6 Penyebab Nyeri Saat Bercinta dan Cara Mengatasinya

6 Penyebab Nyeri Saat Bercinta dan Cara Mengatasinya

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Selasa, 04 Feb 2014 15:30 WIB
6 Penyebab Nyeri Saat Bercinta dan Cara Mengatasinya
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta -

Idealnya, bercinta adalah kegiatan yang menyenangkan. Namun karena berbagai hal, bercinta juga bisa memicu rasa nyeri yang menyiksa. Perempuan cenderung lebih sering mengalaminya.

Dr Jennifer Landa, pakar kesehatan dari BodyLogicMD mengatakan bahwa setiap perempuan pernah merasakan nyeri saat bercinta setidaknya sekali dalam hidupnya. Ia juga menganjurkan untuk periksa jika mengalaminya, agar bisa diatasi penyebabnya.

Beberapa penyebab nyeri saat bercinta pada perempuan adalah sebagai berikut, seperti dikutip dari India.com, Selasa (4/2/2014).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Ms V Kekeringan

Masalah paling umum yang bisa memicu nyeri saat bercinta adalah kurangnya pelumasan pada Ms V. Pemicunya bermacam-macam, mulai dari kadar esterogen yang menurun setelah melahirkan, menopause, dan obat-obat kanker payudara. Bisa juga karena sindrom Sjogren, sebuah kelainan autoimune.

Kondisi ini bisa diatasi dengan terapi hormon, atau mengibah pola makan. Banyak minum untuk menjaga kelembaban permukaan tubuh juga bisa membantu. Jika perlu, gunakan juga pelumas berbahan air.

2. Lichen sclerosis

Nyeri saat bercinta bisa juga dipicu oleh gangguan kulit bernama Lichen sclerosis. KOndisi ini ditandai dengan lapisan kulit tipis berwarna putih yang tidak normal. Kadang-kadang, gangguan ini berhubungan dengan risiko kanker vulva, sehingga disarankan untuk periksa.

3. Pil KB

Penggunaan kontrasepsi hormonal juga bisa dikaitkan dengan nyeri pada Ms V saat bercinta. Periksakan ke dokter untuk memastikannya, lalu terapi hormon akan bisa membantu mengembalikan keseimbangan hormonal sehingga aktivitas bercinta tidak lagi menyiksa.

4. Vulvodynia

Kondisi ini menyebabkan nyeri pada Ms V yang ditandai dengan hipersensitivitas terhadap sentuhan, khususnya di bagian introitus atau pintu masuk Ms V. Diet probiotik disebut-sebut bisa mengatasi kondisi ini, atau setidaknya bisa mencegahnya.

5. Vaginismus

Beberapa perempuan mengalami kejang pada otot-otot Ms V. Kondisi yang sulit dikendalikan ini memicu nyeri yang disebut vaginismus. Terapi fisik biasanya manjur untuk mengatasinya, antara lain dengan olahraga yang melatih otot-otot dasar panggul.

6. Penyakit lainnya

Nyeri yang dalam bisa dipicu oleh sebab yang lebih serius, termasuk beberapa jenis kanker, kista endometriosis, fibroid dan polycystic ovary syndrome (PCOS). Dianjurkan untuk periksa ke dokter, terutama jika nyeri yang dirasakan muncul terlalu sering.
Halaman 2 dari 7
Masalah paling umum yang bisa memicu nyeri saat bercinta adalah kurangnya pelumasan pada Ms V. Pemicunya bermacam-macam, mulai dari kadar esterogen yang menurun setelah melahirkan, menopause, dan obat-obat kanker payudara. Bisa juga karena sindrom Sjogren, sebuah kelainan autoimune.

Kondisi ini bisa diatasi dengan terapi hormon, atau mengibah pola makan. Banyak minum untuk menjaga kelembaban permukaan tubuh juga bisa membantu. Jika perlu, gunakan juga pelumas berbahan air.

Nyeri saat bercinta bisa juga dipicu oleh gangguan kulit bernama Lichen sclerosis. KOndisi ini ditandai dengan lapisan kulit tipis berwarna putih yang tidak normal. Kadang-kadang, gangguan ini berhubungan dengan risiko kanker vulva, sehingga disarankan untuk periksa.

Penggunaan kontrasepsi hormonal juga bisa dikaitkan dengan nyeri pada Ms V saat bercinta. Periksakan ke dokter untuk memastikannya, lalu terapi hormon akan bisa membantu mengembalikan keseimbangan hormonal sehingga aktivitas bercinta tidak lagi menyiksa.

Kondisi ini menyebabkan nyeri pada Ms V yang ditandai dengan hipersensitivitas terhadap sentuhan, khususnya di bagian introitus atau pintu masuk Ms V. Diet probiotik disebut-sebut bisa mengatasi kondisi ini, atau setidaknya bisa mencegahnya.

Beberapa perempuan mengalami kejang pada otot-otot Ms V. Kondisi yang sulit dikendalikan ini memicu nyeri yang disebut vaginismus. Terapi fisik biasanya manjur untuk mengatasinya, antara lain dengan olahraga yang melatih otot-otot dasar panggul.

Nyeri yang dalam bisa dipicu oleh sebab yang lebih serius, termasuk beberapa jenis kanker, kista endometriosis, fibroid dan polycystic ovary syndrome (PCOS). Dianjurkan untuk periksa ke dokter, terutama jika nyeri yang dirasakan muncul terlalu sering.

(up/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads