Sensivitas, ukuran, serta kekuatan ereksi penis, semuanya berhubungan dengan kesehatan tubuh pria secara keseluruhan. Karena itu, beberapa masalah di penis bisa menjadi tanda ada yang tidak beres di bagian tubuh lainnya.
Berikut 8 tanda di penis yang bisa menjadi indikator kesehatan pria, seperti dikutip dari Medicaldaily, Rabu (19/3/2014):
|
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
|
1. Penis menyusut saat suhu terlalu dingin atau terlalu panas
|
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
|
Berada di lingkungan dengan suhu terlalu dingin atau terlalu panas dibandingkan suhu normal tubuh, dapat berdampak negatif pada sperma dan produksi testosteron. Pria disarankan untuk menjaga daerah genitalnya sedikit lebih dingin dari suhu tubuh, menghindari celana ketat dan berendam terlalu lama di kolam air panas, agar spermanya tetap sehat.
1. Penis menyusut saat suhu terlalu dingin atau terlalu panas
|
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
|
Berada di lingkungan dengan suhu terlalu dingin atau terlalu panas dibandingkan suhu normal tubuh, dapat berdampak negatif pada sperma dan produksi testosteron. Pria disarankan untuk menjaga daerah genitalnya sedikit lebih dingin dari suhu tubuh, menghindari celana ketat dan berendam terlalu lama di kolam air panas, agar spermanya tetap sehat.
2. 'Testis biru' saat terangsang
|
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
|
Kondisi ini menyebabkan rasa sakit di testis atau sensasi tidak nyaman yang disebabkan oleh aliran darah yang tidak merata, sehingga menyebabkan peningkatan volume darah yang terperangkap di alat kelamin. Hal ini membuat penis ereksi dan testis membesar sampai volume darah pada genital berkurang. Penis dan testis bisa kembali ke ukuran biasa setelah darah yang terperangkap bisa berkurang.
2. 'Testis biru' saat terangsang
|
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
|
Kondisi ini menyebabkan rasa sakit di testis atau sensasi tidak nyaman yang disebabkan oleh aliran darah yang tidak merata, sehingga menyebabkan peningkatan volume darah yang terperangkap di alat kelamin. Hal ini membuat penis ereksi dan testis membesar sampai volume darah pada genital berkurang. Penis dan testis bisa kembali ke ukuran biasa setelah darah yang terperangkap bisa berkurang.
3. Penggunaan alkohol dan ereksi
|
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
|
Dehidrasi yang disebabkan karena alkohol menyebabkan volume darah berkurang dan meningkatkan angiotensin, yaitu hormon yang berhubungan dengan disfungsi ereksi.
3. Penggunaan alkohol dan ereksi
|
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
|
Dehidrasi yang disebabkan karena alkohol menyebabkan volume darah berkurang dan meningkatkan angiotensin, yaitu hormon yang berhubungan dengan disfungsi ereksi.
4. Merokok dan arteri penis
|
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
|
Bahan kimia beracun dalam asap rokok dapat merusak pembuluh darah yang dapat menyebabkan disfungsi ereksi, menurut National Male Medical Clinics. Merokok juga dapat menyebabkan kerusakan jaringan penis yang akan berdampak pada kemampuan penis untuk berfungsi secara normal.
4. Merokok dan arteri penis
|
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
|
Bahan kimia beracun dalam asap rokok dapat merusak pembuluh darah yang dapat menyebabkan disfungsi ereksi, menurut National Male Medical Clinics. Merokok juga dapat menyebabkan kerusakan jaringan penis yang akan berdampak pada kemampuan penis untuk berfungsi secara normal.
5. Penurunan sensitivitas penis
|
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
|
5. Penurunan sensitivitas penis
|
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
|
6. Ereksi pagi pertanda penis sehat
|
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
|
Jika pria tidak mengalami ereksi seperti biasa, jaringan penis dapat menjadi kurang elastis dan menyusut, yang bisa membuat penis memendek 1 sampai 2 cm.
6. Ereksi pagi pertanda penis sehat
|
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
|
Jika pria tidak mengalami ereksi seperti biasa, jaringan penis dapat menjadi kurang elastis dan menyusut, yang bisa membuat penis memendek 1 sampai 2 cm.
7. Vasektomi tak menghentikan produksi air mani
|
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
|
Setelah prosedur operasi, jumlah sperma secara bertahap mulai menurun. 2 Sampai 3 bulan kemudian sperma tidak lagi hadir dalam air mani, menurut Medline Plus. Namun prosedur tersebut tidak menghentikan produksi air mani. Artinya, pria tetap bisa ejakulasi air mani tapi tanpa adanya sperma.
7. Vasektomi tak menghentikan produksi air mani
|
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
|
Setelah prosedur operasi, jumlah sperma secara bertahap mulai menurun. 2 Sampai 3 bulan kemudian sperma tidak lagi hadir dalam air mani, menurut Medline Plus. Namun prosedur tersebut tidak menghentikan produksi air mani. Artinya, pria tetap bisa ejakulasi air mani tapi tanpa adanya sperma.
8. Penis adalah rumah bagi bakteri
|
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
|
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention atau CDC) mencatat beberapa studi menemukan sunat mengubah ekologi bakteri dari penis, yang mungkin menjelaskan mengapa memotong kulup atau sunat mengurangi risiko infeksi HIV.
8. Penis adalah rumah bagi bakteri
|
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
|
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (Centers for Disease Control and Prevention atau CDC) mencatat beberapa studi menemukan sunat mengubah ekologi bakteri dari penis, yang mungkin menjelaskan mengapa memotong kulup atau sunat mengurangi risiko infeksi HIV.
Halaman 2 dari 18











































