Ketika Ereksi Pria Terasa Sangat Menyakitkan

Ketika Ereksi Pria Terasa Sangat Menyakitkan

- detikHealth
Kamis, 13 Mar 2014 09:52 WIB
Ketika Ereksi Pria Terasa Sangat Menyakitkan
Ilustrasi/Thinkstock
Jakarta - Ereksi biasanya terjadi ketika pria terangsang secara seksual. Namun karena faktor tertentu, ereksi bisa terjadi tanpa dikehendaki bahkan terasa sangat menyakitkan, seperti yang dirasakan pria penderita priapism.

Ereksi biasanya terjadi sebagai respons terhadap rangsangan fisik atau psikologis. Stimulasi ini menyebabkan pembuluh darah tertentu rileks dan meluas, meningkatkan aliran darah ke jaringan spons di penis. Akibatnya, penis terisi darah menjadi ereksi. Setelah rangsangan berakhir, darah mengalir keluar, dan penis kembali kondisi semula (nonrigid)

Priapism adalah ereksi berkepanjangan pada penis, yang tidak diinginkan, terus-menerus, tidak disebabkan oleh rangsangan seksual atau gairah, dan biasanya terasa menyakitkan.

Kondisi ini terjadi ketika beberapa bagian dari sistem ini, yaitu darah, pembuluh darah atau saraf, mengubah aliran darah normal. Selanjutnya, ereksi yang tidak diinginkan terjadi secara persisten.

Faktor-faktor yang dapat berkontribusi terhadap priapism antara lain sebagai berikut, seperti dikutip dari Mayo Clinic, Kamis (13/3/2014):

Ilustrasi/Thinkstock

1. Kelainan darah

Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
Penyakit terkait darah dapat menyebabkan priapism, biasanya priapism iskemik yang terjadi ketika darah tidak bisa mengalir keluar dari penis. Gangguan ini bisa terjadi pada penderita anemia sel sabit dan leukemia.

Anemia sel sabit adalah penyebab paling umum dari priapism pada anak laki-laki. Anemia sel sabit merupakan kelainan bawaan yang ditandai dengan sel-sel darah merah berbentuk abnormal. Sel-sel berbentuk normal dapat memblokir aliran darah.

1. Kelainan darah

Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
Penyakit terkait darah dapat menyebabkan priapism, biasanya priapism iskemik yang terjadi ketika darah tidak bisa mengalir keluar dari penis. Gangguan ini bisa terjadi pada penderita anemia sel sabit dan leukemia.

Anemia sel sabit adalah penyebab paling umum dari priapism pada anak laki-laki. Anemia sel sabit merupakan kelainan bawaan yang ditandai dengan sel-sel darah merah berbentuk abnormal. Sel-sel berbentuk normal dapat memblokir aliran darah.

2. Obat-obatan

Ilustrasi
Priapism, terutama priapism iskemik, bisa terjadi karena efek samping dari sejumlah obat. Obat-obatan yang kadang dapat menyebabkan priapism antara lain:

- Obat oral yang digunakan untuk mengatasi disfungsi ereksi, seperti sildenafil (Viagra), tadalafil (Cialis) dan vardenafil (Levitra)
- Obat yang disuntikkan langsung ke dalam penis untuk mengobati disfungsi ereksi, seperti papaverine
- Antidepresan, seperti fluoxetine (Prozac) dan bupropion (Wellbutrin)
- Obat yang digunakan untuk mengobati gangguan psikotik, seperti risperidone (Risperdal) dan olanzapine (Zyprexa)
- Pengencer darah, seperti warfarin (Coumadin) dan heparin

2. Obat-obatan

Ilustrasi
Priapism, terutama priapism iskemik, bisa terjadi karena efek samping dari sejumlah obat. Obat-obatan yang kadang dapat menyebabkan priapism antara lain:

- Obat oral yang digunakan untuk mengatasi disfungsi ereksi, seperti sildenafil (Viagra), tadalafil (Cialis) dan vardenafil (Levitra)
- Obat yang disuntikkan langsung ke dalam penis untuk mengobati disfungsi ereksi, seperti papaverine
- Antidepresan, seperti fluoxetine (Prozac) dan bupropion (Wellbutrin)
- Obat yang digunakan untuk mengobati gangguan psikotik, seperti risperidone (Risperdal) dan olanzapine (Zyprexa)
- Pengencer darah, seperti warfarin (Coumadin) dan heparin

3. Alkohol dan narkoba

Ilustrasi/Thinkstock
Penyalahgunaan obat resep, alkohol dan narkoba dapat menyebabkan priapism, khususnya priapism iskemik. Kemungkinan penyebab antara lain penggunaan rekreasional obat disfungsi ereksi, minum terlalu banyak alkohol, penggunaan obat-obatan terlarang seperti ganja atau kokain.

3. Alkohol dan narkoba

Ilustrasi/Thinkstock
Penyalahgunaan obat resep, alkohol dan narkoba dapat menyebabkan priapism, khususnya priapism iskemik. Kemungkinan penyebab antara lain penggunaan rekreasional obat disfungsi ereksi, minum terlalu banyak alkohol, penggunaan obat-obatan terlarang seperti ganja atau kokain.

