Perilaku seksual kompulsif, kadang-kadang disebut gangguan hiperseksual, nymphomania atau kecanduan seksual, merupakan obsesi dengan pikiran, perasaan atau perilaku seksual yang mempengaruhi kesehatan, pekerjaan, hubungan atau bagian lain dari kehidupan.
Kondisi ini dapat menyerang siapa saja, terlepas dari preferensi seksual, baik heteroseksual, homoseksual, atau biseksual. 'Bakat' hiperseksual sering terlihat pada orang-orang dengan kondisi berikut, seperti dikutip dari Mayoclinic, Senin (10/3/2014):
1. Masalah alkohol atau penyalahgunaan narkoba.
2. Kondisi psikologis lain, seperti gangguan mood, gangguan kontrol impuls, atau masalah kesehatan mental, seperti kecanduan judi.
3. Memiliki riwayat kekerasan fisik atau seksual.
Ada berbagai kegiatan seksual yang dapat menjadi tanda-tanda hiperseksual. Contohnya antara lain:
1. Memiliki banyak pasangan seksual atau perselingkuhan
2. Berhubungan seks dengan mitra anonim atau pekerja seks komersil
3. Menghindari keterlibatan emosional dalam hubungan seksual
4. Menggunakan percakapan telepon seks komersial untuk kepuasan
5. Mengunjungi situs internet seksual atau jasa eksplisit
6. Melakukan masturbasi yang berlebihan
7. Sering menggunakan materi pornografi
8. Terlibat dalam masokis atau sadistic sex
9. Ekshibisionis
10. Memiliki fiksasi (perasaan terikat yang berlebihan) pada pasangan seks yang tak dapat dicapai.
(mer/vit)











































