6 Fakta Menarik Seputar Ejakulasi dan Orgasme pada Pria

6 Fakta Menarik Seputar Ejakulasi dan Orgasme pada Pria

Andara Nila Kresna, - detikHealth
Kamis, 18 Jun 2015 19:36 WIB
6 Fakta Menarik Seputar Ejakulasi dan Orgasme pada Pria
Foto: Ilustrasi (Thinkstock)
Jakarta - Beberapa penelitian kerap membahas seputar orgasme pada wanita. Namun tak pernah disadari bahwa orgasme dan ejakulasi pada pria juga penting dan layak untuk diketahui. Contohnya seperti pria memiliki beberapa jenis orgasme, ejakulasi bisa mengurangi risiko kanker pada pria, dan lain sebagainya.

Nah, terkait hal tersebut, berikut enam fakta seputar orgasme dan ejakulasi pada pria yang mungkin belum Anda ketahui, seperti dikutip dari berbagai sumber pada Kamis (18/6/2015).

Baca juga : 5 Penyebab yang Umumnya Bikin Suami Senang Beri Seks Oral untuk Istri

1. Ejakulasi bisa menurunkan risiko kanker pada pria

Menurut sebuah penelitian yang dipresentasikan pada pertemuan tahunan dari American Urological Association di Selandia Baru, pria yang mengalami ejakulasi sekitar 21 kali per bulan ternyata mengurangi risiko kanker prostat sebesar 20 persen. Salah satu peneliti, Dr Jennifer Rider mengklaim kemungkinan ini berasal dari pelepasan hormon oksitosin yang dikenal untuk menurunkan tekanan darah. Jadi tentunya hal ini benar-benar bermanfaat bagi kesehatan pria.

2. Sperma terbaik ada pada gelombang pertama

Menurut para peneliti di klinik Ginemed Assisted Human Reproduction, ada perbedaan yang signifikan antara gelombang ejakulasi pertama dan kedua. Gelombang pertama cenderung memiliki sperma yang mengandung kualitas DNA berkualitas baik dan tentunya lebih banyak. Para ilmuwan percaya bahwa ejakulasi gelombang pertama cenderung memiliki kualitas sperma yang lebih tinggi karena dimaksudkan untuk membuahi sel telur.

3. Kecepatan ejakulasi lebih cepat dari Usain Bolt

Semburan sperma saat seorang pria mencapai ejakulasi, lebih cepat dari kecepatan seorang pelari. Bahkan pelari legendaris Usain Bolt pun tidak mampu untuk menyamai kecepatan semburan sperma yang mencapai 28 mil/jam atau sekitar 45 km/jam. Dikutip dari Men's Health, jumlah sperma yang dikeluarkan saat ejakulasi seorang pria seumur hidupnya dapat mencapai 14 galon atau setara dengan 53 liter.

4. Ada dua tipe orgasme

Ternyata durasi dan intensitas orgasme tidak bervariasi berdasarkan jenis kelamin. Sebaliknya, orgasme yang berbeda itu bisa datang dalam dua tipe. Menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam Psychology Today mengatakan bahwa ada dua jenis orgasme. Tipe pertama paling sering terjadi, 6 sampai 15 kontraksi intensitas tinggi selama 20 sampai 30 detik.

Jenis kedua terjadi pada jumlah yang lebih kecil dari orang-orang yang akan mengalami kontraksi tak teratur setelah orgasme awal dan berlangsung 30 hingga 90 detik. Hal ini tentunya tidak bisa dijadikan tolok ukur pasti, karena tentunya kondisi fisik masing-masing pria akan memberikan hasil yang berbeda pula.

5. Orgasme kering

Orgasme kering atau yang sering dikenal dengan ejakulasi retrograde adalah saat pria mengalami orgasme air mani malah berjalan mundur ke kandung kemih. Hal itu terjadi karena katup pada leher kandung kemih tak berfungsi secara normal. Sehingga memungkinkan seluruh atau sebagian dari air mani berjalan mundur ( retrograde) ke dalam kandung kemih saat ejakulasi. Alhasil, saat orgasme, pria akan mengeluarkan hanya sedikit air mani atau tidak sama sekali.

