Demikian dilaporkan oleh para ilmuwan dalam jurnal JAMA Neurology baru-baru ini. RGS disebut sebagai gangguan langka yang bisa menyebabkan distress dan ketidakmampuan. Istilah lain yang digunakan adalah vulvar dysesthesia atau persistent genital arousal disorder.
Gangguan yang memicu rangsang tidak diharapkan pada organ genital ini dialami oleh beberapa pasien perempuan dengan penyakit Parkinson. Salah satunya perempuan berusia 65 tahun yang didiagnosis Parkinson di usia 60 tahun. Ia mengalami ketidaknyamanan di aera genital sejak 3 tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Gejala serupa sudah lama dikenali pada pasien Parkinson di masa lalu, tapi tidak selalu dikaitkan dengan kelainan ini. Jadi pasien-pasien tersebut mungkin tidak tertangani dengan baik," kata sang peneliti, Anthony Lang, MD seperti dikutip dari Medscape, Selasa (11/11/2014).
Parkinson merupakan suatu penyakit yang menyerang saraf, berdampak pada kemampuan otak dalam mengontrol gerak. Gejala paling khas dari penyakit ini adalah tremor atau gemetar. Wajah pengidapnya cenderung sedikit ekspresi dan kadang disertai gangguan berbicara.
(up/vit)











































