Jakarta -
Keseringan masturbasi dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan. Pada bagian pertama, sudah disebutkan bahwa keseringan masturbasi dapat menyebabkan sulit ereksi hingga mudah lelah.
Namun bukan itu saja. Terlalu sering masturbasi juga bisa membuat kebotakan hingga kecanduan. Seperti ditulis Jumat (24/7/2015), berikut 8 tanda Anda terlalu sering masturbasi bagian kedua.
5. Kebotakan dan pembesaran prostat
Foto: thinkstock
|
Meskipun masturbasi bukanlah satu-satunya penyebab kebotakan, namun jika Anda mengalami kerontokan rambut secara tiba-tiba, ada baiknya mengecek kembali kebiasaan masturbasi Anda. Masturbasi yang kelewat sering dapat menyebabkan terlalu banyak testosteron yang dikonversi menjadi DH (dihydrotestosterone). Dari penelitian-penelitian sebelumnya, telah dibuktikan bahwa kebotakan pada pria secara langsung berhubungan dengan jumlah DHT yang ada di dalam tubuh. Tingginya kadar DHT dalam tubuh dapat menyebabkan kebotakan dan pembesaran prostat.
Baca juga: Ini Sebabnya Masturbasi pada Perempuan Lebih Berbahaya daripada Laki-laki
6. Kecanduan
Foto: thinkstock
|
Ketika baru saja selesai masturbasi dan Anda masih merasakan keinginan untuk melakukannya lagi dan lagi, stop! Bisa jadi Anda sudah berada pada titik terlalu sering masturbasi.
Kegiatan yang dilakukan atas dasar pemuasan nafsu seksual tidak hanya mempengaruhi biologis seseorang, namun juga psikisnya. Terkadang tubuh tidak lagi membutuhkannya, namun karena dilakukan dengan rutin, pikiran pun bisa menuntun untuk melakukannya lagi karena sudah dianggap sebagai kebutuhan rutin.
"Salah satu kriteria utama dari semua jenis kecanduan adalah hilangnya kontrol," jelas Dan Drake, terapis untuk kecanduan seks dan konselor klinis, dikutip dari Mens Health, Jumat (24/7/2015). Sama seperti seorang perokok, jika tidak mampu berhenti ketika Anda sendiri telah sadar bahwa Anda memiliki kebiasaan masturbasi yang sudah tak terkontrol, berarti Anda sudah kecanduan.
7. Lebih memilih masturbasi daripada bercinta dengan istri
Foto: thinkstock
|
Anda menghindari keintiman bersama pasangan dan lebih memilih masturbasi. Hal ini bisa merupakan tanda yang jelas bahwa Anda terlalu sering masturbasi. Sehingga Anda berpikir tidak ada yang lebih memuaskan Anda secara sempurna selain diri sendiri.
"Ketika di tempat tidur, pasangan sering bermasturbasi sampai ia lupa pada Anda, bisa dikatakan dia narsis dan hanya peduli dengan kepuasan mereka sendiri. Mereka sebenarnya menyadari kebutuhan dan kehadiran orang di sekitarnya, tapi sudah kadung asyik dengan yang dilakukan," papar terapis keluarga dan kecanduan Paul Hokemeyer, PhD.
Baca juga: Suami Terlalu Sering Masturbasi, Ini yang Sebaiknya Dilakukan Istri
8. Aktivitas sosial dan pekerjaan terhambat
Foto: Tomwang112/thinkstockphotos.com
|
Ketika sedang bekerja di kantor, Anda bersusah payah menjauhkan pikiran untuk masturbasi. Akhirnya, fokus Anda terpecah dan pekerjaan menjadi terganggu. Begitu pula ketika Anda sedang bercengkrama dengan orang-orang terdekat. Kerap kali pikiran tentang kapan atau bagaimana Anda akan melakukan masturbasi berikutnya muncul. Anda pun menjadi pendiam karena sibuk dengan pikiran sendiri.
Jika hal di atas sering terjadi, maka ini merupakan indikasi kuat bahwa Anda sedang berhadapan dengan kebiasan masturbasi yang serius.
Meskipun masturbasi bukanlah satu-satunya penyebab kebotakan, namun jika Anda mengalami kerontokan rambut secara tiba-tiba, ada baiknya mengecek kembali kebiasaan masturbasi Anda. Masturbasi yang kelewat sering dapat menyebabkan terlalu banyak testosteron yang dikonversi menjadi DH (dihydrotestosterone). Dari penelitian-penelitian sebelumnya, telah dibuktikan bahwa kebotakan pada pria secara langsung berhubungan dengan jumlah DHT yang ada di dalam tubuh. Tingginya kadar DHT dalam tubuh dapat menyebabkan kebotakan dan pembesaran prostat.
Baca juga: Ini Sebabnya Masturbasi pada Perempuan Lebih Berbahaya daripada Laki-lakiKetika baru saja selesai masturbasi dan Anda masih merasakan keinginan untuk melakukannya lagi dan lagi, stop! Bisa jadi Anda sudah berada pada titik terlalu sering masturbasi.
Kegiatan yang dilakukan atas dasar pemuasan nafsu seksual tidak hanya mempengaruhi biologis seseorang, namun juga psikisnya. Terkadang tubuh tidak lagi membutuhkannya, namun karena dilakukan dengan rutin, pikiran pun bisa menuntun untuk melakukannya lagi karena sudah dianggap sebagai kebutuhan rutin.
"Salah satu kriteria utama dari semua jenis kecanduan adalah hilangnya kontrol," jelas Dan Drake, terapis untuk kecanduan seks dan konselor klinis, dikutip dari Mens Health, Jumat (24/7/2015). Sama seperti seorang perokok, jika tidak mampu berhenti ketika Anda sendiri telah sadar bahwa Anda memiliki kebiasaan masturbasi yang sudah tak terkontrol, berarti Anda sudah kecanduan.
Anda menghindari keintiman bersama pasangan dan lebih memilih masturbasi. Hal ini bisa merupakan tanda yang jelas bahwa Anda terlalu sering masturbasi. Sehingga Anda berpikir tidak ada yang lebih memuaskan Anda secara sempurna selain diri sendiri.
"Ketika di tempat tidur, pasangan sering bermasturbasi sampai ia lupa pada Anda, bisa dikatakan dia narsis dan hanya peduli dengan kepuasan mereka sendiri. Mereka sebenarnya menyadari kebutuhan dan kehadiran orang di sekitarnya, tapi sudah kadung asyik dengan yang dilakukan," papar terapis keluarga dan kecanduan Paul Hokemeyer, PhD.
Baca juga: Suami Terlalu Sering Masturbasi, Ini yang Sebaiknya Dilakukan Istri
Ketika sedang bekerja di kantor, Anda bersusah payah menjauhkan pikiran untuk masturbasi. Akhirnya, fokus Anda terpecah dan pekerjaan menjadi terganggu. Begitu pula ketika Anda sedang bercengkrama dengan orang-orang terdekat. Kerap kali pikiran tentang kapan atau bagaimana Anda akan melakukan masturbasi berikutnya muncul. Anda pun menjadi pendiam karena sibuk dengan pikiran sendiri.
Jika hal di atas sering terjadi, maka ini merupakan indikasi kuat bahwa Anda sedang berhadapan dengan kebiasan masturbasi yang serius.
(mrs/up)