Bagaimana tidak, sebuah survei mengungkap orang-orang yang berpenghasilan 50.000 poundsterling (sekitar Rp 984 juta) pertahun nyatanya hanya bercinta satu kali dalam sepekan.
Tapi memang tidak semua. Hanya saja bila dibandingkan dengan mereka yang berpenghasilan rendah, jumlahnya tak begitu besar. Jadi mereka yang berpenghasilan tinggi dan bercinta setiap hari jumlahnya hanya sebanyak empat persen. Sedangkan yang berpenghasilan rendah atau dalam survei ini dipatok kurang dari 15.000 poundsterling (sekitar Rp 295 juta) pertahun dan bercinta tiap hari jumlahnya mencapai 12 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akan tetapi itu bukan berarti orang-orang yang berpenghasilan tinggi benar-benar menjemukan di atas ranjang. Justru survei yang digelar situs Lovehoney ini juga mengungkap meskipun frekuensi seks mereka tak sebanyak yang berpenghasilan rendah, tapi mereka jauh lebih suka mencari tantangan ketika berhubungan intim.
Seperti dikutip dari www.lovehoney.co.uk, Selasa (12/8/2014), 45 persen pria/wanita berpendapatan tinggi mengaku pernah mencoba threesome setidaknya sekali seumur hidup. Dan 83 persen lainnya mengatakan pernah mencoba bercinta di luar ruangan alias outdoor.
Uniknya, dari posisi seks yang dipakai pasangan kita juga dapat mengetahui seberapa besar pendapatan mereka. Pasalnya empat-perlima orang yang berpendapatan tinggi lebih memilih posisi woman on top atau meminta pasangannya memegang kendali. Sebaliknya, dua-pertiga pria/wanita yang berpendapatan rendah lebih suka mengendalikan situasi, bahkan ketika berada di atas ranjang.
"Wajar kiranya bila mereka yang berpendapatan tinggi cenderung jarang bercinta karena mereka memang lebih banyak menghabiskan waktu untuk bekerja atau memikirkan karirnya," tandas jubir situs jual beli mainan seks dan lingerie asal Inggris tersebut.
Namun tampaknya hasil survei ini cukup bertentangan dengan riset Dr Thomas Pollet dan Prof Daniel Nettles dari Newcastle University. Sebelumnya dua peneliti itu menemukan ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kepuasan wanita saat bercinta. Dan salah satu faktor terbesar adalah penghasilan pasangannya.
"Kami menemukan bahwa meningkatnya pendapatan pasangan memiliki efek yang sangat positif pada frekuensi orgasme wanita," kata Dr Pollet.











































