Terlahir dengan Satu Buah Zakar, Pria Terancam Kanker Testis hingga Mandul

Terlahir dengan Satu Buah Zakar, Pria Terancam Kanker Testis hingga Mandul

- detikHealth
Jumat, 25 Apr 2014 13:33 WIB
Terlahir dengan Satu Buah Zakar, Pria Terancam Kanker Testis hingga Mandul
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Jakarta - Karena faktor tertentu, bayi laki-laki bisa terlahir hanya dengan satu buah zakar alias testis. Bila tidak segera diobati, maka pria bisa terancam berbagai masalah kesehatan, mulai dari kanker testis hingga kemandulan.

Pria yang terlahir dengan satu buah zakar alias testis dikenal dengan istilah undescended testicles (cryptorchidism) atau kadang juga disebut monorchism. Cryptorchidism terjadi ketika testis tidak turun ke posisi yang seharusnya di kantong kulit yang menggantung di bawah penis (skrotum) sebelum kelahiran. Kondisi ini biasanya hanya mempengaruhi satu testis, tetapi sekitar 10 persen kasus terjadi pada kedua testis.

Agar berkembang dan berfungsi secara normal, testis perlu sedikit lebih dingin dari suhu tubuh normal. Skrotum menyediakan lingkungan yang lebih dingin tersebut. Sampai anak laki-laki berusia 3 atau 4 tahun, testis terus mengalami perubahan yang mempengaruhi seberapa baik mereka berfungsi nantinya.

Bila testis tidak turun ke skrotum saat lahir dan tak segera diobati, maka berbagai komplikasi bisa mengancam kesehatan pria. Berikut beberapa komplikasi yang bisa terjadi, seperti dirangkum detikHealth dari berbagai sumber, Jumat (25/4/2014):


Ilustrasi (Foto: thinkstock)

1. Kanker testis

Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Kanker testis biasanya dimulai dalam sel-sel di testis yang memproduksi sperma belum matang. Faktor yang menyebabkan sel-sel ini berkembang menjadi kanker belum diketahui. Pria yang pernah mengalami cryptorchidism memiliki peningkatan risiko kanker testis.

Risikonya lebih besar untuk testis tidak turun yang terletak di perut daripada di pangkal paha. Pembedahan untuk mengoreksi cryptorchidism dapat menurunkan risiko, tetapi tidak menghilangkan, dan risiko kanker testis tetap ada di masa depan.

1. Kanker testis

Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Kanker testis biasanya dimulai dalam sel-sel di testis yang memproduksi sperma belum matang. Faktor yang menyebabkan sel-sel ini berkembang menjadi kanker belum diketahui. Pria yang pernah mengalami cryptorchidism memiliki peningkatan risiko kanker testis.

Risikonya lebih besar untuk testis tidak turun yang terletak di perut daripada di pangkal paha. Pembedahan untuk mengoreksi cryptorchidism dapat menurunkan risiko, tetapi tidak menghilangkan, dan risiko kanker testis tetap ada di masa depan.

2. Masalah kesuburan

Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Jumlah sperma rendah, kualitas sperma yang buruk, dan penurunan kesuburan lebih mungkin terjadi pada pria-pria yang pernah mengalami cryptorchidism. Penurunan sel-sel di testis yang memproduksi sperma telah ditemukan sejak laki-laki berusia 1 tahun.

2. Masalah kesuburan

Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Jumlah sperma rendah, kualitas sperma yang buruk, dan penurunan kesuburan lebih mungkin terjadi pada pria-pria yang pernah mengalami cryptorchidism. Penurunan sel-sel di testis yang memproduksi sperma telah ditemukan sejak laki-laki berusia 1 tahun.

3. Torsi testis

Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Torsi testis terjadi ketika spermatic cord (saluran spermatika) pada testis terpelintir sehingga aliran darah ke skrotum terhalang atau berkurang. Spermatic cord berisi pembuluh darah, saraf dan tabung yang membawa sperma dari testis ke penis. Kondisi yang menyakitkan ini bisa memotong darah yang mengalir ke testis.

Jika tidak segera diobati, mungkin mengakibatkan hilangnya testis. Torsi testis terjadi 10 kali lebih sering pada pria dengan testis yang tidak turun dibandingkan pria bertestis normal.

3. Torsi testis

Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Torsi testis terjadi ketika spermatic cord (saluran spermatika) pada testis terpelintir sehingga aliran darah ke skrotum terhalang atau berkurang. Spermatic cord berisi pembuluh darah, saraf dan tabung yang membawa sperma dari testis ke penis. Kondisi yang menyakitkan ini bisa memotong darah yang mengalir ke testis.

