5 Hal Unik Seputar Ereksi yang Jarang Diketahui Tapi Layak Disimak

5 Hal Unik Seputar Ereksi yang Jarang Diketahui Tapi Layak Disimak

- detikHealth
Jumat, 15 Agu 2014 19:35 WIB
5 Hal Unik Seputar Ereksi yang Jarang Diketahui Tapi Layak Disimak
Illustrasi: Thinkstock
Jakarta - Mr P alias penis memang berkaitan erat dengan aktivitas pria di ranjang. Tak melulu soal orgasme, banyak hal-hal yang bisa dikulik seputar mr p dari sisi medis yang terkait dengan fungsi seksual para pria.

Mau tahu hal-hal unik yang berkaitan dengan kemampuan ereksi pria? Ini dia seperti dirangkum detikHealth, Jumat (15/8/2014).

1. Ada tiga jenis ereksi

Illustrasi: Thinkstock
Terdapat tiga jenis ereksi pada pria. Ereksi reflexogenik yang terjadi ketika ada kontak langsung pada penis kemudia ereksi psikogenik yang berasal dari stimulasi audiovisual atau fantasi seks.

Ada pula ereksi nonturnal yang terjadi di malam hari. Ereksi psikogenik dan nonturnal terjadi secara tidak disadari.

2. Tidur dan privasi pengaruhi ereksi pria

Illustrasi: Thinkstock
Tidur yang cukup selain memengaruhi kebugaran pun menambah kemampuan ereksi mr P. Selain tidur, lokasi bercinta pun turut memengaruhi ereksi pria.

Di tempat di mana pria merasa tak terlalu mendapat privasi, ereksi pria bisa tidak maksimal karena si dia tidak merasa percaya diri. Sebaliknya saat berada di lokasi yang sangat pribadi, pria bisa lebih percaya diri.

3. Seks oral membuat ereksi lebih besar

Illustrasi: Thinkstock
Sebuah studi menemukan bahwa pria yang mendapat seks oral memiliki ukuran penis saat ereksi yang lebih besar. Ukuran tersebut lebih besar ketimbang ereksi ketika mereka memiliki fantasi seksual atau melakukan masturbasi.

4. Masturbasi pengaruhi ukuran ereksi mr P

Illustrasi: Thinkstock
Ketika pria tidak bermasturbasi selama beberapa hari, akan ada aliran darah lebih ke penisnya ketika ia dirangsang. Sehingga saat ia terangsang ketika bercinta, ereksinya akan lebih besar.

"Jadi dengan tidak bermasturbasi apalagi sudah memiliki pasangan akan membawa untung besar bagi ereksi pria," kata terapis seks Ian Kerner PhD.

5. Ereksi kadang tidak terkontrol

Illustrasi: Thinkstock
Dalam laporan di journal of sexual medicine, 30 persen mengatakan mereka tidak puas dengan durasi terakhir ereksi. Bahkan beberapa pria mengatakan ereksinya tak terlalu memuaskan ketika mereka menggunakan kondom.

Memang, penelitian terbaru menemukan beberapa orang memiliki masalah ereksi terkait pemakaian kondom.
Halaman 2 dari 6
Terdapat tiga jenis ereksi pada pria. Ereksi reflexogenik yang terjadi ketika ada kontak langsung pada penis kemudia ereksi psikogenik yang berasal dari stimulasi audiovisual atau fantasi seks.

Ada pula ereksi nonturnal yang terjadi di malam hari. Ereksi psikogenik dan nonturnal terjadi secara tidak disadari.

Tidur yang cukup selain memengaruhi kebugaran pun menambah kemampuan ereksi mr P. Selain tidur, lokasi bercinta pun turut memengaruhi ereksi pria.

Di tempat di mana pria merasa tak terlalu mendapat privasi, ereksi pria bisa tidak maksimal karena si dia tidak merasa percaya diri. Sebaliknya saat berada di lokasi yang sangat pribadi, pria bisa lebih percaya diri.

Sebuah studi menemukan bahwa pria yang mendapat seks oral memiliki ukuran penis saat ereksi yang lebih besar. Ukuran tersebut lebih besar ketimbang ereksi ketika mereka memiliki fantasi seksual atau melakukan masturbasi.

Ketika pria tidak bermasturbasi selama beberapa hari, akan ada aliran darah lebih ke penisnya ketika ia dirangsang. Sehingga saat ia terangsang ketika bercinta, ereksinya akan lebih besar.

"Jadi dengan tidak bermasturbasi apalagi sudah memiliki pasangan akan membawa untung besar bagi ereksi pria," kata terapis seks Ian Kerner PhD.

Dalam laporan di journal of sexual medicine, 30 persen mengatakan mereka tidak puas dengan durasi terakhir ereksi. Bahkan beberapa pria mengatakan ereksinya tak terlalu memuaskan ketika mereka menggunakan kondom.

Memang, penelitian terbaru menemukan beberapa orang memiliki masalah ereksi terkait pemakaian kondom.

(rdn/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads