Peneliti Prancis Tak Percaya Wanita Bisa Ejakulasi

Peneliti Prancis Tak Percaya Wanita Bisa Ejakulasi

- detikHealth
Selasa, 13 Jan 2015 19:01 WIB
Peneliti Prancis Tak Percaya Wanita Bisa Ejakulasi
ilustrasi (Foto: Thinkstock)
Le Chesnay, Prancis - Ejakulasi atau keluarnya cairan ketika orgasme selama ini diketahui hanya identik terjadi pada pria. Namun konon wanita pun bisa mengalaminya. Cairan yang keluar tentu bukanlah air mani, melainkan disebut squirt.

Hanya saja baru-baru ini sekelompok peneliti dari Parly II Hospital yang terletak di Le Chesnay, Prancis menemukan bahwa ini bukanlah cairan khusus seperti sperma, melainkan hanya air seni biasa. Hal ini dibuktikan peneliti dengan mengamati tujuh wanita yang mengklaim bisa menghasilkan squirt dalam jumlah signifikan, yaitu sebanyak satu gelas air.

Pertama, mereka diminta memberikan sampel urine, lalu menjalani prosedur ultrasound untuk dipastikan kandung kemihnya telah kosong. Setelah itu partisipan diminta untuk orgasme, bisa dengan masturbasi atau berhubungan seks dengan pasangannya. Namun sebelumnya, mereka diminta menjalani ultrasound dan di situ terlihat bahwa kandung kemih mereka telah terisi kembali.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal ini menguatkan dugaan peneliti bahwa yang cairan yang keluar dari organ intim wanita saat orgasme bukanlah squirt, melainkan hanya air seni biasa. Akan tetapi demi memperkuat dugaan tersebut, peneliti juga mengumpulkan dan menganalisis sampel cairan yang diklaim sebagai 'squirt' oleh partisipan saat orgasme.

Benar saja, ketika dilakukan prosedur ultrasound terakhir, diketahui bahwa kandung kemih partisipan telah kosong lagi. Dan terbukti, dua dari tujuh wanita yang terlibat dalam percobaan ini benar-benar hanya melepaskan urin saja setelah berhubungan seks.

"Squirt ini bukan cairan kental keputihan yang keluar dari prostat wanita, melainkan yang dihasilkan oleh kandung kemih. Apalagi ketika orgasme, wanita biasanya merasakan hasrat ingin pipis, inilah yang kami katakan sebagai ejakulasi atau squirt tadi, bukan cairan tertentu," tutur peneliti seperti dikutip dari Medical Daily, Selasa (13/1/2015).

Terlepas dari itu, squirt selama ini memang masih menimbulkan perdebatan bagi banyak pakar. Seperti halnya dikatakan dr Hari Nugroho, SpOG dari RSUD Dr Soetomo Surabaya yang mengakui bahwa pada dasarnya definisi ejakulasi wanita, squirt atau gushing masih kontroversial.

"Meski pada dasarnya squirt merujuk pada ejakulasi wanita, tapi squirt juga seringkali dianalogikan sebagai keluarnya cairan di dalam vagina atau perasaan adanya cairan yang keluar saat orgasme," terangnya kepada detikHealth beberapa waktu lalu.

Kendati begitu, ayah satu anak itu juga mengatakan tak semua wanita mengalami squirt saat orgasme. Bahkan menurutnya, sejumlah penelitian mengemukakan hanya 10-60 persen wanita saja yang bisa merasakan squirt saat orgasme.

(lil/up)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads