Penasaran seperti apa mereka? Simak pemaparannya seperti dirangkum detikHealth, Minggu (14/9/2014) berikut ini:
1. Tidak berperut buncit
|
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Peneliti menduga perut buncit akan mengganggu pelepasan hormon-hormon seks, termasuk mengurangi produksi sperma.
2. Berwajah feminin
|
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
"Bisa jadi ini karena sistem tubuh pria yang feminin lebih banyak mengalokasikan energi untuk produksi air maninya ketimbang ke karakteristik seksual lainnya seperti wajah maskulin," terang peneliti Jukka Kekalainen, Ph.D.
3. Suka makan ikan
|
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Ini karena kandungan omega 3 yang berperan penting dalam produksi sperma.
4. Suka pakai boxer
|
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Motilitas atau kemampuan berenang dari sperma merupakan indikator penting untuk mengetahui kualitas sperma itu sendiri. Makin lincah berenangnya, makin mudah mereka mencapai sel telur untuk pembuahan.
"Lagipula celana dalam yang longgar membuat skrotum atau testis jadi tidak begitu kegerahan sehingga kualitas sperma yang dihasilkan jauh lebih baik," kata peneliti, Andrew Povey, PhD.
5. Rajin ke gym
|
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Peneliti percaya olahraga tak hanya menjaga berat badan tetap ideal, tapi juga meningkatkan aktivitas antioksidan di sekujur tubuh sehingga sel-sel spermanya tidak mudah dirusak oleh radikal bebas.
Lagipula studi lain menemukan pria yang sanggup menghabiskan waktunya untuk menonton TV lebih dari 20 jam dalam sepekan mempunyai konsentrasi sperma 44 persen lebih rendah daripada yang tidak melakukannya.
6. Bersuara cempreng
|
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
"Ini ada kaitannya dengan jumlah testosteron dalam tubuh. Meskipun hormon ini berhubungan dengan wajah maskulin dan suara yang berat serta dalam, tapi kalau kebanyakan justru akan mengganggu produksi sperma," tutur peneliti Leigh Simmons, PhD.
7. Jarang makan dari kemasan plastik
|
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Masalahnya peneliti dari Denmark menemukan pria yang diketahui memiliki kandungan BPA tinggi dalam urinenya dipastikan memiliki lebih sedikit sperma yang aktif berenang dibandingkan yang tidak. Mereka menduga BPA dapat memengaruhi aktivitas hormon seks seperti estrogen dan androgen di dalam testis sehingga mengganggu perkembangan sel sperma di dalamnya.
Halaman 2 dari 8











































