Pria yang terlahir dengan satu buah zakar alias testis dikenal dengan istilah undescended testicles (cryptorchidism) atau kadang juga disebut monorchism. Cryptorchidism terjadi ketika testis tidak turun ke posisi yang seharusnya di kantong kulit yang menggantung di bawah penis (skrotum) sebelum kelahiran. Kondisi ini biasanya hanya mempengaruhi satu testis, tetapi sekitar 10 persen kasus terjadi pada kedua testis.
Agar berkembang dan berfungsi secara normal, testis perlu sedikit lebih dingin dari suhu tubuh normal. Skrotum menyediakan lingkungan yang lebih dingin tersebut. Sampai anak laki-laki berusia 3 atau 4 tahun, testis terus mengalami perubahan yang mempengaruhi seberapa baik mereka berfungsi nantinya.
Bila testis tidak turun ke skrotum saat lahir dan tak segera diobati, maka berbagai komplikasi bisa mengancam kesehatan pria. Berikut beberapa komplikasi yang bisa terjadi, seperti dirangkum detikHealth dari berbagai sumber, Jumat (25/4/2014):
|
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
|
1. Kanker testis
|
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
|
Risikonya lebih besar untuk testis tidak turun yang terletak di perut daripada di pangkal paha. Pembedahan untuk mengoreksi cryptorchidism dapat menurunkan risiko, tetapi tidak menghilangkan, dan risiko kanker testis tetap ada di masa depan.
1. Kanker testis
|
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
|
Risikonya lebih besar untuk testis tidak turun yang terletak di perut daripada di pangkal paha. Pembedahan untuk mengoreksi cryptorchidism dapat menurunkan risiko, tetapi tidak menghilangkan, dan risiko kanker testis tetap ada di masa depan.
2. Masalah kesuburan
|
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
|
2. Masalah kesuburan
|
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
|
3. Torsi testis
|
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
|
Jika tidak segera diobati, mungkin mengakibatkan hilangnya testis. Torsi testis terjadi 10 kali lebih sering pada pria dengan testis yang tidak turun dibandingkan pria bertestis normal.
3. Torsi testis
|
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
|
Jika tidak segera diobati, mungkin mengakibatkan hilangnya testis. Torsi testis terjadi 10 kali lebih sering pada pria dengan testis yang tidak turun dibandingkan pria bertestis normal.
4. Trauma
|
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
|
4. Trauma
|
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
|
5. Inguinal Hernia
|
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
|
5. Inguinal Hernia
|
Ilustrasi (Foto: thinkstock)
|
Halaman 2 dari 12











































