Hematospermia, Ketika Pria Mengeluarkan Air Mani Disertai Darah

Hematospermia, Ketika Pria Mengeluarkan Air Mani Disertai Darah

- detikHealth
Selasa, 03 Jun 2014 19:43 WIB
Hematospermia, Ketika Pria Mengeluarkan Air Mani Disertai Darah
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Ketika air mani keluar dari testis setelah ia mencapai orgasme, pada beberapa kasus ada yang disertai keluarnya darah. Nah, hal tersebutlah yang disebut hematospermia.

Ya, hematospermia adalah keluarnya darah, umumnya terlihat dengan mata telanjang bersama dengan air mani, demikian diungkapkan dr Ayodia Soebadi SpU dari RSUD Dr Soetomo Surabaya.

Menurur dr Yodi, begitu ia akrab disapa, penyebab hematospermia secara umum adalah infeksi atau peradangan dari vesikula seminalis yaknj kelenjar di belakang prostat yang memproduksi 80% dari air mani.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Selain kelainan vesikula seminalis hematospermia dapat ditemukan sebagai akibat dari kelainan prostat, ataupun saluran kemih (uretra)," kata dr Yodi saat berbincang dengan detikHealth dan ditulis pada Selasa (3/6/2014).

Ditegaskan dr Yodi, hematospermia bukanlah penyakit, tapi dapat merupakan tanda dari penyakit. Diakui dr Yodi, pada sebagian penderita penyebab hematospermia tidak dapat ditentukan dengan jelas.

Namun keadaan ini dapat membaik seiring waktu pada sebagian besar penderita. Untuk mengatasi masalah ini, pengobatan yang diberikan disesuaikan dengan penyebabnya misalkan nfeksi, kelainan perdarahan, atau tuberkulosis.

Lebih lanjut, dr Yodi menjelaskan faktor risiko hematospermia adalah infeksi saluran kemih akibat tuberkulosis, kelainan prostat, gangguan pembekuan darah, serta riwayat biopsi prostat.

Meskipun pada kebanyakan kasus hematospermia membaik seiring waktu, namun bila berkepanjangan perlu pemeriksaan lebih lanjut untuk menyingkirkan kemungkinan ada penyakit lain yang mendasari dan memerlukan pengobatan.

"Dampak jangka panjang tergantung adanya penyakit yang mendasari. Pemeriksaan yang dapat dilakukan meliputi pemeriksaan fisik termasuk colok dubur, pemeriksaan dan biakan kencing, pemeriksaan PSA, ultrasonografi prostat dan MRI," terang dr Yodi.

(rdn/up)

Berita Terkait