Jakarta -
Penis bukan sekadar organ vital dan alat perkembangbiakan bagi pria. Menurut pakar, Mr P juga bisa jadi indikator kesehatan. Jadi apakah Anda penyakitan atau tidak, hal ini sudah bisa dilihat dari kondisi penis Anda lho.
Simak pemaparannya seperti dirangkum detikHealth dari berbagai sumber, Kamis (2/10/2014) berikut ini:
1. Sering 'letoy'
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Ternyata sering 'letoy' atau impoten lebih dari dua kali sebulan bukan semata karena Anda malas bercinta. Sebuah penelitian dari Austria menemukan risiko sakit jantung dalam kurun 10 tahun ke depan 65 persen lebih tinggi ditemukan pada pria yang cukup sering atau sangat sering mengalami disfungsi ereksi.
"Pembuluh darah di penis akan mengecil secara signifikan dan mulai menyempit, jauh sebelum (pembuluh) yang ada di jantung ataupun otak," ungkap Darius Paduch, M.D., Ph.D., dokter spesialis urologi dari New York–Presbyterian/Weill Cornell Medical College.
2. Warna air kencing berubah
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Waspadai bila air kencing Anda berubah warna, dari yang awalnya kuning menjadi kemerahan. "Adanya darah dalam air kencing bisa jadi pertanda gangguan prostat, kandung kemih atau ginjal, jadi Anda harus cari tahu dari mana asalnya darah tersebut," saran Kevin Billups, M.D., profesor urologi dari Johns Hopkins Medicine.
Akan tetapi Eric Klein, MD, kepala Glickman Urological and Kidney Institute di Cleveland Clinic menyatakan bilamana semen atau sperma Anda berdarah saat berhubungan intim, Anda tak perlu khawatir karena ini tidak begitu berbahaya.
3. Jarang bergairah lagi
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Ini bukan semata salah istri Anda. Bisa jadi karena Anda mengidap gangguan tidur yakni obstructive sleep apnea (OSA). OSA ini membuat saluran pernapan penderitanya mampet di tengah tidur, sekaligus menurunkan gairah seksual Anda.
Menurut penelitian dari Jerman, pria yang kekurangan oksigen di malam hari karena gangguan ini memiliki gairah seksual 11 persen lebih rendah daripada yang pernapasannya baik-baik saja. Ini tak lain karena OSA dapat mengurangi kadar testosterone sehingga ereksi Anda pun kena batunya.
Jika Anda mendengkur sangat keras, terbangun dalam keadaan terengah-engah atau merasa kelelahan sepanjang hari, konsultasikan kepada dokter Anda.
4. Ujung penis merah dan bengkak
Ilustrasi (Foto: Thinkstock)
|
Bila ujung penis Anda meradang, memerah dan nyeri, bisa jadi Anda terkena balanitis. Dr Paduch mengatakan kondisi ini biasanya disebabkan oleh bakteri, virus atau jamur karena Anda kurang menjaga kebersihan organ intim.
Bawalah ke dokter untuk mendapatkan pengobatan. Sekalian minta dicek risiko diabetes Anda. Berdasarkan penelitian dari Bristol-Myers Squibb, pasien diabetes tiga kali lebih sering mengidap balanitis ketimbang yang tidak sakit gula.
Ternyata sering 'letoy' atau impoten lebih dari dua kali sebulan bukan semata karena Anda malas bercinta. Sebuah penelitian dari Austria menemukan risiko sakit jantung dalam kurun 10 tahun ke depan 65 persen lebih tinggi ditemukan pada pria yang cukup sering atau sangat sering mengalami disfungsi ereksi.
"Pembuluh darah di penis akan mengecil secara signifikan dan mulai menyempit, jauh sebelum (pembuluh) yang ada di jantung ataupun otak," ungkap Darius Paduch, M.D., Ph.D., dokter spesialis urologi dari New York–Presbyterian/Weill Cornell Medical College.
Waspadai bila air kencing Anda berubah warna, dari yang awalnya kuning menjadi kemerahan. "Adanya darah dalam air kencing bisa jadi pertanda gangguan prostat, kandung kemih atau ginjal, jadi Anda harus cari tahu dari mana asalnya darah tersebut," saran Kevin Billups, M.D., profesor urologi dari Johns Hopkins Medicine.
Akan tetapi Eric Klein, MD, kepala Glickman Urological and Kidney Institute di Cleveland Clinic menyatakan bilamana semen atau sperma Anda berdarah saat berhubungan intim, Anda tak perlu khawatir karena ini tidak begitu berbahaya.
Ini bukan semata salah istri Anda. Bisa jadi karena Anda mengidap gangguan tidur yakni obstructive sleep apnea (OSA). OSA ini membuat saluran pernapan penderitanya mampet di tengah tidur, sekaligus menurunkan gairah seksual Anda.
Menurut penelitian dari Jerman, pria yang kekurangan oksigen di malam hari karena gangguan ini memiliki gairah seksual 11 persen lebih rendah daripada yang pernapasannya baik-baik saja. Ini tak lain karena OSA dapat mengurangi kadar testosterone sehingga ereksi Anda pun kena batunya.
Jika Anda mendengkur sangat keras, terbangun dalam keadaan terengah-engah atau merasa kelelahan sepanjang hari, konsultasikan kepada dokter Anda.
Bila ujung penis Anda meradang, memerah dan nyeri, bisa jadi Anda terkena balanitis. Dr Paduch mengatakan kondisi ini biasanya disebabkan oleh bakteri, virus atau jamur karena Anda kurang menjaga kebersihan organ intim.
Bawalah ke dokter untuk mendapatkan pengobatan. Sekalian minta dicek risiko diabetes Anda. Berdasarkan penelitian dari Bristol-Myers Squibb, pasien diabetes tiga kali lebih sering mengidap balanitis ketimbang yang tidak sakit gula.
(lil/vit)