Vagina Cedera dan Berdarah Pertanda Selaput Darah Robek? Ah Tidak Selalu

Vagina Cedera dan Berdarah Pertanda Selaput Darah Robek? Ah Tidak Selalu

- detikHealth
Jumat, 09 Mei 2014 11:31 WIB
Vagina Cedera dan Berdarah Pertanda Selaput Darah Robek? Ah Tidak Selalu
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Selaput dara acapkali dikaitkan dengan virginitas wanita. Robeknya selaput dara sering dianggap sebagai tanda wanita sudah tidak perawan lagi. Bahkan, beberapa cedera pun kerap disebut menyebabkan robeknya selaput dara.

Menanggapi hal ini, dr Eddy Karta SpKK menuturkan darah yang keluar setelah vagina mengalami cedera misalnya terantuk kayu atau jatuh dari sepeda tidak selalu berasal dari vagina karena bisa berasal akibat trauma pada area lainnya.

"Umumnya trauma benda tumpul dengan masih mengenakan pakaian utuh tidak sampai merobek selaput dara yang posisinya masih terlindung bibir kemaluan," tutur dr Eddy kepada detikHealth dan ditulis pada Jumat (9/5/2014).

Senada dengan dr Eddy, seksolog dr Andri Wanananda MS mengungkapkan trauma pada vagina hingga berdarah tidak selalu karena robekan pada selaput dara. Bisa jadi karena ada luka di dinding vagina atau iritasi.

dr Andri mencontohkan, vagina bisa berdarah saat jari tangan atau alat dimasukkan. Namun, belum tentu perdarahan tersebut akibat robekan selaput darah tapi karena ada iritasi di dinding vagina akibat masturbasi yang intens.

"Bahkan saat berhubungan intim pertama kali, dalam aspek ilmu kedokteran-seksual, hubungan intim pertama bisa tidak sampai menyebabkan robekan selaput dara karena hal ini bergantung pada elastisitas selaput dara yang bila amat elastis sukar terjadi robekan," terang dokter yang juga mengajar di Universitas Tarumanegara Jakarta ini.

Jika pria amat handal melakukan foreplay, hingga wanita amat terangsang secara seksual dan terjadi lubrikasi vagina optimal maka akan membuat dinding vagina amat licin dan merekah. Sehingga, penetrasi penis tidak menimbulkan trauma atau cabikan pada selaput dara.

(rdn/vit)

Berita Terkait