dr Hari Nugroho, SpOG dari RSUD Dr Soetomo Surabaya mengatakan, cairan vagina yang normal dan sehat adalah yang berwarna jernih atau agak keputihan, tidak berbau, tidak menimbulkan gatal, tidak berwarna putih, dan tidak memiliki konsistensi seperti 'susu pecah'.
Jadi bila cairan yang keluar dari Ms V Anda memiliki ciri-ciri yang tidak sesuai dengan deskripsi tersebut, berarti Anda harus waspada. Tapi sebelum itu setidaknya Anda harus tahu dulu cairan seperti apa saja yang bisa keluar dari Ms V dan apa artinya. Berikut paparannya seperti dirangkum detikHealth dari berbagai sumber, Minggu (28/12/2014).
1. Bening, berwarna putih, basah dan elastis
|
|
"Pada sejumlah wanita, cairan yang keluar saat ovulasi sangat banyak. Ini membuat sebagian pasien saya kebingungan dan mengira ada masalah, padahal ini normal," terang Alyssa Dweck, MD, dokter ahli kandungan dari New York.
2. Putih, agak tebal seperti keju cair dan sangat gatal
|
|
Dweck menambahkan penyebabnya bisa beragam, mulai dari antibiotik yang dikonsumsi hingga berada di tempat yang hangat namun lembab dalam waktu lama, karena jamur suka hidup di lingkungan yang hangat dan lembab seperti itu.
3. Hijau-kekuningan dan sedikit bau
|
|
4. Keabu-abuan, tipis, dan amis
|
|
5. Seperti busa, berbau tak sedap dan abu-abu atau hijau
|
|
"Karena organisme penyebabnya bisa tinggal di handuk, vibrator dan benda lain yang dipakai bersama," terang Dweck. Yang perlu diperhatikan adalah infeksi ini tidak menunjukkan gejala tertentu, baik pada pria maupun wanita.
Padahal bila tidak segera ditangani, penderita trichomoniasis, terutama wanita mudah terserang HIV dan ini bisa mempengaruhi kesehatan bayinya bila ia tengah berbadan dua.
6. Berdarah
|
|
Bila warnanya merah gelap atau kecoklatan, ini hanyalah sisa dari darah menstruasi yang keluar belakangan. Akan tetapi Dweck memperingatkan, cairan darah yang keluar dari vagina juga bisa berarti munculnya lesi prakanker dari serviks, walaupun ini jarang terjadi.
Halaman 2 dari 7











