Jika tidak segera diobati, mungkin mengakibatkan hilangnya testis. Torsi testis terjadi 10 kali lebih sering pada pria dengan testis yang tidak turun dibandingkan pria bertestis normal.

4. Trauma

Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Jika testis terletak di selangkangan, itu mungkin merusak tekanan terhadap tulang kemaluan. Kondisi ini lebih mungkin terjadi pria-pria dengan testis tidak turun.

4. Trauma

Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Jika testis terletak di selangkangan, itu mungkin merusak tekanan terhadap tulang kemaluan. Kondisi ini lebih mungkin terjadi pria-pria dengan testis tidak turun.

5. Inguinal Hernia

Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Jika pembukaan antara perut dan inguinal canal terlalu longgar, sebagian dari usus dapat terdorong ke pangkal paha, menyebabkan inguinal hernia.

5. Inguinal Hernia

Ilustrasi (Foto: thinkstock)
Jika pembukaan antara perut dan inguinal canal terlalu longgar, sebagian dari usus dapat terdorong ke pangkal paha, menyebabkan inguinal hernia.
Halaman 2 dari 12
Kanker testis biasanya dimulai dalam sel-sel di testis yang memproduksi sperma belum matang. Faktor yang menyebabkan sel-sel ini berkembang menjadi kanker belum diketahui. Pria yang pernah mengalami cryptorchidism memiliki peningkatan risiko kanker testis.

Risikonya lebih besar untuk testis tidak turun yang terletak di perut daripada di pangkal paha. Pembedahan untuk mengoreksi cryptorchidism dapat menurunkan risiko, tetapi tidak menghilangkan, dan risiko kanker testis tetap ada di masa depan.

Kanker testis biasanya dimulai dalam sel-sel di testis yang memproduksi sperma belum matang. Faktor yang menyebabkan sel-sel ini berkembang menjadi kanker belum diketahui. Pria yang pernah mengalami cryptorchidism memiliki peningkatan risiko kanker testis.

Risikonya lebih besar untuk testis tidak turun yang terletak di perut daripada di pangkal paha. Pembedahan untuk mengoreksi cryptorchidism dapat menurunkan risiko, tetapi tidak menghilangkan, dan risiko kanker testis tetap ada di masa depan.

Jumlah sperma rendah, kualitas sperma yang buruk, dan penurunan kesuburan lebih mungkin terjadi pada pria-pria yang pernah mengalami cryptorchidism. Penurunan sel-sel di testis yang memproduksi sperma telah ditemukan sejak laki-laki berusia 1 tahun.

Jumlah sperma rendah, kualitas sperma yang buruk, dan penurunan kesuburan lebih mungkin terjadi pada pria-pria yang pernah mengalami cryptorchidism. Penurunan sel-sel di testis yang memproduksi sperma telah ditemukan sejak laki-laki berusia 1 tahun.

Torsi testis terjadi ketika spermatic cord (saluran spermatika) pada testis terpelintir sehingga aliran darah ke skrotum terhalang atau berkurang. Spermatic cord berisi pembuluh darah, saraf dan tabung yang membawa sperma dari testis ke penis. Kondisi yang menyakitkan ini bisa memotong darah yang mengalir ke testis.

Jika tidak segera diobati, mungkin mengakibatkan hilangnya testis. Torsi testis terjadi 10 kali lebih sering pada pria dengan testis yang tidak turun dibandingkan pria bertestis normal.

Torsi testis terjadi ketika spermatic cord (saluran spermatika) pada testis terpelintir sehingga aliran darah ke skrotum terhalang atau berkurang. Spermatic cord berisi pembuluh darah, saraf dan tabung yang membawa sperma dari testis ke penis. Kondisi yang menyakitkan ini bisa memotong darah yang mengalir ke testis.

Jika tidak segera diobati, mungkin mengakibatkan hilangnya testis. Torsi testis terjadi 10 kali lebih sering pada pria dengan testis yang tidak turun dibandingkan pria bertestis normal.

Jika testis terletak di selangkangan, itu mungkin merusak tekanan terhadap tulang kemaluan. Kondisi ini lebih mungkin terjadi pria-pria dengan testis tidak turun.

Jika testis terletak di selangkangan, itu mungkin merusak tekanan terhadap tulang kemaluan. Kondisi ini lebih mungkin terjadi pria-pria dengan testis tidak turun.

Jika pembukaan antara perut dan inguinal canal terlalu longgar, sebagian dari usus dapat terdorong ke pangkal paha, menyebabkan inguinal hernia.

Jika pembukaan antara perut dan inguinal canal terlalu longgar, sebagian dari usus dapat terdorong ke pangkal paha, menyebabkan inguinal hernia.

(mer/vit)

Berita Terkait