6. Pria memiliki jenis orgasme yang berbeda

Beberapa pria bisa orgasme tanpa ejakulasi dan banyak orang percaya itulah kunci untuk melakukan orgasme berulang. Ada orang di luar sana yang telah menguasai orgasme dan ejakulasi karena berlatih. Multiple orgasme dapat dicapai dengan melakukan hal-hal seperti memperhatikan kadar testosteron Anda. Senam kegel bagi pria juga dianjurkan dan melakukan berbagai variasi ketika berhubungan intim.

Kesehatan sehari-hari dan gaya hidup juga ada hubungannya dengan hal itu. Semakin banyak tekanan yang dirasakan dalam hidup akan mengecilkan kemungkinan kepuasan seks terjadi. Cara terbaik untuk mengembalikan vitalitas diri adalah bersantai dan jangan terlalu lelah karena bisa mempengaruhi hidup dan masa depan Anda.
Halaman 2 dari 7
Menurut sebuah penelitian yang dipresentasikan pada pertemuan tahunan dari American Urological Association di Selandia Baru, pria yang mengalami ejakulasi sekitar 21 kali per bulan ternyata mengurangi risiko kanker prostat sebesar 20 persen. Salah satu peneliti, Dr Jennifer Rider mengklaim kemungkinan ini berasal dari pelepasan hormon oksitosin yang dikenal untuk menurunkan tekanan darah. Jadi tentunya hal ini benar-benar bermanfaat bagi kesehatan pria.

Menurut para peneliti di klinik Ginemed Assisted Human Reproduction, ada perbedaan yang signifikan antara gelombang ejakulasi pertama dan kedua. Gelombang pertama cenderung memiliki sperma yang mengandung kualitas DNA berkualitas baik dan tentunya lebih banyak. Para ilmuwan percaya bahwa ejakulasi gelombang pertama cenderung memiliki kualitas sperma yang lebih tinggi karena dimaksudkan untuk membuahi sel telur.

Semburan sperma saat seorang pria mencapai ejakulasi, lebih cepat dari kecepatan seorang pelari. Bahkan pelari legendaris Usain Bolt pun tidak mampu untuk menyamai kecepatan semburan sperma yang mencapai 28 mil/jam atau sekitar 45 km/jam. Dikutip dari Men's Health, jumlah sperma yang dikeluarkan saat ejakulasi seorang pria seumur hidupnya dapat mencapai 14 galon atau setara dengan 53 liter.

Ternyata durasi dan intensitas orgasme tidak bervariasi berdasarkan jenis kelamin. Sebaliknya, orgasme yang berbeda itu bisa datang dalam dua tipe. Menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam Psychology Today mengatakan bahwa ada dua jenis orgasme. Tipe pertama paling sering terjadi, 6 sampai 15 kontraksi intensitas tinggi selama 20 sampai 30 detik.

Jenis kedua terjadi pada jumlah yang lebih kecil dari orang-orang yang akan mengalami kontraksi tak teratur setelah orgasme awal dan berlangsung 30 hingga 90 detik. Hal ini tentunya tidak bisa dijadikan tolok ukur pasti, karena tentunya kondisi fisik masing-masing pria akan memberikan hasil yang berbeda pula.

Orgasme kering atau yang sering dikenal dengan ejakulasi retrograde adalah saat pria mengalami orgasme air mani malah berjalan mundur ke kandung kemih. Hal itu terjadi karena katup pada leher kandung kemih tak berfungsi secara normal. Sehingga memungkinkan seluruh atau sebagian dari air mani berjalan mundur ( retrograde) ke dalam kandung kemih saat ejakulasi. Alhasil, saat orgasme, pria akan mengeluarkan hanya sedikit air mani atau tidak sama sekali.

Beberapa pria bisa orgasme tanpa ejakulasi dan banyak orang percaya itulah kunci untuk melakukan orgasme berulang. Ada orang di luar sana yang telah menguasai orgasme dan ejakulasi karena berlatih. Multiple orgasme dapat dicapai dengan melakukan hal-hal seperti memperhatikan kadar testosteron Anda. Senam kegel bagi pria juga dianjurkan dan melakukan berbagai variasi ketika berhubungan intim.

Kesehatan sehari-hari dan gaya hidup juga ada hubungannya dengan hal itu. Semakin banyak tekanan yang dirasakan dalam hidup akan mengecilkan kemungkinan kepuasan seks terjadi. Cara terbaik untuk mengembalikan vitalitas diri adalah bersantai dan jangan terlalu lelah karena bisa mempengaruhi hidup dan masa depan Anda.

(rdn/rdn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads