Benda-benda tersebut mengandung sejumlah bahan yang dikategorikan sebagai endockrine disruptor atau pengganggu endokrin. Bahan-bahan tersebut di antaranya adalah BPA (Bisphenol A), phtalates, dioxin, merkuri, dan PFC (Perfluorinated chemicals).
Dalam sebuah penelitian terbaru di jurnal EMBO Reports, para ilmuwan menyebut bahan-bahan tersebut bisa mengurangi kemampuan sperma untuk bergerak menuju sel telur. Peneliti mengibaratkan seperti GPS (Global Positioning System) yang mendapat sinyal abnormal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Endocrine disruptor merupakan bahan-bahan yang mempengaruhi sistem endokrin, yakni sistem yang mengatur hormon dalam tubuh manusia. Salah satu organ yang dipengaruhi oleh sistem endokrin adalah organ reproduksi, yakni testis yang memproduksi sperma pada laki-laki.
Penelitian ini bukan yang pertama kalinya mengungkap hubungan racun kimia dengan masalah kesuburan. Pada 2010, penelitian pada para pekerja di China menunjukkan bahwa BPA bisa mengurangi jumlah sperma. Penelitian-penelitian berikutnya menunjukkan, phtalates bisa memicu bayi lahir prematur.
(up/vit)











































