Sesekali susah mempertahankan ereksi masih dianggap wajar. Namun ketika kondisi tersebut terjadi sangat sering dan parah hingga Anda tidak bisa penetrasi saat berhubungan seks, maka itulah yang disebut disfungsi ereksi, seperti dikutip dari abc.net.au, Selasa (8/4/2014).
Disfungsi ereksi atau kesulitan mendapatkan dan mempertahankan ereksi bisa menjadi peringatan awal dari berbagai penyakit berbahaya, terutama yang berhubungan dengan pembuluh darah seperti penyakit jantung. Bila Anda mengalaminya, ada baiknya segera mencari bantuan dokter untuk mencari tahu risiko penyakit yang bakal mengintai.
Berikut berbagai penyakit yang sering mengintai pria-pria menderita disfungsi ereksi:
|
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
|
1. Penyakit jantung
|
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
|
Aterosklerosis, atau disebut juga dengan pengerasan pembuluh darah, adalah penumpukan plak di arteri tubuh. Arteri yang lebih kecil di dalam tubuh, seperti di penis, adalah yang pertama terpengaruh. Plak dapat mengurangi aliran darah di penis, sehingga ereksi menjadi sulit.
Disfungsi ereksi adalah peringatan awal terjadinya aterosklerosis pada arteri yang lebih besar, yang menyuplai jantung dan organ lain. Aterosklerosis juga meningkatkan risiko masalah lain, termasuk aneurisma, stroke dan penyakit arteri perifer.
1. Penyakit jantung
|
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
|
Aterosklerosis, atau disebut juga dengan pengerasan pembuluh darah, adalah penumpukan plak di arteri tubuh. Arteri yang lebih kecil di dalam tubuh, seperti di penis, adalah yang pertama terpengaruh. Plak dapat mengurangi aliran darah di penis, sehingga ereksi menjadi sulit.
Disfungsi ereksi adalah peringatan awal terjadinya aterosklerosis pada arteri yang lebih besar, yang menyuplai jantung dan organ lain. Aterosklerosis juga meningkatkan risiko masalah lain, termasuk aneurisma, stroke dan penyakit arteri perifer.
2. Diabetes
|
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
|
Gangguan ini menyebabkan sensitivitas penis berkurang, selain juga mengalami gangguan pembuluh darah yang membuat aliran darah ke organ ini terhambat. Untuk ereksi, tentunya dibutuhkan aliran darah yang cukup.
Namun demikian, tidak semua pasien diabetes mengalami impotensi karena diabetesnya secara langsung. Sebagian lagi karena mengalami depresi akibat penyakit tersebut dan secara psikologis mempengaruhi gairah seksual maupun kepercayaan dirinya.
2. Diabetes
|
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
|
Gangguan ini menyebabkan sensitivitas penis berkurang, selain juga mengalami gangguan pembuluh darah yang membuat aliran darah ke organ ini terhambat. Untuk ereksi, tentunya dibutuhkan aliran darah yang cukup.
Namun demikian, tidak semua pasien diabetes mengalami impotensi karena diabetesnya secara langsung. Sebagian lagi karena mengalami depresi akibat penyakit tersebut dan secara psikologis mempengaruhi gairah seksual maupun kepercayaan dirinya.
3. Hipertensi
|
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
|
3. Hipertensi
|
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
|
4. Penyakit peripheral vascular
|
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
|
4. Penyakit peripheral vascular
|
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
|
Halaman 2 dari 10











































