Senin, 26 Mei 2014 15:49 WIB

Wanita Suka Pakai Celana Ketat? Hati-hati Ini Bahayanya

- detikHealth
Ilustrasi (dok: Thinkstock)
Jakarta - Pakaian memang memegang peranan penting bagi penampilan wanita. Tapi jangan salah, jika menggunakan pakaian dengan tidak hati-hati, bisa jadi kesehatan Anda yang terancam. Salah satunya ketika Anda gemar menggunakan celana ketat.

Dikatakan dr Hari Nugroho SpOG dari RSUD Dr Soetomo Surabaya, celana ketat memang banyak mengakibatkan masalah. Mulai dari nyeri berkepanjangan di area panggul akibat penekanan yang berlebihan dan lama hingga infeksi jamur, bakteri hingga parasit di vagina.

Selain itu, pemakaian celana ketat juga bisa mengakibatkan vagina tidak bisa "bernafas". padahal, vagina membutuhkan pertukaran udara untuk menjaga keseimbangan asam basa di dalamnya. Nah, pertukaran yang gagal ini mengakibatkan mudahnya bakteri, jamur dan parasit tumbuh di dalam vagina.

"Infeksi di dalam kandungan ini bisa naik ke atas menginfeksi area sekitarnya seperti saluran kencing, kandung kencing dan tentunya rahim," tutur dr Hari saat berbincang dengan detikHealth dan ditulis pada Senin (26/5/2014).

Lebih lanjut, ada gejala paling umum dari sindrom celana ketat yakni adalah perubahan cairan vagina yang biasanya berwarna putih terkadang menjadi kuning atau berwarna pekat, demikian dikatakan pakar kesehatan perempuan Lisa Stern.

Terkadang, perubahan cairan vagina juga disertai nyeri panggul, vagina gatal dan kadang iritasi kulit. Sementara itu, dr Octaviano Bessa, spesialis penyakit dalam dari Stamford, Connecticut menuturkan penggunaan celana yang terlalu ketat dapat mengganggu motilitas dari usus. Hal inilah yang membuat seseorang merasa tidak nyaman atau sakit pada perut setelah dua atau tiga jam setelah makan.

"Beberapa orang yang mengalami sindrom celana ketat ada yang disertai dengan penyakit menular seksual seperti infeksi jamur, atau mengalami gejala lain seperti kram menstruasi, ruam serta gangguan pencernaan," kata dr Bessa.




(rdn/up)