Setelah melakukan wawancara dengan 64.000 partisipan terkait hal ini, tim peneliti dari Chapman University, Orange, California mendapati fakta unik. Pria takut bila istrinya berselingkuh hingga melakukan aktivitas seksual, sedangkan wanita lebih takut jika suaminya jatuh cinta pada wanita lain, terlepas sang suami sampai bercinta dengan si wanita atau tidak.
Tercatat ada 54 persen pria yang patah hatinya bila mendapati sang istri bercumbu dengan pria lain. Namun sebaliknya hanya 35 persen wanita yang sakit hati bila sang suami tidur dengan wanita lain.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bila seorang pria menikah dan istrinya mengandung, pria bisa saja berpikir bayi itu bukan miliknya, atau mungkin ayahnya adalah orang lain. Sehingga mereka lebih takut bila istrinya berselingkuh," terang peneliti seperti dikutip dari jurnal Archives of Sexual Behaviour, Selasa (13/1/2015).
Sebaliknya wanita tak pernah menghadapi masalah serupa karena mereka yakin bayi yang ia kandung tentu bayinya sendiri, terlepas siapapun ayahnya.
Akan tetapi wanita takut kehilangan cinta suaminya karena ini akan berdampak pada hilangnya sumber daya dan komitmen dari sang suami, termasuk tanggung jawab mereka untuk mengurus dan membesarkan anak. Apalagi kalau bukan karena sang suami lebih memilih 'berinvestasi' pada wanita lain.
Jadi bila ada yang penasaran seberapa besar rasa cemburu yang ditunjukkan pria dan wanita terhadap pasangannya ketika ketahuan berselingkuh, maka pria tentu saja memperlihatkan respons yang lebih kuat dibandingkan wanita.
"Lagipula bila suami mendapati istrinya selingkuh, maka ia jadi mempertanyakan kemampuan seksual bahkan maskulinitasnya. Tak heran ia akan memperlihatkan reaksi yang lebih keras kepada pasangannya jika mereka ketahuan berselingkuh," pungkas peneliti.
Uniknya, penelitian sebelumnya yang dilakukan Dr Brendan Zietsch dari fakultas psikologi University of Queensland mengemukakan bahwa bakat selingkuh dapat diturunkan secara genetis (link: https://health.detik.com/read/2014/11/24/092916/2756875/763/riset-buktikan-bakat-selingkuh-bisa-diturunkan-secara-genetis).
Dari pengamatan terhadap 7.300 pasangan kembar selama 12 tahun, diketahui bahwa dari seluruh responden, 9,8 persen responden pria dan 6,4 persen responden wanita mengaku punya dua atau lebih partner seksual dalam 12 tahun sebelum survei dilakukan. Setelah dilakukan pemodelan genetis, ternyata ditemukan ada kemiripan genetis pada para responden yang memiliki kecenderungan untuk selingkuh.
(lil/up)











































