Menurut seksolog dr Andri Wanananda, MS, frekuensi hubungan seksual amat individual untuk setiap pasangan. Hal ini dipengaruhi oleh dua hal, yakni usia dan kebugaran seksual.
"Untuk usia, pada pasangan lansia frekuensi bercinta tentu amat jarang. Sementara untuk kebugaran seksual, ditentukan oleh kebugaran jasmani dan psikis. Jelasnya, kalau salah satu pasangan sedang sakit atau stres, maka frekuensi bercintanya akan menurun," ungkap dr Andri kepada detikHealth, dan ditulis pada Jumat (18/7/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, Helen Fisher, PhD, dari Rutgers University, mengatakan bahwa aktivitas seksual 'dirancang' untuk membuat pasangan merasa rileks dan tubuh pun menjadi sehat.
"Melakukannya secara rutin tak cuma baik bagi kualitas hubungan Anda berdua, tapi juga baik bagi kesehatan, khususnya bagi sistem respirasi, otot, dan kontrol kandung kemih. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan antidepresan yang baik dan dapat memperbaharui energi Anda," ujar Fisher.
Seperti diketahui, bercinta memiliki beberapa manfaat sehat, di antaranya mampu mencegah flu, mellindungi jantung, membuat awet muda, mengatasi sakit kepala dan meredakan stres. Selain itu, rutin bercinta setiap hari juga dapat melancarkan siklus haid bagi wanita dan produksi sperma bagi pria.











































