Cegah HIV Masuk ke Tubuh, Peneliti Ciptakan Krim Vagina Khusus

Cegah HIV Masuk ke Tubuh, Peneliti Ciptakan Krim Vagina Khusus

- detikHealth
Senin, 03 Feb 2014 17:30 WIB
Cegah HIV Masuk ke Tubuh, Peneliti Ciptakan Krim Vagina Khusus
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Meksiko - HIV dan AIDS memang tak kunjung ditemukan obatnya, meski berbagai riset telah dilakukan selama bertahun-tahun. Setidaknya baru-baru ini peneliti menciptakan sebuah krim yang khusus dioleskan di vagina untuk mencegah penyebaran penyakit mematikan tersebut.

Krim ini merupakan buatan tim peneliti yang dipimpin Humberto Lara Villegas dari University of Monterray, Meksiko dengan tim dari University of Texas AS.

Cikal bakal krim ini adalah temuan peneliti bahwa nanopartikel perak ternyata dapat menghentikan transmisi atau penyebaran human immunodeficiency virus (HIV). Dari sini mereka kemudian mengembangkan sebuah krim vagina yang dapat menghambat masuknya virus tersebut ke tubuh wanita dan mencegahnya menjadi infeksi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal ini karena nanopartikel perak yang terkandung dalam krim vagina tadi dapat menempelkan dirinya pada protein tertentu yang disebut dengan GP120. Protein ini berfungsi memperlancar proses yang dilakoni HIV agar dapat menginfeksi sel-sel kekebalan manusia.

Jadi jika krim vaginanya dapat menghambat pergerakan protein GP120 tersebut maka sel-sel imun manusia terlindungi dari infeksi HIV.

"Normalnya, obat-obatan yang digunakan untuk melawan virus tersebut beraksi di dalam sel untuk mencegah terjadinya replikasi. Akan tetapi ini adalah kasus yang benar-benar berbeda, kami mencoba menghadapkan nanopartikel itu langsung kepada HIV sehingga virus ini tak lagi bisa masuk ke sel," terang Lara Villegas seperti dilansir Medical Daily, Senin (3/2/2014).

Villegas dan timnya sendiri sudah mengetes kemampuan krim ini di lab, dengan memanfaatkan sampel membran mukus di serviks manusia dan hasilnya positif. Krim itu dapat bekerja kurang dari satu menit setelah dioleskan, dan mampu membentengi tubuh dari penyebaran HIV selama beberapa hari.

Kendati begitu peneliti mengakui bila krim ini masih berpeluang menyebabkan komplikasi atau menimbulkan efek samping, sehingga mereka bermaksud melanjutkan proses pengujian untuk memastikan agar krim ini aman ketika digunakan.

Setelah mengujicobakan pada sampel jaringan manusia, peneliti berencana mengetes krim itu pada tikus yang telah dimodifikasi dengan sel-sel imun manusia.

Peneliti berharap krim ini tak hanya mencegah penularan HIV tapi juga menghambat infeksi menular seksual lainnya seperti human papilloma virus (HPV).

Terlepas dari itu, cara paling mudah untuk mencegah HIV tak lain adalah senantiasa menggunakan kondom ketika berhubungan intim atau kalau perlu puasa bercinta. Perlu diingat bahwa HIV dapat menyebar melalui cairan sperma, vagina, darah atau ASI dari orang yang terinfeksi, bisa melalui hubungan seks tanpa pengaman atau berbagi jarum.



(lil/up)

Berita Terkait