Ingin Cantik Luar Dalam, Alasan Diana Jalani Laser Vaginal Rejuvenation

Ingin Cantik Luar Dalam, Alasan Diana Jalani Laser Vaginal Rejuvenation

- detikHealth
Rabu, 10 Des 2014 18:47 WIB
Ingin Cantik Luar Dalam, Alasan Diana Jalani Laser Vaginal Rejuvenation
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Usia sudah kepala empat namun ingin vagina terlihat dan berfungsi seperti perempuan muda? Dengan laser vaginal rejuvenation, hal itu bukan mimpi. Diana, adalah salah satu perempuan yang melakukan peremajaan vagina dengan teknik itu.

"Ingin cantik luar dalam," kata Diana mengemukakan alasannya melakukan peremajaan vagina. Hal itu disampaikan perempuan 40-an tahun itu dalam diskusi di Ultimo Aesthetic & Dental Center, Plaza Asia, Jl Jenderal Sudirman Kav 59, Jakarta Selatan, Rabu (10/12/2014).

Prosedur ini baru pertama kali dilakukan Diana. Tidak lama, hanya sekitar 20 menit saja. Alat yang digunakan untuk prosedur ini di Ultimo Clinic adalah seperti pena dari bahan stainless steel dengan diameter kurang dari 2 cm.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sakitkah? "Rasanya seperti ada semut," ujar Diana sambil tertawa.

Usai prosedur itu, Diana bisa berjalan normal seperti biasa. Tidak ada rasa perih maupun nyeri. "Bisa tertawa begini berarti nggak apa-apa," ucap Diana yang berkeinginan untuk mengulang lagi treatment ini di waktu mendatang.

Menurut dr Enrina Diah, SpBP dari Ultimo Clinic, prosedur ini kecil risiko infeksi dan pendarahannya. Caranya adalah dengan memasukkan alat laser khusus yang didatangkan dari Jerman ke lapisan submokosa. Alat kemudian diputar-putar untuk merangsang pembentukan kolagen baru. Setelah kolagen terbentuk, akan terjadi pengkerutan sehingga lubang vagina mengecil. Jadi bisa digunakan untuk mengatasi vagina kendur.

"Sebelum dipakai alat disetrilkan dengan suhu 180-200 derajat," kata dr Enrina.

Setelah melakukan prosedur ini, pasien diminta untuk tidak berhubungan intim selama satu minggu.

"Vagina kendur juga bisa diatasi dengan kursi elektromagnetik. Dikenal sebagai intimate rejuvenation electromagnetic chair (IREC). Pasien tinggal duduk di kursi dan merasakan getaran dari kursi khusus itu," terang dr Enrina.

Per sesi dilakukan waktu 20 menit, dan dilakukan 2-3 kali seminggu. Biasanya perbaikan bisa dialami setelah 6-8 kali sesi terapi, di mana hasil maksimal bisa dicapai setelah 20 sesi.

"Jenis treatment apa yang pas untuk masalah setiap orang tentu beda-beda. Semua bisa diketahui dengan konsultasi pada dokter terlebih dahulu," imbuhnya.

Untuk diketahui jika otot dasar panggul berkurang fungsinya maka menyebabkan beberapa masalah seperti inkontinensia urine, inkontinensia fecal, masalah orgasme, melemahnya otot sekitar vagina, dan wasir. Melemahnya otot dasar panggul juga tak hanya dialami kaum Hawa, tapi juga para lelaki.

(vit/up)

Berita Terkait