Senin, 05 Mei 2014 07:02 WIB

Kasus Sodomi pada Anak

Dampak Sodomi Terus Menerus Bisa Sebabkan Buang Air Besar Tidak Terasa

- detikHealth
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Kasus sodomi pada anak-anak kembali terdengar. Kabar terbaru datang dari Sukabumi, Jawa Barat. Andri Sobari alias Emon, mengaku menyodomi lebih dari 50 anak berusia 6-13 tahun. Hanya demi memuaskan nafsu bejatnya, Emon sama sekali tidak memikirkan dampak sodomi pada para korbannya.

"Secara umum sodomi itu membuat psikis anak sebagai korban terganggu. Sodomi itu bisa menyebabkan perlukaan secara langsung karena anus itu secara normal fungsinya bukan untuk hubungan seksual," jelas Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD, KGEH, MMB, dari Divisi Gastroenterologi, Departemen Penyakit Dalam FKUI-RSCM, dalam perbincangan dengan detikHealth dan ditulis pada Senin (5/5/2014).

"Di satu sisi pasti dipaksa, apalagi kalau tidak menggunakan pelumas, jadi rusak. Bisa terjadi perlukaan, luka itu kan dubur tempat keluar kotoran, kalau sudah terbuka akan terjadi infeksi di daerah tersebut," imbuh dr Ari.

Tak hanya itu, luka di anus bisa mengakibatkan peradangan kronis. Jika klep di anus terus-menerus rusak, maka akan terjadi inkontinensia. "Bisa saja terjadi inkontinensis, di mana buang air besar tidak terasa lagi. Akibatnya air besar akan keluar begitu saja karena memang tidak terasa keluarnya," sambungnya.

Apakah orang awam bisa mengenali anus yang sudah disodomi? Menurut dr Ari sangat sulit, meskipun yang menjadi korban mengeluhkan rasa sakit atau nyeri di anusnya.

"Susah, harus dibawa ke dolkter. Nanti dokter akan meneropong untuk melihat perlukaan seperti apa yang terjadi. Bisa saja pendarahan yang mencul karena perlukaan. Kalau perlukaan ini biasanya nyeri saat BAB, karena kotoran yang terdorong itu mengakibatkan rasa nyeri di dubur. Kalau infeksi biasanya yang dialami adalah nyeri sepanjang waktu," papar dr Ari.

Sebelumnya diberitakan oleh detiknews, Emon mengaku beraksi sepekan sekali dan melakukan pelecehan kepada para korban 2-3 kali. Aksi bejat itu dilakukan sepekan sekali setelah dia mendapat gaji dari pabrik. Uang itu digunakan untuk mengiming-imingi anak-anak agar mau memuaskan 'nafsu' bejatnya.

Kasus ini menjadi perhatian nasional karena jumlah korbannya yang mencapai 52 anak. Polisi mengatakan, ada kemungkinan jumlah korban bertambah.



(vit/up)
dMentor
×
Investasi Saham VS Aset Kripto
Investasi Saham VS Aset Kripto Selengkapnya