Kesepian, Pria Paruh Baya di Singapura Ini Mengaku Pacari Boneka

Kesepian, Pria Paruh Baya di Singapura Ini Mengaku Pacari Boneka

- detikHealth
Jumat, 27 Mar 2015 17:34 WIB
(Foto: The New Paper)
Singapura -

Dilihat dari usianya, pria ini seharusnya sudah hidup bahagia bersama istri dan anak-anaknya yang beranjak dewasa. Namun ia justru tengah dekat dengan sebuah boneka seukuran manusia yang diakunya sebagai kekasih.

Ternyata meskipun pekerjaan dan kondisi finansialnya mapan, pria paruh baya asal Singapura ini mengaku masih kesepian, apalagi ia tak populer di kalangan wanita. Untuk mengobati rasa kesepiannya, ia pun membeli boneks seks seukuran manusia.

Di Singapura, boneka seks semacam ini hanya disuplai oleh sebuah toko bernama Toy Orgasmic. Mereka mengaku mengimpornya langsung dari beberapa negara dengan harga yang cukup fantastis, yakni mencapai 6.500 dollar AS (berkisar Rp 85 juta).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun pria yang hanya ingin dikenal dengan nama Terry itu mengaku boneka seks yang dibelinya bukan sekadar pengobat sepi. Lebih dari itu, ia telah jatuh hati pada si boneka dan bermaksud menikahinya. "Saya ingin menikahinya, dan saya merasa memiliki keterikatan spiritual dengannya," ungkap Terry.

Baca juga: Agar Gairah Bercinta Kian Berkobar, Pasangan Ini Tidur Bersama Boneka Seks

Setidaknya, lanjut Terry, bila boneka itu menjadi pasangan hidupnya, ia meyakini bahwa boneka tidak akan berselingkuh ataupun mengkhianatinya. Terry juga merasa ia bisa jujur di hadapan sang 'kekasih', sebaliknya si boneka menerima kondisi dirinya apa adanya.

Siapapun yang melihatnya tentu prihatin. Apalagi seorang pakar berpendapat Terry mengidap gangguan mental yang disebut dengan 'agalmatophilia'. Penderita agalmatophilia memiliki ketertarikan seksual terhadap benda-benda yang berbentuk seperti manusia misalnya manekin atau patung.

"Ini sama halnya dengan orang-orang yang menyukai celana dalam atau bra wanita sebagai pemuas hasrat seksual. Tapi karena dia tertarik pada sesuatu yang tak lazim, maka kami bisa katakan ini adalah gangguan mental," papar Dr Adrian Wang seperti dikutip dari Asia One, Jumat (27/3/2015).

Hanya saja Wang mengaku baru kali ini ia melihat kasus seperti ini di Singapura. "Rata-rata pasien saya lebih menyukai celana dalam atau bra, paling aneh hanya sejauh itu. Dan jarang ada yang mau mengakui kalau mereka punya kelainan," lanjutnya.

Uniknya, dari keterangan Jay Ng, pemilik toko Toy Orgasmic, ia memiliki sekitar 20 orang pelanggan tetap. Menurutnya, beberapa dari mereka memang merasa mempunyai hubungan spesial dengan bonekanya.

"Tapi mereka sangat tertutup dan tak ingin ada orang lain yang tahu, sampai-sampai saya harus mengantar bonekanya sendiri ke mereka untuk memastikan privasi ini terjaga," paparnya.

Yang tak kalah mengejutkan, Jay mengungkapkan bahwa beberapa pelanggannya merupakan pria-pria berkeluarga.

Wang menegaskan yang pasti pengidap agalmatophilia akan merasakan dampak negatif dari kondisinya ini, terutama dijauhi oleh keluarga dan teman. Untuk itu mereka harus segera mencari pengobatan, kendati pengobatan untuk pengidap kelainan seksual semacan ini sendiri tidak banyak dan sebagian besar dari mereka juga susah sembuh.

Baca juga: Kelainan Seks, Pria Ini Terangsang Saat Melihat Balon Warna-warni

(lil/vta)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads