Penyakit-penyakit yang Bisa Bikin Jumlah Sperma Pria Secuil (1)

Penyakit-penyakit yang Bisa Bikin Jumlah Sperma Pria Secuil (1)

- detikHealth
Jumat, 14 Mar 2014 15:55 WIB
Penyakit-penyakit yang Bisa Bikin Jumlah Sperma Pria Secuil (1)
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Jakarta - Gaya hidup tak sehat sering dituding sebagai kambing hitam yang menyebabkan jumlah sperma pria menurun. Selain itu, beberapa penyakit dan kondisi medis juga bisa mempengaruhi jumlah sperma.

Produksi sperma adalah proses yang kompleks dan memerlukan fungsi normal dari testis, hipotalamus, dan kelenjar hipofisis, yaitu organ dalam otak penghasil hormon yang memicu produksi sperma.

Setelah sperma diproduksi di testis, tabung kecil mengangkutnya sampai bercampur dengan air mani dan ejakulasi dari penis. Masalah dengan sistem ini dapat mempengaruhi produksi sperma. Juga, ada masalah dari bentuk abnormal sperma (morfologi) atau gerakan (motilitas).

Berikut berbagai penyakit yang bisa menurunkan jumlah sperma, seperti dikutip dari Mayo Clinic, Jumat (14/3/2014):

Ilustrasi (Foto: thinkstock)

1. Varikokel

Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Varikokel adalah pembengkakan pembuluh darah yang mengalir ke testis. Ini adalah penyebab umum dari ketidaksuburan laki-laki. Hal ini dapat mencegah pendinginan normal testis, menyebabkan penurunan jumlah sperma dan sperma bergerak lebih sedikit.

1. Varikokel

Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Varikokel adalah pembengkakan pembuluh darah yang mengalir ke testis. Ini adalah penyebab umum dari ketidaksuburan laki-laki. Hal ini dapat mencegah pendinginan normal testis, menyebabkan penurunan jumlah sperma dan sperma bergerak lebih sedikit.

2. Infeksi

Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Beberapa infeksi dapat mengganggu produksi sperma dan kesehatan sperma, atau dapat menyebabkan jaringan parut yang menghalangi lewatnya sperma. Contohnya adalah infeksi menular seksual, seperti klamidia dan gonore, radang prostat (prostatitis), testis meradang karena gondongan (mumps orchitis), dan infeksi lain dari saluran kemih atau organ reproduksi.

2. Infeksi

Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Beberapa infeksi dapat mengganggu produksi sperma dan kesehatan sperma, atau dapat menyebabkan jaringan parut yang menghalangi lewatnya sperma. Contohnya adalah infeksi menular seksual, seperti klamidia dan gonore, radang prostat (prostatitis), testis meradang karena gondongan (mumps orchitis), dan infeksi lain dari saluran kemih atau organ reproduksi.

3. Retrograde ejaculation

Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Retrograde ejaculation terjadi ketika air mani memasuki kandung kemih selama orgasme, bukan muncul dari ujung penis. Berbagai kondisi kesehatan dapat menyebabkan retrograde ejaculation, seperti diabetes, cedera tulang belakang, operasi kandung kemih, prostat atau uretra.

Obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan retrograde ejaculation, seperti obat tekanan darah yang dikenal sebagai alpha blocker. Beberapa pria dengan cedera tulang belakang atau penyakit tertentu tidak dapat mengejakulasikan air mani sama sekali, meskipun mereka masih dapat menghasilkan sperma.

3. Retrograde ejaculation

Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Retrograde ejaculation terjadi ketika air mani memasuki kandung kemih selama orgasme, bukan muncul dari ujung penis. Berbagai kondisi kesehatan dapat menyebabkan retrograde ejaculation, seperti diabetes, cedera tulang belakang, operasi kandung kemih, prostat atau uretra.

Obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan retrograde ejaculation, seperti obat tekanan darah yang dikenal sebagai alpha blocker. Beberapa pria dengan cedera tulang belakang atau penyakit tertentu tidak dapat mengejakulasikan air mani sama sekali, meskipun mereka masih dapat menghasilkan sperma.

4. Antibodi yang menyerang sperma

Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Antibodi anti-sperma adalah sel-sel sistem kekebalan tubuh yang keliru mengidentifikasi sperma sebagai penyerbu berbahaya dan berusaha untuk menghancurkannya. Hal ini terutama sering terjadi pada pria yang pernah menjalani vasektomi.

4. Antibodi yang menyerang sperma

Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Antibodi anti-sperma adalah sel-sel sistem kekebalan tubuh yang keliru mengidentifikasi sperma sebagai penyerbu berbahaya dan berusaha untuk menghancurkannya. Hal ini terutama sering terjadi pada pria yang pernah menjalani vasektomi.

5. Tumor

Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Kanker dan tumor nonmalignant dapat mempengaruhi organ-organ reproduksi laki-laki secara langsung, atau dapat mempengaruhi kelenjar yang melepaskan hormon yang berkaitan dengan reproduksi (seperti kelenjar hipofisis).

Pembedahan, radiasi atau kemoterapi untuk mengobati tumor juga dapat mempengaruhi kesuburan pria.

5. Tumor

Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Kanker dan tumor nonmalignant dapat mempengaruhi organ-organ reproduksi laki-laki secara langsung, atau dapat mempengaruhi kelenjar yang melepaskan hormon yang berkaitan dengan reproduksi (seperti kelenjar hipofisis).

