihannya antara lain:

1. Mencukur bulu kemaluan secara teratur. Sebab bulu kemaluan yang gondrong akan membuat area sekitar vagina lebih lembab, sehingga bakteri jahat senang bersemayam di sana.

2. Gunakan tisu bayi saat setelah selesai buang air kecil. Sebab tisu bayi lembut sehingga tidak akan melukai kulit di sekitar vagina. Selain itu tisu akan menjaga vagina tetap kering setelah Anda membasuhnya dengan air.

3. Minum jus cranberry. Cranberry adalah makanan anti-bakteri, untuk itu sesekali minumlah segelas jus ini untuk mencegah bakteri berlebih.

4. Bebaskan vagina dari celana saat di rumah. Kadang Anda perlu membiarkan vagina bebas 'bernapas'. Karena itu ada baiknya selama beberapa jam Anda melepaskan celana dalam saat sedang di rumah. Lakukan ini pada saat akan tidur, sehingga vagina akan lebih bebas.

5. Hindari jins ketat dan stoking. Pemakaian celana jins ketat dan stoking tidak dilarang, namun jangan dipakai terus-menerus. Sebab hal ini akan membuat vagina sulit 'bernapas'. Alhasil area di sekitar vagina akan lembab oleh keringat.

6. Batasi makanan yang bisa memicu bau vagina. Alkohol, bawang merah, bawang putih, dan kopi bisa meningkatkan bau pada vagina. Untuk itu, batasi konsumsinya agar tidak berlebihan.
Halaman 2 dari 5
Vagina tidak menyukai celana dalam 'mewah' yang didominasi renda ataupun terbuat dari sutra. Vagina justru menyukai celana dalam yang terbuat dari katun karena bersifat menyerap keringat dan cepat kering. Selain itu katun juga memungkinkan adanya perjalanan udara, yang mana hal ini dapat membantu mencegah infeksi jamur karena kondisi yang lembab.

Seperti payudara dan pantat, vagina juga bisa kendur. Ada berbagai macam alasan yang bisa menyebabkan kondisi ini, misalnya karena perubahan hormonal, melahirkan, dan genetika. Untuk mencegah vagina kendur, ada baiknya melakukan latihan kegel, menjaga agar berat badan tetap seimbang, tidak merogok, dan konsumsilah asupan seimbang agar tidak mengalami sembelit.

Saat Anda baru saja mandi, vagina tidak akan berbau. Namun vagina kemudian akan mengeluarkan bau pada saat Anda berkeringat selepas olahraga. Vagina berbau seperti besi pada saat seorang perempuan sedang menstruasi. Sementara itu bau roti akan tercium mana kala ada akumulasi ragi kuantitas tinggi dalam vagina. Nah, setelah berhubungan seks, vagina berbau seperti pemutih. Ketika pertumbuhan bakteri di vagina sangat berlebihan, maka baunya sangat tidak sedap.

Bau vagina sebenarnya tergantung dari berbagai faktor. Selain pertumbuhan bakteri di vagina, diet, higienitas, dan jumlah keringat turut mempengaruhi aroma vagina. Lalu bagaimana jika vagina kentut? Kentut vagina sama sekali tidak berbau karena gasnya tidak melewati tinja, seperti kentut yang dikeluarkan dubur.

Meski letaknya tersembunyi, namun jangan pernah melupakan menjaga kebersihan vagina. Cara terbaik untuk menjaga kebersihannya antara lain:

1. Mencukur bulu kemaluan secara teratur. Sebab bulu kemaluan yang gondrong akan membuat area sekitar vagina lebih lembab, sehingga bakteri jahat senang bersemayam di sana.

2. Gunakan tisu bayi saat setelah selesai buang air kecil. Sebab tisu bayi lembut sehingga tidak akan melukai kulit di sekitar vagina. Selain itu tisu akan menjaga vagina tetap kering setelah Anda membasuhnya dengan air.

3. Minum jus cranberry. Cranberry adalah makanan anti-bakteri, untuk itu sesekali minumlah segelas jus ini untuk mencegah bakteri berlebih.

4. Bebaskan vagina dari celana saat di rumah. Kadang Anda perlu membiarkan vagina bebas 'bernapas'. Karena itu ada baiknya selama beberapa jam Anda melepaskan celana dalam saat sedang di rumah. Lakukan ini pada saat akan tidur, sehingga vagina akan lebih bebas.

5. Hindari jins ketat dan stoking. Pemakaian celana jins ketat dan stoking tidak dilarang, namun jangan dipakai terus-menerus. Sebab hal ini akan membuat vagina sulit 'bernapas'. Alhasil area di sekitar vagina akan lembab oleh keringat.

6. Batasi makanan yang bisa memicu bau vagina. Alkohol, bawang merah, bawang putih, dan kopi bisa meningkatkan bau pada vagina. Untuk itu, batasi konsumsinya agar tidak berlebihan.

(/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads