Lalu benarkah hal tersebut bisa mengganggu kesuburan dan bahkan menyebabkan kemandulan? Menanggapi pertanyaan tersebut dr Gideon FP Tampubolon, SpU tersenyum dan mengatakan bahwa tidak ada hubungan antara keluarnya cairan dari kelenjar vesikula seminalis (semen) dengan kesuburan.
"Nggak juga. Nggak seperti itu. Kalau kesuburannya kan pengaruhnya ke sperma, ini kan bukan sperma yang keluar tapi cairan kelenjar vesikulas seminasli (cairan semen)," tutur dr Gideon ketika ditemui detikHealth dan ditulis, Jumat (13/6/2014).
Dikatakannya bahwa keluarnya cairan dari kelenjar vesikula seminalis (cairan semen) merupakan hal lumrah dan tidak mengganggu kesuburan. Sementara untuk kesuburan, faktor yang berpengaruh adalah sperma.
"Sperma ya itu yang seperti kecebong itu sel sperma. Kalau cairan semen itu ya kita sebutnya pelumas itu juga bisa," tandas dr Gideon lagi.
Dilanjutkan dr Gideon bahwa memang tidak ada pengaruh antara keluarnya cairan semen tanpa ereksi dengan kesuburan. Akan tetapi jika dikaitkan, salah satu penyebab sistem klep/katup air mani melemah dan menyebabkan sperma keluar tanpa ereksi adalah terlalu sering masturbasi.
Sehingga jika diusut, memang ada pengaruh terlalu seringnya masturbasi terhadap kesuburan seseorang. dr Gideon pun tidak menampik pernyataan tersebut. Menurutnya jika sperma sering dikeluarkan tentunya jumlahnya juga menurun.
"Salah satu faktor kesuburan itu kan jumlah sperma. Ya kalau spermanya dikeluarkan terus tentunya jumlahnya menurun dong," ungkap dr Gideon.
Ia melanjutkan bahwa untuk mengembalikan sperma ke jumlah yang cukup dan kualitas yang baik, testis membutuhkan waktu sekitar 3-4 hari. Oleh karena itu dr Gideon tidak menganjurkan pria melakukan masturbasi terlalu sering.
(up/up)
