Jakarta -
Sariawan vagina bisa menjadi penyebab aktivitas bercinta menjadi tidak menyenangkan bagi seorang perempuan. Gara-gara sariawan vagina, bercinta malah justru menyakitkan. Apa sih yang perlu dilakukan seorang perempuan agar tidak 'dihinggapi' sariawan vagina?
Meski beberapa perempuan sama-sama mengalami sariawan vagina, namun pemicunya bisa jadi tidak sama. Yang jelas, sariawan pada vagina antara lain ditandai nyeri saat buang air kecil dan saat berhubungan seks. Gejala lainnya adalah rasa gatal dan nyeri di sekitar vagina, vulva, dan anus, serta keluarnya cairan putih yang cukup pekat dari vagina.
Pada beberapa perempuan, sariawan vagina bisa sembuh dengan sendirinya. Namun ada pula yang masalahnya justru makin rumit. Untuk mencegah agar tak terkena sariawan vagina yang disebabkan oleh jamur candida albicans, ada beberapa hal yang perlu dilakukan, seperti dikutip detikHealth dari berbagai sumber dan ditulis pada Senin (15/9/2014):
1. Perhatikan Bahan Pakaian Dalam Anda
Sebaiknya Anda mengenakan pakaian dalam yang terbuat dari katun atau sutera. Sebab bahan pakaian itu meminimalkan adanya kelembaban di area 'bawah'. Berbeda dengan celana dalam yang terbuat dari nilon dan bahan sintetis lainnya, yang mana tidak memungkinkan sirkulasi udara yang baik di daerah genital Anda.
Selain itu sebaiknya Anda juga menghindari pemakaian celana yang ketat. Sebab pakaian semacam itu akan membuat area genital tidak leluasa 'bernapas'.
2. Pakailah yang Kering
Jika pakaian dalam Anda basah, jangan nekat memakainya. Sebaiknya cuci dan keringkan celana dalam Anda dengan baik. Jangan lupa untuk mengganti celana dalam Anda secara teratur atau saat sudah basah karena keringat. Ingat, pakaian dalam yang basah akan membuat area vagina menjadi lembab. Nah, tempat yang lembab seperti ini menjadi favorit jamur penyebab sariawan vagina untuk berkembang.
3. Terlubrikasi Cukup
Pastikan juga vagina Anda mendapat lubrikasi yang cukup sebelum dan selama melakukan hubungan intim dengan pasangan untuk menghindari munculnya rasa sakit.
3. Hindari Douching dan Wewangian di Vagina
Sebaiknya Anda menghindari douching dan juga menghindari pemakaian wewangian untuk vagina, termasuk sabun, yang dapat meningkatkan kemungkinan infeksi jamur di vagina.
4. Basuhlah Vagina dengan Cara yang Benar
Setiap Anda selesai buang air kecil atau saat membersihkan vagina, lakukan dengan cara yang benar, yakni dengan membasuh atau mengelap vagina dari arah depan ke belakang. Jangan mengelap atau membasuh dari arah anus ke vagina.
Sebaiknya Anda mengenakan pakaian dalam yang terbuat dari katun atau sutera. Sebab bahan pakaian itu meminimalkan adanya kelembaban di area 'bawah'. Berbeda dengan celana dalam yang terbuat dari nilon dan bahan sintetis lainnya, yang mana tidak memungkinkan sirkulasi udara yang baik di daerah genital Anda.
Selain itu sebaiknya Anda juga menghindari pemakaian celana yang ketat. Sebab pakaian semacam itu akan membuat area genital tidak leluasa 'bernapas'.
Jika pakaian dalam Anda basah, jangan nekat memakainya. Sebaiknya cuci dan keringkan celana dalam Anda dengan baik. Jangan lupa untuk mengganti celana dalam Anda secara teratur atau saat sudah basah karena keringat. Ingat, pakaian dalam yang basah akan membuat area vagina menjadi lembab. Nah, tempat yang lembab seperti ini menjadi favorit jamur penyebab sariawan vagina untuk berkembang.
Pastikan juga vagina Anda mendapat lubrikasi yang cukup sebelum dan selama melakukan hubungan intim dengan pasangan untuk menghindari munculnya rasa sakit.
Sebaiknya Anda menghindari douching dan juga menghindari pemakaian wewangian untuk vagina, termasuk sabun, yang dapat meningkatkan kemungkinan infeksi jamur di vagina.
Setiap Anda selesai buang air kecil atau saat membersihkan vagina, lakukan dengan cara yang benar, yakni dengan membasuh atau mengelap vagina dari arah depan ke belakang. Jangan mengelap atau membasuh dari arah anus ke vagina.
(vta/ajg)