5 Rumor Seks yang Masih Banyak Dipercaya Hingga Kini

5 Rumor Seks yang Masih Banyak Dipercaya Hingga Kini

- detikHealth
Jumat, 02 Jan 2015 08:05 WIB
5 Rumor Seks yang Masih Banyak Dipercaya Hingga Kini
Illustrasi: Thinkstock
Jakarta - Berbicara tentang kesehatan seksual di masyarakat Indonesia belum menjadi suatu hal yang diterima luas. Akibatnya hingga kini masih banyak beredar rumor-rumor tentang seks yang belum tentu benar adanya.

Tanpa pendidikan seksual yang cukup, bahkan saat pengalaman seseorang bertambah seiring usia bukan jaminan dirinya tidak percaya pada salah satu rumor tersebut.

Dikutip dari berbagai sumber pada Jumat (2/1/2015), berikut adalah beberapa rumor seks yang harus dicermati oleh masyarakat:

1. Seks saat menstruasi tidak akan hamil

Illustrasi: Thinkstock
Meski kemungkinannya kecil, tapi seorang wanita tetap bisa hamil jika berhubungan seks saat menstruasi. "Tidak peduli bulan apa saat ini, kehamilan tetap bisa terjadi jika Anda melakukan seks yang tidak terlindungi," kata Emily Morse, ahli kencan dan pembawa acara radio Sex with Emily.

Saat seseorang berhubungan seks, sperma dapat bertahan hidup sampai sekitar seminggu di tubuh wanita. Jadi meski wanita tersebut sedang menstruasi terutama dalam masa akhir, masih ada kemungkinan sisa sperma dapat membuahi sel telur matang berikutnya.

2. Aphrodisiac tingkatkan gairah seks

Illustrasi: Thinkstock
Peneliti seks dari Indiana University, Debby Herbenick, PhD, mengatakan bahwa makanan yang sering diklaim dapat meningkatkan gairah seks sebenarnya belum banyak terbukti.

"Ada banyak riset yang menemukan bahwa beberapa makanan dapat meningkatkan fungsi seksual," kata Herbenick. Meningkatnya fungsi seksual tersebut tetapi belum tentu juga akan meningkatkan libido.

Makanan seperti misalnya coklat gelap (dark chocolate), alpukat, kerang, dan anggur merah belum pernah disebut secara langsung dapat meningkatkan gairah oleh berbagai penelitian.

"Jika makanan tersebut membuat anda merasa seksi, makan lah. Hanya saja perlu diketahui makanan itu sendiri tidak punya kemampuan ajaib," kata Herbenick.

3. Keberadaan g-spot

Illustrasi: Thinkstock
G-spot adalah titik pada wanita yang disebut jika dirangsang dapat menimbulkan sensasi seksual menyenangkan. Peneliti hingga kini namun masih berdebat tentang di mana letak pasti titik tersebut.

Klaim-klaim letak pasti titik g-spot yang ada saat ini sebenarnya belum cukup terbukti karena bukti-bukti yang kurang.

"Komunitas peneliti tahu bahwa sensasi itu nyata, tapi kami tidak bisa menunjukkan letak persis darimana sensasi tersebut berasal," kata Herbenick.

Meski belum terbukti, Herbenick mengatakan g-spot belum terbukti juga sebagai sesuatu yang hanya khayalan belaka.

4. Ukuran penis menentukan kepuasan

Illustrasi: Thinkstock
Seorang laki-laki biasanya akan merasa semakin percaya diri di ranjang jika memiliki ukuran penis yang besar. Hal ini dikarenakan ada anggapan bahwa ukuran penis yang besar lebih dapat memberikan kepuasan kepada pasangannya.

Hal ini namun dikatakan oleh seksolog dari Universitas Tarumanegara, Dr Andri Wanananda, MS, tidak benar. Ukuran tidak penting karena asal penis mampu mengeras maksimal saat ereksi ia mampu membawa kepuasan seks untuk pasangan.

"Untuk penis yang penting adalah bisa keras, tegang saat ereksi serta tidak mengidap ejakulasi dini atau disfungsi ereksi saat hubungan intim dengan partner. Jelasnya, bukan panjangnya yang penting; penis yang ukuran mungil pun, asalkan keras dan tegang saat ereksi bisa melakukan hubungan intim dengan memuaskan," ujar Dr Andri.

