Sepintas mungkin tidak masuk akal bagaimana bisa penis seorang pria dapat mengalami radang dingin. Pasalnya organ yang satu ini merupakan organ yang sangat sensitif bagi pria sehingga biasanya para pria akan melakukan hal apapun untuk melindungi organ vitalnya.
Namun seorang pria veteran perang bernama Nash (61) warga Kentucky, Amerika Serikat, pernah mengalaminya pada tahun 2010. Nash mengalami radang dingin yang cukup parah sehingga ia terpaksa kehilangan penisnya karena amputasi sebagian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nash terserang radang dingin pada saat dirinya selesai menjalani operasi penis dan suster perawat memberinya es (ice pack) untuk mengurangi rasa sakit namun pengaplikasiannya berlebihan. Penis Nash diberikan es selama 19 jam penuh yang mengakibatkan radang dingin parah.
Radang dingin sebenarnya terbagi atas empat tingkatan yaitu tingkat pertama, kedua, ketiga, dan keempat.
Pada tingkat pertama kulit khususnya penis pada kasus ini akan berubah pucat dan mati rasa. Pada tingkat kedua muncul lepuhan pada kulit. Di tingkat ketiga lepuhan bercampur darah dan akan meninggalkan bekas luka kering yang dalam. Pada tingkat terakhir atau keempat radang menyerang jauh kedalam kulit dan menyebar ke otot, saraf, dan tulang yang dapat menyebabkan keracunan pada darah atau infeksi sehingga jalan keluar yang hanya dapat ditempuh adalah melalui amputasi.
Pada kasus Nash radang dingin yang menyerangnya mencapai tahap empat sehingga ia terpaksa mengamputasi penisnya dan kini harus menggunakan kateter dan kehilangan fungsi seksualnya.











































