Tak Hanya Wanita, Pria Juga Bisa Alami Gejala Premenstrual Syndrome

Tak Hanya Wanita, Pria Juga Bisa Alami Gejala Premenstrual Syndrome

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Minggu, 22 Nov 2015 10:05 WIB
Tak Hanya Wanita, Pria Juga Bisa Alami Gejala Premenstrual Syndrome
Foto: thinkstock
Jakarta - Selama ini, pramenstruasi sindrom dengan gejala kram perut, kelelahan, sensitif, mudah kecewa, suasana hati berubah, dan ingin makan lebih banyak hampir dialami sebagian besar wanita. Namun, bagaimana jika pria juga mengalami hal serupa?

Ya, survei yang dilakukan vouchercloud.co.uk terhadap 2.412 orang di mana separuhnya adalah pria menemukan bahwa seperempat pria percaya mereka juga mengalami gejala pramenstruasi seperti yang lumrah dialami wanita. Sementara, hampir dua per tiga wanita percaya bahwa pasangannya memang mengalami gejala tersebut.

Bahkan, seperlima wanita mengaku pasangannya justru mengalami gejala seperti pramenstruasi yang lebih parah dari yang ia alami. Jajak pendapat ini menemukan bahwa dari 26 persen pria yang mengalami gejala seperti pramenstruasi, 56 persen mengaku lebih sensitif, 51 persen merasa lebih lelah dari biasanya, dan 47 persen pria mengalami peningkatan nafsu makan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebanyak 43 persen pria mengalami lapar terus-menerus dan mudah marah, sedangkan hanya 15 persen yang mengeluh kembung. Di pihak wanita, 43 persen mengatakan dirinya akan memberi dukungan ketika si pria mengalami gejala tersebut. Misalnya dengan menghibur dan mengajaknya jalan-jalan.

Baca juga: Orgasme pada Wanita Bisa Cegah Nyeri Haid, Mitos atau Fakta?

Pada pria yang percaya dirinya mengalami gejala seperti pramenstruasi, dalam satu bulan terdapat pengeluaran ekstra sebesar Rp 1,6 juta untuk memenuhi keinginan makannya. Terkait hal ini, penulis buku 'The Irritable Man', dr Jed Diamond mengemukakan sebuah istilah 'Irritable Syndrome Male'.

"Sering diasumsikan bahwa pria lebih didominasi oleh logika. Meski kenyataannya, pria juga memiliki sejumlah siklus hormonal layaknya pada wanita sehingga tiap bulan perubahan hormonal itu memengaruhi tingkat energi, kemarahan, gairah seks, dan perubahan suasana hati pada pria," tutur dr Diamond seperti dikutip dari Telegraph pada Minggu (22/11/2015).

Dikatakan dr Diamond, konsep 'periode bulanan' pria telah lama dipelajari dan banyak peneliti percaya kadar hormon laki-laki mengalami fluktuasi dalam siklus bulanan mreka. Di tahun 1950, ilmuwan Denmark bernama Allan Erslev mengumpulkan sampel urine pria dan menemukan kadar hormon pria mengalami siklus naik-turun dalam rentang 30 hari.

Selain itu, Erslev juga menemukan pertumbuhan jenggot pria pun mengalami fluktuasi di waktu yang sama. Di tahun 2012, penelitian di Inggris mrekomendasikan agar para pria memperbaiki gaya hidupnya. Dengan demikian, gejala seperti pramenstruasi yang mereka rasakan setidaknya bisa dikelola dengan lebih baik.

Baca juga: Saat Putus Cinta, Kesedihan Emosional yang Dialami Pria dan Wanita Berbeda (rdn/vit)

Berita Terkait