Hal-hal yang identik dengan bercinta antara lain pemanasan alias foreplay, orgasme, dan suasana mesra yang terjalin saat suami istri tengah di ranjang. Nyatanya, ada lho beberapa hal unik yang tersembunyi di balik bercinta.
Nah, dirangkum detikHealth, Senin (9/6/2014) berikut ini hal-hal unik yang tersembunyi di balik aktivitas bercinta dan masih belum diketahui banyak orang:
|
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
1. Orgasmic meditation
|
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Oming membutuhkan waktu 15 menit di mana wanita mendapat belaian sebagai bentuk meditasi sederhana di bagian kiri atas klitoris. Pastinya, cara ini dilakukan berpasangan dengan saling membelai alat kelamin satu sama lain. Kedua pasangan memfokuskan perhatian mereka pada sensasi yang dirasakan dengan tujuan untuk mengembangkan hubungan dan keselarasan emosional.
"Cara ini sangat menhubungkan daerah limbik otak untuk meningkatkan keterikatan dan keamanan yang dirasakan bersama pasangan sambil meningkatkan respons orgasme," kata Nicole.
1. Orgasmic meditation
|
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Oming membutuhkan waktu 15 menit di mana wanita mendapat belaian sebagai bentuk meditasi sederhana di bagian kiri atas klitoris. Pastinya, cara ini dilakukan berpasangan dengan saling membelai alat kelamin satu sama lain. Kedua pasangan memfokuskan perhatian mereka pada sensasi yang dirasakan dengan tujuan untuk mengembangkan hubungan dan keselarasan emosional.
"Cara ini sangat menhubungkan daerah limbik otak untuk meningkatkan keterikatan dan keamanan yang dirasakan bersama pasangan sambil meningkatkan respons orgasme," kata Nicole.
2. Karezza, hubungan intim tanpa mencapai orgasme
|
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Deb Feintech, konselor pernikahan dari Portland, Maine, mengaku bahwa dia sering menggunakan Karezza sebagai cara untuk memulihkan hubungan kliennya yang rusak.
"Kebanyakan yang paling tertarik adalah laki-laki. Metode ini sangat radikal, tetapi mereka menemukan keintiman emosional yang jauh melampaui sensasi dan perasaan yang pernah ada dalam pernikahannya," kata Feintech.
2. Karezza, hubungan intim tanpa mencapai orgasme
|
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Deb Feintech, konselor pernikahan dari Portland, Maine, mengaku bahwa dia sering menggunakan Karezza sebagai cara untuk memulihkan hubungan kliennya yang rusak.
"Kebanyakan yang paling tertarik adalah laki-laki. Metode ini sangat radikal, tetapi mereka menemukan keintiman emosional yang jauh melampaui sensasi dan perasaan yang pernah ada dalam pernikahannya," kata Feintech.
3. Orgasme bisa mempertajam kemampuan otak
|
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Nah, belum lama ini, profesor Komisaruk menemukan bahwa orgasme dapat meningkatkan aktivitas di seluruh otak. Efeknya ini bahkan lebih hebat ketimbang permainan teka-teki yang hanya mengaktifkan beberapa daerah di otak saja.
"Pada orgasme, kami melihat peningkatan yang luar biasa dalam aliran darah ke otak. Jadi keyakinan saya, ini membawa semua nutrisi dan oksigenasi ke otak," jelasnya.
3. Orgasme bisa mempertajam kemampuan otak
|
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Nah, belum lama ini, profesor Komisaruk menemukan bahwa orgasme dapat meningkatkan aktivitas di seluruh otak. Efeknya ini bahkan lebih hebat ketimbang permainan teka-teki yang hanya mengaktifkan beberapa daerah di otak saja.
"Pada orgasme, kami melihat peningkatan yang luar biasa dalam aliran darah ke otak. Jadi keyakinan saya, ini membawa semua nutrisi dan oksigenasi ke otak," jelasnya.
4. 'Seks make-up' untuk pasangan yang baru bertengkar
|
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Pasalnya, adrenalin berperan penting untuk membuat kegiatan bercinta jadi lebih menarik. Selain itu, Anda bisa melakukan perjalanan sendiri ke suatu tempat selama beberapa hari dan setelah kembali bertemu pasangan, itulah waktu reuni yang menjadi ajang melepas rindu paling mengesankan.
Wanita pun harus ambil inisiatif. Ketika sudah kembali tidur seranjang, mulai goda suami dengan membelai, meraba, atau mencium beberapa bagian tubuhnya dengan lembut. Nah, untuk membuat seks make-up lebih menarik, tak ada salahnya bukan Anda berdua mencoba 'bergulat' di tempat tidur.
4. 'Seks make-up' untuk pasangan yang baru bertengkar
|
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Pasalnya, adrenalin berperan penting untuk membuat kegiatan bercinta jadi lebih menarik. Selain itu, Anda bisa melakukan perjalanan sendiri ke suatu tempat selama beberapa hari dan setelah kembali bertemu pasangan, itulah waktu reuni yang menjadi ajang melepas rindu paling mengesankan.
Wanita pun harus ambil inisiatif. Ketika sudah kembali tidur seranjang, mulai goda suami dengan membelai, meraba, atau mencium beberapa bagian tubuhnya dengan lembut. Nah, untuk membuat seks make-up lebih menarik, tak ada salahnya bukan Anda berdua mencoba 'bergulat' di tempat tidur.
5. Choreplay, alternatif baru foreplay untuk para pria
|
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Oleh karena itu, muncullah istilah Choreplay. Studi lain dari University of Illinois, Chicago juga sepakat pria yang tidak enggan membantu bersih-bersih rumah, mengurus anak dan pekerjaan rumah tangga lainnya biasanya akan mendapatkan 'imbalan' setimpal di atas ranjang dari istrinya.
"Melepaskan segala rasa takut dan cemas bisa jadi hal terpenting bagi wanita untuk orgasme. Bila Anda ingin membuat istri terangsang, kuncinya yaitu membantu mematikan kinerja bagian otak yang bisa membuatnya khawatir. Salah satunya mengurangi bebannya melakukan pekerjaan rumah tangga," tandas peneliti Dr Gert Holstege.
5. Choreplay, alternatif baru foreplay untuk para pria
|
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Oleh karena itu, muncullah istilah Choreplay. Studi lain dari University of Illinois, Chicago juga sepakat pria yang tidak enggan membantu bersih-bersih rumah, mengurus anak dan pekerjaan rumah tangga lainnya biasanya akan mendapatkan 'imbalan' setimpal di atas ranjang dari istrinya.
"Melepaskan segala rasa takut dan cemas bisa jadi hal terpenting bagi wanita untuk orgasme. Bila Anda ingin membuat istri terangsang, kuncinya yaitu membantu mematikan kinerja bagian otak yang bisa membuatnya khawatir. Salah satunya mengurangi bebannya melakukan pekerjaan rumah tangga," tandas peneliti Dr Gert Holstege.
Halaman 2 dari 12










