4. Cedera

Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
Penyebab umum priapism nonischemic (ereksi terus-menerus yang disebabkan oleh aliran darah yang berlebihan ke dalam penis) adalah trauma atau cedera pada alat kelamin, pelvis atau perineum, daerah antara pangkal penis dan anus.

4. Cedera

Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
Penyebab umum priapism nonischemic (ereksi terus-menerus yang disebabkan oleh aliran darah yang berlebihan ke dalam penis) adalah trauma atau cedera pada alat kelamin, pelvis atau perineum, daerah antara pangkal penis dan anus.

5. Faktor lain

Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
Penyebab lain priapism antara lain cedera tulang belakang, penggumpalan darah, racun seperti racun dari kalajengking atau laba-laba. Dalam beberapa kasus, dokter tidak dapat mengidentifikasi penyebab spesifik untuk priapism.

5. Faktor lain

Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
Penyebab lain priapism antara lain cedera tulang belakang, penggumpalan darah, racun seperti racun dari kalajengking atau laba-laba. Dalam beberapa kasus, dokter tidak dapat mengidentifikasi penyebab spesifik untuk priapism.
Halaman 2 dari 12
Penyakit terkait darah dapat menyebabkan priapism, biasanya priapism iskemik yang terjadi ketika darah tidak bisa mengalir keluar dari penis. Gangguan ini bisa terjadi pada penderita anemia sel sabit dan leukemia.

Anemia sel sabit adalah penyebab paling umum dari priapism pada anak laki-laki. Anemia sel sabit merupakan kelainan bawaan yang ditandai dengan sel-sel darah merah berbentuk abnormal. Sel-sel berbentuk normal dapat memblokir aliran darah.

Penyakit terkait darah dapat menyebabkan priapism, biasanya priapism iskemik yang terjadi ketika darah tidak bisa mengalir keluar dari penis. Gangguan ini bisa terjadi pada penderita anemia sel sabit dan leukemia.

Anemia sel sabit adalah penyebab paling umum dari priapism pada anak laki-laki. Anemia sel sabit merupakan kelainan bawaan yang ditandai dengan sel-sel darah merah berbentuk abnormal. Sel-sel berbentuk normal dapat memblokir aliran darah.

Priapism, terutama priapism iskemik, bisa terjadi karena efek samping dari sejumlah obat. Obat-obatan yang kadang dapat menyebabkan priapism antara lain:

- Obat oral yang digunakan untuk mengatasi disfungsi ereksi, seperti sildenafil (Viagra), tadalafil (Cialis) dan vardenafil (Levitra)
- Obat yang disuntikkan langsung ke dalam penis untuk mengobati disfungsi ereksi, seperti papaverine
- Antidepresan, seperti fluoxetine (Prozac) dan bupropion (Wellbutrin)
- Obat yang digunakan untuk mengobati gangguan psikotik, seperti risperidone (Risperdal) dan olanzapine (Zyprexa)
- Pengencer darah, seperti warfarin (Coumadin) dan heparin

Priapism, terutama priapism iskemik, bisa terjadi karena efek samping dari sejumlah obat. Obat-obatan yang kadang dapat menyebabkan priapism antara lain:

- Obat oral yang digunakan untuk mengatasi disfungsi ereksi, seperti sildenafil (Viagra), tadalafil (Cialis) dan vardenafil (Levitra)
- Obat yang disuntikkan langsung ke dalam penis untuk mengobati disfungsi ereksi, seperti papaverine
- Antidepresan, seperti fluoxetine (Prozac) dan bupropion (Wellbutrin)
- Obat yang digunakan untuk mengobati gangguan psikotik, seperti risperidone (Risperdal) dan olanzapine (Zyprexa)
- Pengencer darah, seperti warfarin (Coumadin) dan heparin

Penyalahgunaan obat resep, alkohol dan narkoba dapat menyebabkan priapism, khususnya priapism iskemik. Kemungkinan penyebab antara lain penggunaan rekreasional obat disfungsi ereksi, minum terlalu banyak alkohol, penggunaan obat-obatan terlarang seperti ganja atau kokain.

Penyalahgunaan obat resep, alkohol dan narkoba dapat menyebabkan priapism, khususnya priapism iskemik. Kemungkinan penyebab antara lain penggunaan rekreasional obat disfungsi ereksi, minum terlalu banyak alkohol, penggunaan obat-obatan terlarang seperti ganja atau kokain.

Penyebab umum priapism nonischemic (ereksi terus-menerus yang disebabkan oleh aliran darah yang berlebihan ke dalam penis) adalah trauma atau cedera pada alat kelamin, pelvis atau perineum, daerah antara pangkal penis dan anus.

Penyebab umum priapism nonischemic (ereksi terus-menerus yang disebabkan oleh aliran darah yang berlebihan ke dalam penis) adalah trauma atau cedera pada alat kelamin, pelvis atau perineum, daerah antara pangkal penis dan anus.

Penyebab lain priapism antara lain cedera tulang belakang, penggumpalan darah, racun seperti racun dari kalajengking atau laba-laba. Dalam beberapa kasus, dokter tidak dapat mengidentifikasi penyebab spesifik untuk priapism.

Penyebab lain priapism antara lain cedera tulang belakang, penggumpalan darah, racun seperti racun dari kalajengking atau laba-laba. Dalam beberapa kasus, dokter tidak dapat mengidentifikasi penyebab spesifik untuk priapism.

(mer/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads