Berdasarkan hasil riset terbaru yang dilakukan di Kanada, lebih dari 11 persen pria diperkirakan pernah bercinta, atau setidaknya mencoba untuk melakukan aktivitas seksual, ketika mereka sedang tertidur. Entah itu masturbasi, bercumbu, seks oral, atau bahkan hubungan intim.
Para pelaku biasanya baru sadar di tengah melakukan aktivitas atau setelah diberitahu oleh istrinya keesokan hari. Oleh dokter, fenomena semacam ini disebut dengan sexsomnia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bornemann kemudian menjelaskan, saat otak mengalami transisi antarfase dalam tidur, terkadang ada beberapa sel saraf yang 'ketinggalan'. Dan kesalahan kecil ini mengakibatkan bagian otak tertentu menyala, sedangkan yang lainnya tetap terlelap. "Kebetulan saraf yang sering 'miss' itu adalah di bagian otak yang mengendalikan fungsi manusia yang paling mendasar," paparnya.
Fungsi dasar manusia yang dimaksud Bornemann merupakan gerakan sederhana yang digunakan manusia untuk mempertahankan hidupnya, semisal memperlihatkan postur pertahanan diri, mengunyah, termasuk seks.
Tapi Bornemann memastikan, tak hanya pria yang bisa mengajak pasangannya bercinta saat tidur. Wanita juga bisa melakukannya. Jumlahnya diperkirakan mencapai empat persen. Kendati begitu, bila dilakukan dengan pasangan sendiri, Bornemann menyatakan sexsomnia tidaklah membahayakan.
Pendapat berbeda dikemukakan pengamat kesehatan seksual dari Universitas Tarumanegara, dr Andri Wanananda, MS. "Sexsomnia ini berisiko. Kalau salah satu sedang tertidur, terus melakukan hubungan seks, bisa terjadi trauma pada penis atau vagina," katanya kepada detikHealth beberapa waktu lalu.
Menurutnya, hal ini disebabkan istri yang dibangunkan mendadak lalu diajak berhubungan badan tidak sempat 'melicinkan' alat kelaminnya, sehingga penis sulit melakukan penetrasi. Selain itu, penis bisa iritasi dan bengkak lantas muncul nyeri karena belum licin tadi.
"Begitu juga vagina akan lecet atau bahkan berdarah, karena saat melakukan hubungan intim, si wanita tidak sadar atas apa yang dilakukannya sehingga tidak dihasilkan cairan lubrikasi," tutupnya.
(lil/vit)











































