Jakarta -
Pada beberapa pria, masturbasi atau onani kerap dilakukan untuk memenuhi kebutuhan biologisnya. Namun hati-hati, kebiasaan masturbasi juga mulai berbahaya kalau dilakukan seperti ini.
Terapis seks, Dan Drake, menyebutkan memang tak ada batas angka pasti berapa kali masturbasi sebaiknya dilakukan. "Sesering apapun Anda masturbasi tidak masalah sampai kebiasaan ini mulai memengaruhi kehidupan Anda secara negatif," ungkapnya.
Kapan masturbasi mulai menjadi kebiasaan yang berbahaya? Berikut 4 tanda fisik dan psikisnya, seperti dirangkum detikHealth dari berbagai sumber, Kamis (21/8/2014):
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Anda mulai mencederai diri sendiri
Ya, beberapa orang memiliki kebiasaan masturbasi yang bahkan bisa mencederai dirinya sendiri. Urolog Southern Illinois University, Tobias Kohler, MD, cedera yang muncul bisa berupa lecet akibat tekanan yang terlalu keras.
Jika ini sampai terjadi, maka kemungkinan Anda sudah masuk ke tahapan kompulsif dan kondisi ini harus segera diatasi.
2. Memengaruhi hubungan pribadi atau pekerjaan
Jika Anda mulai merasa terbiasa 'harus' melakukan kebiasaan ini, bahkan sampai membatalkan janji temu bersama pasangan dan teman-teman, bisa jadi masturbasi yang Anda lakukan sudah melewati batas sehat dan ini saatnya untuk berkonsultasi ke dokter.
3. Membuat Anda sulit bercinta dengan pasangan
Setiap pria melakukan masturbasi dengan berbagai macam rangsangan. Jika dilakukan terlalu sering, efeknya dapat memengaruhi kebutuhan rangsangan Anda dari yang sewajarnya.
Terlalu banyak masturbasi juga kerap disebut-sebut dapat membuat seorang pria kesulitan ereksi saat melakukan hubungan intim bersama pasangannya.
4. Anda tidak bisa berhenti memikirkan masturbasi
Jika Anda sering merasa terganggu oleh pikiran tentang kapan atau bagaimana Anda akan melakukan masturbasi, itu adalah indikasi kuat Anda sedang berhadapan dengan masalah kebiasaan yang serius.
Melakukan masturbasi sekadar untuk melegakan tubuh secara fisiologis, sekali sudah cukup. Namun jika Anda melakukannya berturut-turut sampai 4-10 kali maka kemungkinan besar menunjukkan bahwa Anda menggunakan masturbasi untuk mengobati emosi atau sebagai pelarian.
Salah satu kriteria utama perilaku adiktif adalah hilangnya kontrol. Jika Anda telah berulang kali gagal berhenti, berarti sudah waktunya Anda berbicara dengan seorang profesional yang dapat membantu.
Ya, beberapa orang memiliki kebiasaan masturbasi yang bahkan bisa mencederai dirinya sendiri. Urolog Southern Illinois University, Tobias Kohler, MD, cedera yang muncul bisa berupa lecet akibat tekanan yang terlalu keras.
Jika ini sampai terjadi, maka kemungkinan Anda sudah masuk ke tahapan kompulsif dan kondisi ini harus segera diatasi.
Jika Anda mulai merasa terbiasa 'harus' melakukan kebiasaan ini, bahkan sampai membatalkan janji temu bersama pasangan dan teman-teman, bisa jadi masturbasi yang Anda lakukan sudah melewati batas sehat dan ini saatnya untuk berkonsultasi ke dokter.
Setiap pria melakukan masturbasi dengan berbagai macam rangsangan. Jika dilakukan terlalu sering, efeknya dapat memengaruhi kebutuhan rangsangan Anda dari yang sewajarnya.
Terlalu banyak masturbasi juga kerap disebut-sebut dapat membuat seorang pria kesulitan ereksi saat melakukan hubungan intim bersama pasangannya.
Jika Anda sering merasa terganggu oleh pikiran tentang kapan atau bagaimana Anda akan melakukan masturbasi, itu adalah indikasi kuat Anda sedang berhadapan dengan masalah kebiasaan yang serius.
Melakukan masturbasi sekadar untuk melegakan tubuh secara fisiologis, sekali sudah cukup. Namun jika Anda melakukannya berturut-turut sampai 4-10 kali maka kemungkinan besar menunjukkan bahwa Anda menggunakan masturbasi untuk mengobati emosi atau sebagai pelarian.
Salah satu kriteria utama perilaku adiktif adalah hilangnya kontrol. Jika Anda telah berulang kali gagal berhenti, berarti sudah waktunya Anda berbicara dengan seorang profesional yang dapat membantu.
(ajg/up)