Sekitar 400 pengikut pria dilaporkan memotong testisnya masing-masing. Mereka menjadi korban kastrasi massal atau kebiri massal karena diberitahu bahwa cara tersebut dapat membuat mereka bertemu dengan sang pencipta.
Baca juga: Kandungan Plastik Pengaruhi Pembentukan Genital Anak Laki-laki
Petugas dari Central Bureau of Investigation (CBI) minggu lalu mengumpulkan testimoni terkait kasus kastrasi massal ini dari para korban dan saksi mata. CBI kini tengah menyusun gugatan kepada seorang guru spiritual, Gurmeet Ram Rahim Singh yang diketahui memiliki sekitar 40 sampai 50 juta pengikut di seluruh dunia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Satu-satunya korban yang saat ini mau terbuka, Hans Raj Chauhan, mengatakan bahwa kejadian berlangsung pada tahun 2000.
"Mereka (para korban) diberitahu bahwa hanya yang dikebiri saja yang dapat bertemu dengan tuhan," ujar pengacara untuk Chauhan, Navkiran Singh, kepada Sydney Morning Herald seperti dikutip dari berbagai sumber pada Sabtu (28/2/2015).
Menurut saksi mata, kastrasi masal berlangsung di rumah sakit organisasi rohani Dera Sacha Sauda yang dimiliki oleh Rahim. Rumah sakit tersebut terletak di desa nenek moyang Rahim di daerah Rajasthan.
Meski kasus ini belum dimenangkan oleh pengadilan, gejolak kabar yang beredar telah berdampak pada popularitas film baru yang dibintangi oleh Rahim berjudul 'MSG: The Messenger'.
Baca juga: Tenang Saja, Vasektomi Tak Surutkan Performa Pria di Ranjang Kok
(fds/up)











