Pembedahan, radiasi atau kemoterapi untuk mengobati tumor juga dapat mempengaruhi kesuburan pria.

6. Testis tidak turun

Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Selama perkembangan janin, satu atau kedua testis kadang-kadang gagal untuk turun dari perut ke dalam kantung yang biasanya berisi testis (skrotum). Penurunan kesuburan lebih mungkin pada laki-laki dengan kondisi ini.

6. Testis tidak turun

Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Selama perkembangan janin, satu atau kedua testis kadang-kadang gagal untuk turun dari perut ke dalam kantung yang biasanya berisi testis (skrotum). Penurunan kesuburan lebih mungkin pada laki-laki dengan kondisi ini.

Halaman 2 dari 14
Varikokel adalah pembengkakan pembuluh darah yang mengalir ke testis. Ini adalah penyebab umum dari ketidaksuburan laki-laki. Hal ini dapat mencegah pendinginan normal testis, menyebabkan penurunan jumlah sperma dan sperma bergerak lebih sedikit.

Varikokel adalah pembengkakan pembuluh darah yang mengalir ke testis. Ini adalah penyebab umum dari ketidaksuburan laki-laki. Hal ini dapat mencegah pendinginan normal testis, menyebabkan penurunan jumlah sperma dan sperma bergerak lebih sedikit.

Beberapa infeksi dapat mengganggu produksi sperma dan kesehatan sperma, atau dapat menyebabkan jaringan parut yang menghalangi lewatnya sperma. Contohnya adalah infeksi menular seksual, seperti klamidia dan gonore, radang prostat (prostatitis), testis meradang karena gondongan (mumps orchitis), dan infeksi lain dari saluran kemih atau organ reproduksi.

Beberapa infeksi dapat mengganggu produksi sperma dan kesehatan sperma, atau dapat menyebabkan jaringan parut yang menghalangi lewatnya sperma. Contohnya adalah infeksi menular seksual, seperti klamidia dan gonore, radang prostat (prostatitis), testis meradang karena gondongan (mumps orchitis), dan infeksi lain dari saluran kemih atau organ reproduksi.

Retrograde ejaculation terjadi ketika air mani memasuki kandung kemih selama orgasme, bukan muncul dari ujung penis. Berbagai kondisi kesehatan dapat menyebabkan retrograde ejaculation, seperti diabetes, cedera tulang belakang, operasi kandung kemih, prostat atau uretra.

Obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan retrograde ejaculation, seperti obat tekanan darah yang dikenal sebagai alpha blocker. Beberapa pria dengan cedera tulang belakang atau penyakit tertentu tidak dapat mengejakulasikan air mani sama sekali, meskipun mereka masih dapat menghasilkan sperma.

Retrograde ejaculation terjadi ketika air mani memasuki kandung kemih selama orgasme, bukan muncul dari ujung penis. Berbagai kondisi kesehatan dapat menyebabkan retrograde ejaculation, seperti diabetes, cedera tulang belakang, operasi kandung kemih, prostat atau uretra.

Obat-obatan tertentu juga dapat menyebabkan retrograde ejaculation, seperti obat tekanan darah yang dikenal sebagai alpha blocker. Beberapa pria dengan cedera tulang belakang atau penyakit tertentu tidak dapat mengejakulasikan air mani sama sekali, meskipun mereka masih dapat menghasilkan sperma.

Antibodi anti-sperma adalah sel-sel sistem kekebalan tubuh yang keliru mengidentifikasi sperma sebagai penyerbu berbahaya dan berusaha untuk menghancurkannya. Hal ini terutama sering terjadi pada pria yang pernah menjalani vasektomi.

Antibodi anti-sperma adalah sel-sel sistem kekebalan tubuh yang keliru mengidentifikasi sperma sebagai penyerbu berbahaya dan berusaha untuk menghancurkannya. Hal ini terutama sering terjadi pada pria yang pernah menjalani vasektomi.

Kanker dan tumor nonmalignant dapat mempengaruhi organ-organ reproduksi laki-laki secara langsung, atau dapat mempengaruhi kelenjar yang melepaskan hormon yang berkaitan dengan reproduksi (seperti kelenjar hipofisis).

Pembedahan, radiasi atau kemoterapi untuk mengobati tumor juga dapat mempengaruhi kesuburan pria.

Kanker dan tumor nonmalignant dapat mempengaruhi organ-organ reproduksi laki-laki secara langsung, atau dapat mempengaruhi kelenjar yang melepaskan hormon yang berkaitan dengan reproduksi (seperti kelenjar hipofisis).

Pembedahan, radiasi atau kemoterapi untuk mengobati tumor juga dapat mempengaruhi kesuburan pria.

Selama perkembangan janin, satu atau kedua testis kadang-kadang gagal untuk turun dari perut ke dalam kantung yang biasanya berisi testis (skrotum). Penurunan kesuburan lebih mungkin pada laki-laki dengan kondisi ini.

Selama perkembangan janin, satu atau kedua testis kadang-kadang gagal untuk turun dari perut ke dalam kantung yang biasanya berisi testis (skrotum). Penurunan kesuburan lebih mungkin pada laki-laki dengan kondisi ini.

(mer/vit)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads