Dari berbagai sumber dan ditulis detikHealth pada Senin (15/9/2014), salah satu gejala sariawan pada vagina adalah nyeri saat buang air kecil dan saat berhubungan seks. Gejala lainnya adalah rasa gatal dan nyeri di sekitar vagina, vulva, dan anus.
Selain itu, keluarnya cairan putih yang cukup pekat dari vagina dan terlihat seperti keju, juga bisa jadi pertanda sariawan vagina. Nah, kadang vagina bau ragi akibat keluarnya cairan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dr Marie Pirotta, praktisi medisi dan peneliti di Department of General Practice, University of Melbourne, menjelaskan sariawan vagina bisa terjadi karena infeksi jamur. Jamur candida albicans menyebabkan 80-90 persen infeksi jamur vagina. Sebenarnya candida memang ditemukan di vagina. Selama jumlahnya tidak banyak, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Namun saat jumlahnya banyak dan tubuh tak sanggup mengontrol, sariawan vagina bisa terjadi.
Sariawan vagina ini bukanlah penyakit seksual yang menular. Pada beberapa perempuan, masalah ini bisa sembuh dengan sendirinya. Tidak ada bukti bahwa sariawan vagina akan berdampak pada peluang kehamilan seorang perempuan. Belum ada bukti juga sariawan vagina bisa menjadi penyebab kanker serviks.
Sariawan vagina berbeda dengan sariawan serviks atau sariawan saluran rahim yang mencetus risiko infertilitas pada perempuan hingga 17 persen. Pada sariawan serviks, penyebab utamanya adalah infeksi virus HPV tipe 2. Kemungkinan lain yang terbilang jarang adalah akibat infeksi bakteri.
(vta/ajg)











































