Apalagi sebuah studi menemukan wanita berisiko lebih besar terserang HIV bila melakukan seks tanpa pengaman, karena virus nakal itu bisa menembus jaringan vagina, bahkan yang sehat sekalipun.
Padahal sebelumnya banyak pakar percaya HIV hanya bisa masuk ke tubuh jika di dalam vagina ada jaringan luka atau lecet. Apalagi vagina punya lapisan khusus bernama epitelium skuamus yang dapat mencegah masuknya HIV ke tubuh.
Namun sekelompok peneliti dari Northwestern University, Chicago menemukan HIV sendiri dapat bergerak dengan cepat di dalam kulit vagina, termasuk menembus epitelium skuamus, hanya dalam hitungan jam.
Dengan menggunakan beberapa HIV yang telah diberi penanda agar memancarkan cahaya tertentu ketika berada dalam tubuh, peneliti menemukan hanya dalam waktu empat jam, HIV bisa mencapai sepersekian milimeter di bawah permukaan.
Padahal di kedalaman ini, peneliti mengatakan HIV tersebut sudah bisa menyerang sistem kekebalan dan mulai menggerogoti tubuh pasien.
"Untuk itu kita butuh strategi pencegahan baru untuk mencegah masuknya HIV melalui kulit alat kelamin wanita. Yang paling efektif memblok jalan masuk virus itu sebenarnya kondom," tandas ketua tim peneliti Profesor Thomas Hope seperti dikutip dari BBC, Kamis (24/4/2014).
Namun Hope menyayangkan banyak pasangan yang enggan memakai kondom ketika berhubungan intim, entah karena alasan kepuasan atau kenyamanan dan alasan lainnya.











































