Ketika Hasrat Seks Tak Terpenuhi karena Menurunnya Gairah Pasangan

Ketika Hasrat Seks Tak Terpenuhi karena Menurunnya Gairah Pasangan

- detikHealth
Kamis, 23 Apr 2015 08:35 WIB
Ketika Hasrat Seks Tak Terpenuhi karena Menurunnya Gairah Pasangan
Ilustrasi: Thinkstock
Jakarta - Ketika hasrat bercinta sedang melanda, namun pasangan terlihat ogah-ogahan dalam merespons mungkin membuat Anda sedih dan kecewa. Jika ini terjadi karena pasangan kelelahan dengan seabrek aktivitasnya selama seharian, bisa dimaklumi. Tapi bagaimana jika pasangan selalu enggan diajak bercinta lantaran gairahnya yang menurun?

Pengasuh konsultasi psikologi seks dan perkawinan, Rosdiana Setyaningrum, mengatakan seseorang yang tidak terpenuhi hasrat seksnya akan merasa gelisah. Rasa gelisah ini bisa jadi akan mengganggu konsentrasi yang bersangkutan, bahkan bisa juga menggangu mood.

Terapis seks dan perkawinan, Laura Bermann PhD, menuturkan para suami bisa merasa tidak dihargai dan tidak diinginkan jika pasangannya terlalu sering menolak bercinta. Akibatnya, jika hal itu berlangsung lama, pria bisa merasa depresi, libidonya pun menurun drastis. Ketika merasa depresi, kondisi ini pastinya akan memengaruhi kebugaran fisik pria. Misalnya, mereka jadi enggan berolahraga dan cenderung makan sembarangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lalu bagaimana mengatasinya? "Sebetulnya menurunnya gairah dalam bercinta bisa ditangani dengan konseling, refreshing dan honeymoon. Usia pernikahan yang lama bisa menjadi penyebab menurunnya gairah dalam bercinta," kata perempuan yang akrab disapa Diana ini dalam perbincangan dengan detikHealth dan ditulis pada Kamis (23/4/2015).

Baca juga: Gairah Seks Pria Bermula dari Keinginan Bercinta, Wanita Tidak

Bagi kalangan istri, lelah biasanya menjadi alasan untuk menghindari aktivitas bercinta. Sibuk dengan seabrek pekerjaan kantor plus harus menyiapkan keperluan anak-anak memang bisa menguras tenaga. Di saat inilah refreshing perlu dilakukan.

"Untuk meningkatkan gairah bercinta sebaiknya memang wanita jangan telalu lelah. Usahakan ada orang yang membantu bisa pembantu atau bahkan suami. Istri juga harus pandai milah-milah waktu dan suami juga harus mengerti kalau istri kelelahan. Tentunya, dengan suami yang membantu istri melakukan pekerjaan rumah dapat mengurangi rasa kelelahan istri dan bisa saja meningkatkan gairah," papar dr Nugroho Setiawan SpAnd, beberapa waktu lalu.

Hasrat bercinta menurun juga bisa jadi karena masalah psikologis, misalnya karena stres dan kecemasan dari masalah yang dihadapi dalam aktivitasnya sehari-hari sehingga memengaruhi suasana hatinya untuk bercinta. Masalah psikologis seperti dalam hubungan percintaan atau keluarga, depresi, dan gangguan mental adalah salah satu faktor yang dapat memengaruhi gairah seksual.

Penyakit tertentu seperti diabetes, obesitas, tekanan darah tinggi, dan kolesterol tinggi diyakini turut mempengaruhi kondisi libido. Selain itu, konsumsi obat-obatan seperti obat HIV, obat rambut rontok tertentu, dan beberapa obat lain secara negatif dapat mempengaruhi libido pada pria.

Hormon juga berpengaruh pada menurunnya hasrat seksual. Pada pria, jika testosteron rendah biasanya menjadi pertanda hasrat seksual yang rendah pula. Selain testosteron, hormon lain yang juga berperan dalam gairah seks pria adalah rendahnya tingkat hormon tiroid dan tingginya tingkat hormon prolaktin, sebuah hormon yang diproduksi dalam kelenjar di otak.

Baca juga: Pijat Sensual, Teknik Kobarkan Gairah Bercinta

Hubungan seks memang bukan satu-satunya penentu kebahagiaan pasangan suami istri. Namun penting bagi mereka untuk mendapatkan hubungan seks yang berkualitas. Karena itu jika hubungan ranjang mulai 'dingin' tidak ada salahnya membuka komunikasi antara suami istri untuk mencari tahu apa penyebabnya. Menemui pakar untuk berkonsultasipun tidak ada salahnya. (Radian Nyi Sukmasari/AN Uyung Pramudiarja)

Berita Terkait