Wanita selalu didorong untuk segera melepas masa lajang karena kesuburannya cenderung menurun di usia 40-an. Lain halnya dengan pria yang ketika mencapai usia kepala 5 pun mereka masih bisa menghasilkan keturunan.
Pendapat berbeda diungkapkan studi terbaru dari University of Otago, Dunedin. Setelah mereview lebih dari 90 studi, peneliti memastikan bahwa kuantitas dan kualitas sperma pria memang akan menurun seiring dengan pertambahan usia mereka. Tak terkecuali kesehatan dan performa si sperma.
"Selama ini yang kita tahu usia wanita yang berdampak negatif terhadap kesuburan dan kemampuan reproduksinya, begitu juga dengan kesehatan keturunan yang dihasilkan. Padahal usia si suami juga berpengaruh terhadap kesuburan pasangan," ungkap peneliti, Sheri Johnson seperti dikutip dari Foxnews, Senin (8/12/2014).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan adanya temuan ini peneliti berharap agar para dokter tak hanya mempertimbangkan usia atau kemampuan reproduksi si wanita saja sebelum pasangan menjalani prosedur tertentu untuk mendapatkan keturunan seperti IVF atau bayi tabung. "Karena pasangan yang tak bisa punya keturunan tak melulu karena ibunya mandul, bisa jadi ayahnya yang bermasalah," tutupnya.
Untuk itu, selain mengecek kondisi kesuburan si istri, lebih baik pertimbangkan dulu apakah sperma si suami juga sudah 'menua' atau belum. Bila ini tidak diantisipasi, bukan tidak mungkin yang kena batunya adalah sang buah hati. Sebab hamil dengan benih sperma yang telah 'menua' juga dikatakan berisiko menyebabkan komplikasi saat lahir, keguguran, hingga gangguan bawaan seperti sindroma down, autisma dan schizophrenia.
Di samping itu, seksolog dari Universitas Udayana, Prof Dr dr Wimpie Pangkahila, SpAnd, FAACS mengingatkan bahwa pria juga bisa mengalami menopause, atau biasa disebut dengan andropause.
"Pada usia 50-an tahun, gejala andropause pria biasanya sudah mulai muncul," katanya kepada detikHealth beberapa waktu lalu.
Gejalanya pun tak jauh berbeda dengan menopause, di antaranya mudah lelah, depresi, bingung, sering merasa sedih, penurunan hasrat seksual atau libido, kemampuan ereksi terganggu, daya ingat menurun, kesuburan berkurang, rambut mulai rontok, hingga gangguan tidur.
(lil/vit)











