5. Dua kondom lebih baik

Illustrasi: Thinkstock
Untuk mencegah kondom bocor atau penyakit infeksi seksual menular, beberapa orang masih percaya bahwa hal tersebut dapat dilakukan dengan mengenakan kondom ekstra.

Awal mula rumor seks ini mungkin niatnya agar perlindungan yang diberikan kondom lebih baik, tapi kenyataan malah sebaliknya. Mengenakan dua kondom justru akan mengurangi proteksi yang diberikan karena gesekan saat memakai dua kondom berisiko untuk merobeknya.

Cukup gunakan satu kondom berkualitas sesuai petunjuk penggunaan maka sebenarnya sudah cukup untuk melindungi diri sebelum seks.
Halaman 2 dari 6
Meski kemungkinannya kecil, tapi seorang wanita tetap bisa hamil jika berhubungan seks saat menstruasi. "Tidak peduli bulan apa saat ini, kehamilan tetap bisa terjadi jika Anda melakukan seks yang tidak terlindungi," kata Emily Morse, ahli kencan dan pembawa acara radio Sex with Emily.

Saat seseorang berhubungan seks, sperma dapat bertahan hidup sampai sekitar seminggu di tubuh wanita. Jadi meski wanita tersebut sedang menstruasi terutama dalam masa akhir, masih ada kemungkinan sisa sperma dapat membuahi sel telur matang berikutnya.

Peneliti seks dari Indiana University, Debby Herbenick, PhD, mengatakan bahwa makanan yang sering diklaim dapat meningkatkan gairah seks sebenarnya belum banyak terbukti.

"Ada banyak riset yang menemukan bahwa beberapa makanan dapat meningkatkan fungsi seksual," kata Herbenick. Meningkatnya fungsi seksual tersebut tetapi belum tentu juga akan meningkatkan libido.

Makanan seperti misalnya coklat gelap (dark chocolate), alpukat, kerang, dan anggur merah belum pernah disebut secara langsung dapat meningkatkan gairah oleh berbagai penelitian.

"Jika makanan tersebut membuat anda merasa seksi, makan lah. Hanya saja perlu diketahui makanan itu sendiri tidak punya kemampuan ajaib," kata Herbenick.

G-spot adalah titik pada wanita yang disebut jika dirangsang dapat menimbulkan sensasi seksual menyenangkan. Peneliti hingga kini namun masih berdebat tentang di mana letak pasti titik tersebut.

Klaim-klaim letak pasti titik g-spot yang ada saat ini sebenarnya belum cukup terbukti karena bukti-bukti yang kurang.

"Komunitas peneliti tahu bahwa sensasi itu nyata, tapi kami tidak bisa menunjukkan letak persis darimana sensasi tersebut berasal," kata Herbenick.

Meski belum terbukti, Herbenick mengatakan g-spot belum terbukti juga sebagai sesuatu yang hanya khayalan belaka.

Seorang laki-laki biasanya akan merasa semakin percaya diri di ranjang jika memiliki ukuran penis yang besar. Hal ini dikarenakan ada anggapan bahwa ukuran penis yang besar lebih dapat memberikan kepuasan kepada pasangannya.

Hal ini namun dikatakan oleh seksolog dari Universitas Tarumanegara, Dr Andri Wanananda, MS, tidak benar. Ukuran tidak penting karena asal penis mampu mengeras maksimal saat ereksi ia mampu membawa kepuasan seks untuk pasangan.

"Untuk penis yang penting adalah bisa keras, tegang saat ereksi serta tidak mengidap ejakulasi dini atau disfungsi ereksi saat hubungan intim dengan partner. Jelasnya, bukan panjangnya yang penting; penis yang ukuran mungil pun, asalkan keras dan tegang saat ereksi bisa melakukan hubungan intim dengan memuaskan," ujar Dr Andri.

Untuk mencegah kondom bocor atau penyakit infeksi seksual menular, beberapa orang masih percaya bahwa hal tersebut dapat dilakukan dengan mengenakan kondom ekstra.

Awal mula rumor seks ini mungkin niatnya agar perlindungan yang diberikan kondom lebih baik, tapi kenyataan malah sebaliknya. Mengenakan dua kondom justru akan mengurangi proteksi yang diberikan karena gesekan saat memakai dua kondom berisiko untuk merobeknya.

Cukup gunakan satu kondom berkualitas sesuai petunjuk penggunaan maka sebenarnya sudah cukup untuk melindungi diri sebelum seks.

(up/up)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads