Jing Dong sebenarnya merupakan salah satu retailer atau toko daring terbesar yang beroperasi di Tiongkok. Namun menjelang Hari Perawat Internasional, toko ini mengadakan promo untuk beragam produk yang berkaitan dengan seks, di antaranya lingerie, vibrator, kondom hingga kostum perawat seksi.
Bahkan mereka menawarkan produk-produk tersebut dengan kalimat "Hari untuk Memberikan Kasih Sayang pada Kekasih Perawat Anda". Seluruh produk yang dijual hari itu juga hanya akan dihargai miring, yakni 99 poundsterling (sekitar Rp 2 juta).
Baca juga: Pesan Dokter: Sex Toys Tidak Ada Izin, Jangan Dipakai
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apakah Jing Dong akan merayakan Hari Perawat Internasional dengan cara seperti ini? Dengan menjual produk-produk yang bisa merendahkan para perawat? Mereka harus minta maaf! Dan saya minta kirimkan protes Anda sampai mereka benar-benar melakukannya," tulis sang dokter bedah.
Sejak saat itu, postingan tersebut telah dibagi sebanyak 13.986 kali dan mendapat 3.515 tanggapan, yang rata-rata berisi kemarahan. Apalagi sang dokter mempunyai hampir dua juta pengikut di Weibo sehingga secara otomatis ia bisa menginisiasi gerakan protes kepada toko daring tersebut.
"Saya tidak keberatan ada yang menjual produk seperti itu. Tapi mereka menjualnya dalam rangka merayakan hari perawat, dan ini sejatinya adalah pelecehan terbuka pada profesi tersebut," tegas sang dokter yang menolak disebutkan namanya itu kepada Daily Mail.
Sang dokter menambahkan produk-produk itu bukan untuk para perawat, melainkan untuk tujuan yang berbau seks. Ia juga mengaku rekan-rekan dan para perawat yang bekerja dengannya marah besar melihat iklan promo tersebut.
Baca juga: Jual Boneka Seks yang Mirip Sosok Anak-anak, Situs China Diprotes
Tak berapa lama, JD.com kemudian menghapus iklan promo tersebut dan memohon maaf kepada publik. Mereka juga mencantumkan pernyataan yang sama di akun Weibo dan mengakui bila promo yang mereka berikan 'sangatlah tidak pantas'. Demikian seperti dikutip dari People's Daily Online, Sabtu (16/5/2015).
(lll/up)











































