10 Fakta Ereksi yang Jarang Terungkap (2)

10 Fakta Ereksi yang Jarang Terungkap (2)

- detikHealth
Jumat, 10 Okt 2014 19:37 WIB
10 Fakta Ereksi yang Jarang Terungkap (2)
Illustrasi: Thinkstock
Jakarta - Ereksi yang terjadi tidap hari tidak menjamin kaum lelaki paham mengapa kelaminnya sedikit bengkok saat mengeras. Belum tentu juga mereka tahu mengapa ukurannya justru tampak lebih kecil saat berat badannya meningkat.

Lanjutan dari artikel sebelumnya, beberapa fakta unik tentang ereksi yang jarang terungap adalah sebagai berikut seperti dirangkum dari berbagai sumber, Jumat (10/10/2014).

1. Bengkok Sedikit

Illustrasi: Thinkstock
Penelitian menunjukkan hampir tidak ada penis yang benar-benar lurus, sedikit bengkok adalah normal bagi kebanyakan laki-laki. Namun jika bengkoknya sudah terlalu ekstrem, maka harus diwaspadai adanya penyakit Peyronie. Kondisi ini dipicu oleh jaringan parut di salah satu sisi alat kelamin. Kunjungi dokter spesialis urologi untuk mengatasinya.

2. Masturbasi Membuatnya Makin Besar

Illustrasi: Thinkstock
Seorang laki-laki yang melakukan masturbasi selama beberapa hari cenderung akan mengalami peningkatan aliran darah di kemaluannya. Dampaknya, ereksi akan tampak lebih besar. Hanya saja, apa gunanya tampak besar kalau hanya untuk masturbasi?

3. Bobot Mempengaruhi Ereksi

Illustrasi: Thinkstock
Soal ereksi, ungkapan 'size does matter' selalu tepat. Dalam hal ini, ukuran tubuh alias berat badan sangat mempengaruhi ereksi. Seseorang yang terlalu gemuk punya kadar testosteron atau hormon seks laki-laki yang semakin rendah, sehingga fungsi seksualnya juga menurun.

4. Kondom Bisa Membunuh Ereksi

Illustrasi: Thinkstock
Bagi sebagian lelaki, fakta ini tidak terbantahkan. Sebuah penelitian di Journal of Sexual Medicine mengkonfirmasi adanya gangguan ereksi yang berkaitan dengan pemakaian kondom. Laki-laki dengan gangguan seperti ini biasanya butuh waktu lebih lama untuk benar-benar ereksi.

5. Kadang-kadang Susah Dikontrol

Illustrasi: Thinkstock
Sebagian perempuan beruntung bisa merasakan sensasi multiorgasme, namun hampir tidak satupun laki-laki bisa mengalaminya berturut-turut dalam satu sesi bercinta. Sebuah penelitian mengungkap, 30 persen laki-laki tidak puas dengan durasi bercinta karena ereksinya tidak mampu bertahan lama.
Halaman 2 dari 6
Penelitian menunjukkan hampir tidak ada penis yang benar-benar lurus, sedikit bengkok adalah normal bagi kebanyakan laki-laki. Namun jika bengkoknya sudah terlalu ekstrem, maka harus diwaspadai adanya penyakit Peyronie. Kondisi ini dipicu oleh jaringan parut di salah satu sisi alat kelamin. Kunjungi dokter spesialis urologi untuk mengatasinya.

Seorang laki-laki yang melakukan masturbasi selama beberapa hari cenderung akan mengalami peningkatan aliran darah di kemaluannya. Dampaknya, ereksi akan tampak lebih besar. Hanya saja, apa gunanya tampak besar kalau hanya untuk masturbasi?

Soal ereksi, ungkapan 'size does matter' selalu tepat. Dalam hal ini, ukuran tubuh alias berat badan sangat mempengaruhi ereksi. Seseorang yang terlalu gemuk punya kadar testosteron atau hormon seks laki-laki yang semakin rendah, sehingga fungsi seksualnya juga menurun.

Bagi sebagian lelaki, fakta ini tidak terbantahkan. Sebuah penelitian di Journal of Sexual Medicine mengkonfirmasi adanya gangguan ereksi yang berkaitan dengan pemakaian kondom. Laki-laki dengan gangguan seperti ini biasanya butuh waktu lebih lama untuk benar-benar ereksi.

Sebagian perempuan beruntung bisa merasakan sensasi multiorgasme, namun hampir tidak satupun laki-laki bisa mengalaminya berturut-turut dalam satu sesi bercinta. Sebuah penelitian mengungkap, 30 persen laki-laki tidak puas dengan durasi bercinta karena ereksinya tidak mampu bertahan lama.

(up/vit)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads